Sekitar Kita

Ikon KPPI Sri Wigunawati Patut Didukung Jadi DPD RI

Anggota Dewan Penasihat Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengharapkan agar slogan ‘perempuan memilih perempuan’ tidak hanya sekedar wacana, namun hendaknya direalisasikan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. “Selama ini sudah sering bergaung slogan perempuan pilih perempuan. Tetapi gilirannya Pileg, malah memilih yang lain mungkin sesuai pengaruh atau ikut-ikutan. Kalau perempuan ingin memiliki keterwakilan di pusat, coba ini ada Ketua KPPI Bali,  Sri Wigunawati. Dia sebagai ikon KPPI Bali, mestinya didukung perempuan serta para caleg perempuan meski dari partai apapun,” ujar Putri Suastini Koster ketika memberikan sambutan pada acara rapat kerja daerah (Rakerda) KPPI Bali yang berlangsung di ruang rapat PKK Jayasabha, Denpasar, Kamis (3/12).
Selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali,  Putri Koster menyatakan  sudah saatnya perempuan memilih perempuan. Jangan hanya sekedar di wacana atau ucapan belaka. Hal ini dapat dibuktikan pada saat Pemilihan Legislatif 2019. “Rugi membentuk organisasi, jika ketika ikonnya maju sebagai calon legislatif, malah tidak didukung,” ujarnya..
Sementara itu, pada acara Rakerda KPPI ini selain mempertegas pernyataan sikap mendukung Ketua KPPI Bali sebagai calon anggota DPD RI Dapil Bali, sekaligus juga pemantapan stategi caleg perempuan menghadapi Pileg 2019.
Ketua KPPI Provinsi Bali DAP Sri Wigunawati pada kesempatan tersebut memohon kerja sama dan saling sinergi dengan caleg perempuan, sehingga suara perempuan memiliki keterwakilan jika dirinya nanti menduduki kursi DPD RI. “Target suara 11%. Semoga dengan strategi yang lebih matang, target ini tercapai dan saya mampu meraih kursi DPD RI. Target ini sesungguhnya adalah harga yang manis, di saat proses demokrasi di masyarakat tengah dalam fase pragmatis,” kata Sri Wigunawati.
Ia mengharapkan supaya para perempuan tidak sekadar atau asal-asalan memberikan suara ketika Pileg 2019, karena hal ini berdampak pada keterwakilan suara perempuan. Jika bukan seorang perempuan, maka aspirasi kaum wanita serta kepedulian terhadap nasib ibu-anak, kurang maksimal mendapat perhatian untuk diperjuangkan. “Padahal begitu banyak aspirasi perempuan yang belum diperjuangkan. Termasuk memberdayakan perempuan secara ekonomi sehingga bisa mandiri, namun tidak meninggalkan lingkup rumah tangga. Ada juga persoalan anak-anak yang belum diperjuangkan secara tuntas. Jika saya menjadi anggota DPD RI, artinya perempuan Bali memiliki seseorang yang mewakili agar aspirasi mereka didengar dan diperjuangkan,” tegasnya.
Kegiatan Rakerda KPPI Bali juga dihadiri  Dewan Penasihat KPPI Bali Ida Ayu Kalpikawati, sejumlah Dewan Pakar Bali yakni Luh Hariyani, Tjok Tia Kusumawardani, Luh Riniti dan Sri Suastiningnih. Selain itu, hadir pula sejumlah caleg perempuan dari 9 kabupaten/kota di Bali. (Wirati)
To Top