Buleleng

Perkuat Fungsi Desa Adat dan Pecalang

Pembinaan desa adat dan pecalang di Buleleng

Isu SARA yang mulai berkembang di negara kita belakangan ini tentu sangat mengancam keutuhan NKRI, jika tidak ditanggulangi dengan penanaman sikap nasionalisme dalam diri masing-masing. Bahkan peran lembaga masyarakat sangat diperlukan untuk turut menjaga kesatuan dan kesatuan   bangsa. Desa adat merupakan lembaga yang paling dekat dengan masyarakat diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai lembaga pemersatu utamanya di Bali.

Tidak hanya lembaga desa adat, peran pecalang juga diharapkan mampu menjaga ketahanan dan keamanan masyarakat desa sehingga tidak  terjadi radikalisme ditingkat desa. Guna memperkokoh fungsi desa adat dan pecalang, Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali menyelenggarakan pembinaan desa adat dan pecalang di seluruh Bali. Untuk Kabupaten Buleleng, pembinaan ini diselenggarakan di wantilan Pura Agung Jagatnatha Singaraja, Rabu (19/12).

Ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menjelaskan pembinaan ini dilaksanakan di seluruh Bali. Untuk Kabupaten Buleleng, merupakan rangkaian terakhir. Inti dari pembinaan ini adalah memperkuat fungsi desa adat dan fungsi pecalang.

Menurutnya, dengan memperkuat desa adat bisa memperkuat posisi Bali di Indonesia. Selain itu agama Hindu menjadi kuat dan krama Bali bisa menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. “Pembinaan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Bali di Indonesia,” ujar Sukahet

Ia menambahkan penguatan desa adat di Bali dalam kerangka Pancasila sangat dibutuhkan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman kelompok-kelompok intoleran dan radikal yang tidak menerima perbedaan. “Untuk menghindari hal-hal tersebut Indonesia harus diperkuat melalui budaya-budaya adat yang ada,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

 

Paling Populer

To Top