Sekitar Kita

Suastini Koster Ajak Masyarakat Tabanan Jaga Keharmonisan Alam

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster melakukan Penilaian Pelaksana Terbaik Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan dan lomba-lomba dalam rangka HKG dan Jambore PKK Tahun 2018 di Desa Dajan Peken, Kec Tabanan, Kabupaten Tabanan, Rabu (28/11).

Dalam sambutannya ia mengatakan, Gerakan PKK dilaksanakan untuk membantu program pemerintah dengan sasaran keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat. Untuk itu tiap tahun dilaksanakan berbagai program kerja serta lomba yang dikondisikan dengan keadaan dan lingkungan setempat. “Ini juga sangat sesuai dengan program pemerintah saat ini Nangun Sat Kertih Loka Bali, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya,” jelasnya dalam acara yang dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta Ny. Rai Wahyuni Sanjaya serta Perbekel Desa Dajan Peken Wayan Sukadana beserta Ketua Tim Penggerak PKK Desa Dajan Peken Ny. Win Sukadana.

Sementara itu Wakil Bupati Tabana Komang Sanjaya mengatakan bahwa upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari tingkat keluarga dengan PKK sebagai penggeraknya. Untuk mencapai tujuan tersebut Desa Dajan Peken telah dilakukan upaya-upaya strategis yaitu diberdayakannya program PKK-KKBPK- Kesehatan yang dikaitlan dengan kegiatan di kampung KB, program keluarga berencana, program kesehatan termasuk perilaku hidup bersih dan sehat.

lebih lanjut Ia menambahkan khusus untuk program IVA Tes, Kabupaten Tabanan sudah mulai dari tahun 2012 dan sudah meraih penghargaan MURI. “Tentunya saya berharap melalui program-program PKK dan lomba semacam ini masalah yang berkaitan dengan angka kematian Ibu dan angka kematian bayi dapat diatasi,” tandasnya.

BERI BANTUAN

Di sela-sela kegiatan, Ny. Putri Suastini Koster berkesempatan mengunjungi lansia yang terlantar. Adalah Ibu Dewa Ayu Lodri, seorang lansia yang tinggal sendiri dan bekerja serabutan membantu tukang banten.

Kepada Ny. Putri Suastini Koster, Ayu Lodri mengatakan bahwa dirinya mempunyai dua orang anak perempuan yang sudah menikah keluar, sementara suami Ida Bagus Kayan Suada sudah meninggal pada tahun 2002. Ia menuturkan ada satu yang mengganjal tentang keberadaan putrinya yang menikah ke Buleleng dan tidak ada kabar sejak bertahun-tahun yang lalu. Ia menyadari memang putrinya di sana hidup kekurangan, namun dia juga mengharapkan kabar dari putrinya.

Menanggapi hal itu, Putri Suastini Koster berjanji akan membantu mencari keberadaan putrinya dan memberikan beberapa bantuan dari tim PKK Provinsi Bali.

To Top