Buleleng

Pemuteran Bay Festival Usung Konsep Rwa Bhineda

Bupati PAS menghadiri Pembukaan Pemuteran Bay Festival

Pemuteran Bay Festival untuk yang kedua kaliya resmi dibuka pada Rabu (12/12) malam di Tanjung Budaya Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak. Dengan mengusung tema “The Spirit of Rwa Bhineda” yang artinya perbedaan mengantarkan pariwisata Buleleng menuju pariwisata berkelanjutan. Tidak hanya pariwisata alam serta konservasi terumbu karangnya tetapi  juga dari sisi industri pariwisatanya.

Pada acara pembukaan, dimeriahkan dengan aksi gemar makan ikan berupa 3.000 tusuk sate udang untuk masyarakat umum. Prosesi pembukaan Pemuteran Bay Festival diawali dengan menenggelamkan patung struktur terumbu karang Rwa Bhineda yang dikemas dalam bentuk Barong dan Rangda sebagai simbolis dari dua perbedaan yang mampu menyeimbangkan kehidupan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan, dalam Pemuteran Bay Festival tahun ini tetap mengusung konservasi. Namun dengan dua sisi yang berbeda digabungkan menjadi satu yakni konservasi seni dan budaya serta konservasi lingkungan. Konsep Rwa Bhineda yang dipakai dalam Pemuteran Bay Festival merupakan suatu simbolis keseimbangan alam Bali. “Konservasinya ini mengarah kepada dua tatanan yaitu Rwa Bhineda, oleh karena itu inilah yang menjadi tolak ukur pariwisata di Kabupaten Buleleng,“ kata Nyoman Sutrisna.

Kadispar Sutrisna menambahkan, promosi yang dilakukan melalui komunikasi, publikasi dan kerjasama dengan beberapa agen sehingga nantinya mampu mempromosikan pariwisata Buleleng dengan konsep yang strategis dan efisien. “Berdasarkan  konsep atraksi, kita selalu melakukan promosi-promosi di tingkat nasional regional dan internasional ” jelasnya.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berharap, seluruh potensi bail keindahan alam, budaya dan atraksi-atraksi seperti festival ini dapat menjadikan Desa Pemuteran magnet utama bagi Kabupaten Buleleng untuk menarik wisatawan yang selama ini penyebarannya masih terkonsentrasi di Bali Selatan sehingga kesenjangan selama ini secara perlahan dapat diminimalkan. Disamping itu, dalam sebuah festival, atraksi Seni dan Budaya merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan Pariwisata Bali Utara. “Kita telah mengelaborasi banyak sekali kesenian dan budaya yang ada di Bali Utara yang bisa kita angkat ke permukaan dan kita akan jadikan modal dalam gerak atraksi yang berlabel Bali Utara,” tuturnya.

Pemuteran Bay Festival diselenggarakan dari tanggal 12-15 Desember 2018 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seni dan budaya termasuk juga akan diisi dengan seminar yang menghadirkan pembicara dari pengusaha sepatu asal Bali yang sudah go international yakni Ni Luh Djelantik dan Gede Bagus X Faktor.

Hadir pula dalam pembukaan Pemuteran Bay Festival tahun ini yakni Kasubid area 1 B, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran 1 Regional 3 Menpar RI Budiardi Ribowo, Kasi Wisata Bahari Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Teresia Susanthi MSi., Menteri Koperasi dan UKM RI diwakili oleh Asisten Deputi Perikanan dan Peternakan Devi Rinayanti,  Kabid Jasa Pariwisata Bahari Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman RI Molly Prabawati dan Lusy Febrianti. (Wiwin Meliana)

 

To Top