Sekitar Kita

Sesepuh BPBD, Dukung Keluarga Tangguh Bencana

Dengan mengucapkan Om Awignam Astu Namo Siddam, pada hari ini, Jumat 8 Pebruari, saya membentuk dan menetapkan Keluarga Tangguh Bencana BPBD Bali. Itulah penggalan kalimat yang dilontarkan Made Rentin Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali yang baru hitungan hari dilantik promosi menahkodai BPBD Provinsi Bali.

Hal ini terungkap pada Rapat Staf Perdana bertempat di Ruang Rapat Tangguh (Lantai 3) Kantor BPBD Provinsi Bali.

Ada yang berbeda saat rapat tersebut, jika biasanya dalam suatu proses pergantian pimpinan dilakukan serah terima yang cenderung terkesan seremonial, tapi Rentin mengkemas acara tersebut dengan keakraban penuh suasana kekeluargaan, semuanya duduk (bersila) di lantai. “Bukan karena tidak ada kursi yang cukup, tapi ingin lebih dekat dan lebih akrab,” jelas Rentin.

Tidak berhenti disitu, jika diamati peserta rapatnya, tidak saja pegawai BPBD Bali yang masih aktif, tetapi beberapa mantan PNS (sudah purna tugas) yang pernah bertugas di BPBD Bali juga tampak hadir bahkan yang sudah mutasi pun nampak hadir.

Nampak hadir Gusti Semawa, yang saat di BPBD Provinsi Bali pernah menjabat sebagai Kabid PK (Pencegahan & Kesiapsiagaan), dan juga menjabat Sekretaris sebelum akirnya purna tugas per 31 Desember 2018 yang lalu.

Semawa memberi apresiasi terhadap ide dan gagasan Kalaksa untuk merangkul para pensiunan PNS yang pernah mengabdi di BPBD. “Pak Made Rentin sahabat karib saya, saya kenal beliau sejak berkiprah di Biro Organisasi, saya memberi ucapan selamat atas promosinya dan siap mendukung program-program yang dicanangkan,” kata semawa.

Lain halnya dengan Gung Rudy, yang menjabat Kepala Bidang KL (Kedaruratan & Logistik) di era kepemimpinan Dewa Made Indra (sekarang Sekda Bali), menyambut baik ajakan Kalaksa. “Dengan dibentuknya KTB ini, saya nyambung terus dengan rekan-rekan di BPBD Bali, sesekali bisa ikut ke lapangan seperti dulu memberi bantuan dan menjalankan tugas kemanusia,” seolah mengingatkan kenangan masa lalunya.

Sang mantan Kabid RR (Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Made Sudana, tampak sumringah. Sosok satu ini bisa dikatakan sangat sering berkunjung ke BPBD Bali teruma di Bidang RR. “Jujur, saya sangat bangga pimpinan BPBD Bali berasal dari orang dalam, apalagi dari Bidang RR, dan menyambut baik serta akan siap membantu jika memang dibutuhkan, misalnya sharing pengalaman saat pemulihan pasca bencana,” ujar Sudana.

Berikutnya Nyoman Swanjaya, masih berstatus PNS Aktif, bahkan saat mutasi dari Pusdalops mendapatkan Promosi sebagai Kabid Kewaspadaan Dini di Kesbangpol Provinsi Bali. Swanjaya juga mengapresiasi terobosan yang dibuat Made Rentin. “Kami siap bersinergi, karena memang bidang tugas kami sangat dekat,” jawabnya singkat.

Kalaksa yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid RR sejak 12 Januari 2018, bahkan sepeninggal Gusti Semawa (pensiun) di akhir tahun 2018, Rentin merangkap sebagai Plt. Sekretaris, menjelaskan bahwa Keluarga Tangguh Bencana (KTB) ini beranggotakan penggiat kemanusiaan dan para Pensiunan PNS yang pernah bertugas di BPBD Bali.

“Mereka berpengalaman saat bertugas di BPBD dulu, dan dari merekalah kami berharap mendapatkan support ketika berhadapan dengan kemungkinan berbagai bencana yang akan terjadi. BPBD sangat berkepentingan dan sebagai upaya memberdayakan para sesepuh kita agar tetap ikut dalam upaya penanggulangan bencana, seperti halnya makna filosofi logo segi tiga biru bahwa pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bersinergi dalam upaya penaggulangan bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebuah kehormatan bisa menghadirkan para senior dan pendahulu yang tentu sudah matang pengalamannya di bidang kebencanaan dan pertemuan seperti ini akan rutin dilaksanakan.

Acara rapat dilanjutkan dengan serah terima Plt.Kalaksa (Dewa Putu Mantera) yang menduduki jabatan baru sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP kepada Kalaksa yang baru. Sesi foto bersama dengan cirri khas kepalan tangan SALAM TANGGUH menutup acara siang itu, dan makan bersama nasi jingo. (rls/rtn).

To Top