Hobi

E-Sport Jangan Dipandang Sebelah Mata

Main games di smartphone merupakan sarana untuk menghibur diri. Namun, dengan makin berkembangnya teknologi, berimplikasi terhadap dunia bisnis. Makin banyak developer yang menghasilkan games kreatif. Bahkan kompetisi games pun makin banyak.

“Memang masih ada stigma negatif terhadap para pemain games. Ini hanya dianggap buang-buang waktu. Padahal, kini e-sport terus berkembang. Bahkan ada kampus yang membuka jurusan e-sport,” ungkap Rezaly Surya Afhany, Manager Local Developer- Games & Apps Division Telkomsel disela-sela turnamen “Telkomsel Dunia Games League Qualifier Regional Bali Nusra”, Sabtu (1/12).

Pria yang akrab disapa Zali ini menuturkan adanya kesan games itu negatif. Padahal ini hanya masalah kultur saja. Lifestyle yang terus berubah menjadikan pikiran orang juga akan berubah. Namun, ia mengaku semua perlu proses untuk mengubah pandangan masyarakat.

“Saya pernah mencoba untuk tinggal dengan komunitas gamers untuk mengetahui aktivitas mereka. Ternyata mereka main games di malam hari sampai pagi. Pagi sampai siang, mereka tidur. Artinya mereka juga mengatur hidupnya sedemikian rupa, tidak seharian bermain games,” ujarnya.

Terkait dengan kompetisi games, Zali mengatakan prestasi Indonesia sudah cukup diakui. Hal ini terbukti dari prestasi  tim Indonesia di Asian Games 2018. Ini menandakan pemain games bisa membanggakan dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Telkomsel sendiri menyelenggarakan Dunia Games League ini agar Dunia Games lebih berbaur kepada komunitas gamers, sehingga Dunia Games tidak hanya dikenal sebagai media platform pembayaran tapi juga sebagai platform event yang bisa dinikmati oleh seluruh player di wilayah Indonesia.

 

GARAP SEGMEN MILENIAL

GM Sales Telkomsel Regional Bali Nusra, Anandoz Bangsawan mengungkapkan, melalui ajang Dunia Games League Qualifier Regional Bali Nusra ini, diharapkan akan makin mengembangkan ekosistem gamer dan komunitas gamers di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami berharap bisa melahirkan talenta e-sport gaming khususnya games mobile legend untuk selanjutnya dipertandingkan dalam ajang nasional. Di samping itu, ajang ini juga merupakan salah satu upaya kami untuk membangun ekosistem digital entertainment lifestyle bagi masyarakat Indonesia, yang nantinya diharapkan juga akan tercipta awareness lebih terhadap produk turunan dari Dunia Games Telkomsel,” ujarnya.

Dunia Games merupakan one stop portal yang menyediakan berbagai kebutuhan gamer mulai dari berita, payment gateway voucher game, dan tidak terbatas hanya itu, namun juga menyediakan wadah kompetisi bagi para gamers.

Banyaknya penggemar games membuat banyak juga event turnamen. Salah satunya adalah Mobile Legend Tournament Season 3 Supported by Samsung & E-Sport Montoon yang dilaksanakan di Cellular World Teuku Umar, Denpasar.

Gede Wirakusuma, Marketing Manager Cellular World mengatakan turnamen ini bertujuan mengajak kalangan milenial yang senang E-Sport terutama Mobile Legend untuk berkompetisi. “Ini adalah turnamen terbesar di Bali dengan total hadiah Rp 36 juta dan puluhan ribu diamonds yang di-support langsung dari Montoon China,” ujarnya. (Ngurah Budi)

 

To Top