Sekitar Kita

Bangkitkan Cinta Kain Tradisional Bali

Masa depan kain tradisional Bali seolah-olah kurang mendapat perhatian serta apresiasi dari masyarakat. Padahal setiap lembar kain tradisional ini mengandung taksu Bali, yang diwariskan leluhur sejak ratusan tahun silam.
“Makanya saya ingin sekali sosialisasikan penanaman tumbuhan kapas di masyarakat. Kalau tanaman kapas ini ditanam pada satu periode, maka kita tidak akan kekurangan bahan baku untuk memproduksi kain tradisional Bali,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat mendampingi Gubernur Koster, pada acara silaturahmi dengan awak media di Denpasar, Jumat (21/12).
Ia sendiri mengatakan sangat mengagumi endek patra. Jenis kain ini merupakan salah satu bukti kekayaan budaya Bali. Sayangnya, pembuatan kain endek patra masih tergantung pihak lain, karena bahan bakunya didatangkan dari luar daerah.
“Kalau sudah digencarkan penanaman kapas, kita bisa berkomitmen menciptakan branding kain Bali yang berkualitas. Bahan baku pun tidak tergantung dari luar, karena sudah ada ketersediaan kapas di daerah sendiri. Tinggal menciptakan fanatisme pada produk buatan daerah sendiri. Bangkitkan cinta kain tradisional Bali,” ujar Ny Putri Koster.
Ia juga mengatakan, untuk bersinergi dengan pihak BPOM supaya masyarakat terhindar dari makanan beracun. Sebagai contoh, ia mengatakan prihatin karena masih ada ‘kesumba’ atau pewarna buatan yang gampang ditemui di warung-warung.
“Sejak saya masih kecil bahkan sampai sekarang kok masih saja ada kesumba yang dipakai untuk jaja gina untuk upacara. Artinya ada yang salah di sini, Kita perlu carikan solusi dari hulu ke hilir,” ujarnya. (Wirati).

To Top