Edukasi

Sri Mulyani Bicara Soal Perempuan di IMF

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menjadi salah satu pembicara dalam sesi diskusi panel yang digelar dalam Pertemuan IMF-World Bank bertajuk “Empowering Women in the Workplace” di Ruang Nusantara, Bali International Convention Centre Westin Nusa Dua Bali, Selasa, (9/10).

Menurut Sri Mulyani perempuan sangat berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sebuah negara. Karena itu peran perempuan dalam sebuah pekerjaan harus ditingkatkan.  Sebenarnya, kata dia,  banyak perempuan muda yang sangat semangat saat mulai bekerja. Tetapi kemudian harus berhenti bekerja saat mulai menikah, hamil dan melahirkan. Mengurus rumah tangga dipandang sebagai tugas utama perempuan. Mereka harus membawa peran sebagai seorang Ibu, dan pekerjaan domestik rumah tangga dibebankan kepada perempuan. “Jika perempuan sudah menikah maka ia akan mengandung dan mengurus bayi. Padahal,  ini bukan hambatan untuk seorang ibu yang bekerja, hanya saja dibutuhkan dukungan dan kebijakan yang bisa membantu perempuan agar lebih baik,” jelas dia.

Sri Mulyani menilai pekerja perempuan masih menghadapi sejumlah tantangan. Stigma yang melekat di masyarakat, membuat perempuan harus bekerja dua kali lipat untuk membuktikan kemampuannya jika mengincar satu posisi kepemimpinan yang sama dengan laki-laki.

Ia  mengungkapkan sejumlah pekerjaan masih diidentikkan dengan pekerjaan pria. Salah satunya, sektor keuangan, bidang yang digelutinya saat ini. Hal ini, memberikan beban tersendiri kepada pekerja wanita. Padahal, dari sisi akademik, perempuan cenderung lebih unggul dibandingkan laki-laki. Namun, dalam dunia kerja, keunggulan itu seperti tidak terlihat.

Di Indonesia, tidak ada larangan bagi perempuan untuk bekerja. Namun, wanita dianggap sebagai tenaga kerja prioritas kedua dalam mengisi satu posisi pekerjaan. Untuk itu, kata dia, pemerintah harus berupaya untuk menciptakan kesempatan dan lingkungan yang mendukung partisipasi perempuan dalam dunia kerja. Caranya, dengan meringankan beban perempuan. Misalnya, dengan menyediakan ruangan laktasi bagi wanita yang menyusui.

Menurutnya,  jika suatu institusi menjadikan lingkungan kantornya ramah bagi perempuan, tentu mereka dapat bekerja dengan nyaman dan dapat menunjukan seluruh potensi yang ia miliki. “Tanpa adanya bantuan dari kebijakan yang dapat meringankan beban para perempuan, maka menggaungkan kesetaraan gender dalam angkatan kerja akan menjadi sangat sulit,” kata Sri Mulyani.

Ia mengatakan, di  Kementerian Keuangan, telah menjadi best practice dan mendapatkan penghargaan, karena telah menyediakan berbagai fasilitas untuk pekerja perempuan, misalnya ruang menyusui dan tempat penitipan anak. “Kami  membantu mengurangi perasaan beban pada pekerja perempuan agar emreka dapat bekerja seoptimal mungkin,” ujar Sri Mulyani.(Wirati)

 

Paling Populer

To Top