Sekitar Kita

LBH Apik Bali Dorong Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan

Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik) Bali mendorong agar Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) segera disahkan. Pasalnya, RUU PKS tersebut sampai sekarang tak jua disahkan walaupun sudah berkali-kali masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). “Padahal, pada tahun 2014 Presiden RI, Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia sudah darurat kekerasan seksual,” ujar Direktur LBH Apik Bali, Ni Luh Putu Nilawati, di sela-sela Kampanye 16 hari Anti kekerasan terhadap perempuan di Wantilan DPRD Bali, Jumat (30/11).

Ia mengaku  tetap pesimis kali ini, walaupun sudah berkali-kali masuk Prolegnas, selalu lolos, lolos dan tidak jadi diundangkan. Apalagi,  pada tahun ini merupakan tahun politik dan anggota DPR banyak yang dalam masa reses.

Ia mengatakan, Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan diperingati secara internasional selama 16 hari dari tanggal 25 November sampai 10 Desember 2018 mendatang. Di rentang waktu 16 hari tersebut ada tujuh momen penting yang dirayakan oleh dunia.

Bagi negara-negara yang telah mengeliminasi segala kekerasan terhadap perempuan termasuk Indonesia, wajib melaporkan kegiatannya setiap tahun terhadap badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait program yang sudah dilakukan. Kegitan itu baik dari pencegahan, penanggulangan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan. “Kami memilih tanggal 30 November  setiap tahunnya dan masing-masing negara temanya berbeda. Untuk Indonesia sendiri mengambil tema untuk membahas dan segara mengesahkan RUU PKS dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan,” ujar Nilawati.

dalam acara etrsebut menghadirkan pembicara, Anggota DPRD Provinsi Bali Utami Dwi Suryadi, Anggota DPD RI Arya Wedakarna, Ade Wirawan penyandang disabilitas tuli dan Yurike pengiat HIV/AIDS.

Acara juga diwarnai dengan penandatanganan bersama kampanye anti kekerasan terhadap perempuan oleh undangan yang hadir dan pembacaan aksi bersama untuk kampanye melawan kekerasan terhadap perempuan. (Wirati)

Paling Populer

To Top