Buleleng

Hiswana Migas Buleleng Gelar Piket Keliling

Jelang Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) akan berlangsung pada Oktober 2018 nanti di Nusa Dua, berbagai persiapan dilakukan untuk mendukung pelaksaan kegiatan tersebut. Sebanyak 10 agen gas elpiji 3 kg yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Perwakilan Buleleng agen elpiji 3 kg sepakat mengadakan piket keliling guna mendukung jalannya penyelenggaraan ini.

Hal ini disampaikan langsung oleh Koordinator Hiswana Migas Perwakilan Buleleng Agen elpiji 3 kg, Made Kariyasa, pada Selasa (2/10) didampingi sejumlah agen LPG 3 Kg di Kabupaten Buleleng. Menurut Kariyasa, piket keliling ini dilakukan sebagai langkah antisipasi atas kemungkinan kelangkaan gas elpiji 3 kg yang bersubsidi tersebut.”Kami hanya mengantisipasi sesuatu yang tidak kami inginkan. Kami sepakat untuk membuat piket keliling dalam rangka mendukung serta mensukseskan penyelenggaraan IMF-WB dan itu sesuai dengan arahan Pertamina untuk dapat memenuhi pasokan gas elpiji 3 kg di Buleleng,” kata Kariasa.

Menurut Kariasa, pelaksanaan piket keliling ini diberlakukan mulai 3 Oktober sampai dengan 20 Oktober mendatang. Nantinya masing-masing agen akan berkeliling membawa gas elpiji 3 kg, yang menyasar outlet-outlet yang ada. “Dimana kiranya yang kosong, langsung diisi. Jangan sampai ada kosong. Kondisi di lapangan menyesuaikan,” jelas Kariyasa.

Saat ini diakui Kariyasa, kebutuhan akan gas elpiji 3 kg di Buleleng masih relatif normal. Namun selama pelaksanaan IMF-WB, diprediksi akan mengalami pelonjakan. Meski begitu Kariyasa yakin, stok yang ada masih mampu mencukupi kebutuhan yang ada. “Stok masih aman dan relatif normal. Mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan konsumsi elpiji, Pertamina sudah siap melakukan penambahan stok. Nanti, tanggal 5,6, dan 7 Oktober ada tambahan stok dari Pertamina. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pasokannya akan cukup,”terangnya.

Untuk kuota gas elpiji 3 kg bersubsidi dalam kisaran normal di Buleleng, bisa mencapai sekitar 56 ton sampai 76 ton, itupun sesuai dengan alokasi masing-masing agen yang ada. “Ya paling tidak di IMF-WB ini kami ikut berpartisipasi, kami selesaikan kebutuhan masyarakat di bawah, supaya tidak ada gejolak,” pungkas Kariyasa. (Wiwin Meliana)

To Top