Sekitar Kita

Go-Food Festival Bantu Promosikan Produk Kuliner UMKM Bali

Rosel Lavina (paling kanan)

Go-Food  Festival yang kini telah hadir di 30 titik di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Bali, telah sukses membantu lebih dari 800 merchant kuliner, termasuk para pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya melalui gelaran Go-Food  Festival.

Selama ini, UMKM kuliner Indonesia selalu dihadapkan pada tantangan, mulai dari keterbatasan pendanaan, sumber daya manusia, pengetahuan bisnis, hingga penentuan lokasi berjualan untuk membuka cabang. Melalui Go-Food  Festival, para merchant diberikan kesempatan untuk membuka cabang tanpa memerlukan biaya tambahan untuk biaya sewa tempat karena seluruh biaya operasional sudah ditanggung oleh pihak pengelola.

Rosel Lavina, VP Corporate Affairs Gojek menjelaskan, Go-Food  Festival merupakan apresiasi terhadap para mitra merchant yang telah tumbuh bersama Go-Food yang kini telah memasuki tahun keempat dan menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara dan telah bekerja sama dengan hampir 300.000 merchant kuliner di berbagai daerah di Indonesia, dimana 80 persen diantaranya merupakan UMKM. “Melalui analisa big data termutakhir, Go Food berhasil menghadirkan 23 merchant pilihan dari total keseluruhan lebih dari 7.000 merchant UMKM Go-Food di Bali,” ujarnya.

Pada awal Januari kemarin, Go-Food baru saja merilis laporan Kilas Balik Kuliner selama tahun 2018 serta prediksi makanan dan minuman yang akan memiliki pertumbuhan yang sangat positif. Melalui hasil analisa big data tersebut, makanan dengan tema kesehatan dan jajanan unik diprediksi akan menjadi tren di tahun ini. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatkan pencarian kata kunci jenis kuliner makanan sehat seperti salad, green tea, burger sushi, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk jajanan unik banyak pula bermunculan beberapa kunci populer seperti cheese tea, indonut (jajanan olahan mie berbentuk donat), sushinut (varian sushi dengan rasa unik) dan lain sebagainya.

Rosel juga menambahkan bahwa dari data tersebut menunjukkan masyarakat cukup mudah dalam menerima dan mencoba jenis kuliner baru. Karenanya, Go-Food  Festival mengkurasi jajanan unik variatif serba nikmat seperti Fruit In Bottle, Roti John Bali dan Pondok Genyol untuk memanjakan lidah pecinta kuliner di Denpasar.

“Tidak hanya membantu merchant dari sisi operasional, Go-Food  Festival juga secara langsung membantu meningkatkan brand awareness dan pemasaran para mitra merchant kami. Melalui solusi teknologi yang terus kami kembangkan, kami berharap Go-Food dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pengusaha kuliner, utamanya para pelaku UMKM. Terlebih lagi, dengan adanya Go-Food mereka dapat menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa perlu menyediakan layanan pesan-antar sendiri,” lanjut Rosel.

 

Turut hadir meresmikan  Go-Food  Festival Bali, I Gede Saryawan, Kepala Bagian Perekonomian dan  SDA Setda Kota Denpasar yang mewakili Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra. Saryawan  mengapresiasi langkah positif Gojek dalam memberdayakan para pelaku kuliner lokal untuk meningkatkan skala bisnisnya. Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini, Saryawan juga menekankan pentingnya memastikan keberlangsungan lingkungan salah satunya pengurangan sampah plastik, “Dengan berkembangnya industri pariwisata dan meningkatnya kompetensi tujuan wisata, gastronomi (kuliner) merupakan salah satu budaya lokal yang mempunyai peran penting untuk memberikan pengalaman kepada wisatawan, selain juga meningkatkan kualitas SDM sehingga mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas. Kuliner pastinya tidak terlepas dari kemasan.  “Kita sebagai penduduk Kota Denpasar harus mampu mengurangi penggunaan plastik dalam mengemas makanan. Kepedulian masyarakat dalam hal ini merupakan sinergi dan inovasi dalam penerapan Kota Smart City, ini berkesinambungan juga dengan metode transaksi secara elektronik (Go-Pay) yang digunakan di Go-Food  Festival,” katanya.

Sejalan dengan agenda Pemerintah Kota Denpasar ini, Gojek  tengah melakukan beberapa langkah dalam upaya mengurangi sampah plastik, terutama dalam pengiriman pesanan makanan dan minuman, antara lain (1) Reduce, yaitu memotivasi para mitra merchant dalam meningkatkan pemakaian wadah dan peralatan makanan-minuman yang berbahan ramah lingkungan. Bagi merchant yang giat menggunakan bahan ramah lingkungan, Gojek  memberikan program khusus berupa promo secara gratis pada aplikasi (in-app promo) sehingga produk makanan merchant dapat lebih dikenal pengguna; (2) Recycle – Gojek  mendaur ulang limbah-limbah materi promosi seperti spanduk untuk diproduksi kembali menjadi kantong pengantaran makanan ramah lingkungan dengan bekerjasama dengan penghasil lokal. Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, Gojek  telah mendaur ulang sekitar 200 kantong hantaran ramah lingkungan; (3) Reinvest – Gojek  senantiasa mengajak mitra untuk berkontribusi kembali kepada masyarakat, seperti aktif berpartisipasi pada program-program pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove, beach clean up, dan sebagainya.

Go-Food  Festival secara bertahap akan dibuka di kota-kota lainnya di Indonesia dengan menghadirkan aktivitas dan penawaran menarik bagi para pengunjung Go-Food  Festival Level 21 Mall, Denpasar sendiri dibuka hingga Maret 2019. Melihat potensi pasar yang besar untuk mempromosikan produk kuliner UMKM di berbagai kawasan di Bali, Go-Food  Festival seterusnya akan hadir di lokasi lain, salah satunya di daerah Kuta. Untuk mendapatkan kesempatan membuka gerai di Go-Food Festival, wirausaha kuliner harus terlebih dahulu terdaftar sebagai merchant Go-Food dan memiliki performa penjualan yang baik sehingga nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk diberikan kesempatan membuka cabang di Go-Food Festival.

“Dibukanya Go-Food  Festival Bali mencerminkan misi GOJEK sejak awal, yaitu memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui inovasi teknologi. Hingga hari ini, teknologi GOJEK telah membantu meningkatkan kehidupan jutaan orang, serta memberdayakan para wirausaha UMKM serta mitra driver kami,” kata Rosel. (Wirati)

 

 

To Top