Buleleng

The Beauty Never Ends, Tema Lovina Festival 2018

Dispar Kabupaten Buleleng menggelar jumpa pers terkait pelaksanaan Lovina Festival ke-7, Senin 24 September 2018

Promosi pariwisata di Kabupaten Buleleng memang menjadi perhatian pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan yang tentunya bertujuan untuk menggali dan megenalkan kebudayaan dan potensi yang dimiliki kepada wisatawan baik dengan skala lokal maupun internasional. Salah satu kegiatan yang akan diselenggarakan tingkat internasional adalah Lovina Festival tahun 2018.

Ajang promosi wisata Lovina Festival kali ini sudah memasuki tahun ke-7 yang digelar dari 26-29 September 2018. Kesiapan menggelar ajang promosi wisata tingkat dunia tersebut akan dirangkaikan dengan kegiatan Reunion Bali Yacht 2018. Hal ini terungkap dalam pelaksanaan jumpa pers yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Senin (24/9).

Dalam jumpa pers yang dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, disampaikan beberapa kegiatan seni, olahraga, dan hiburan yang baru digelar pada Lovina Festival Tahun 2018 ini. “Yang paling membanggakan adalah, Buleleng dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Reunion Bali Yacht 2018. Reuni yachter berskala internasional ini pertama kali digelar di dunia,” ungkap Bupati Agus. Reunion Bali Yacht ini akan diikuti oleh sekitar 200 yachter yang berasal dari sekitar 20 negara di dunia.

Bupati juga menjelaskan kegiatan Lovina Festival tahun ini tidak saja menampilkan kesenian dan hiburan, tetapi juga dilakukan kegiatan pelestarian dan konservasi alam. “Nanti akan dilaksanakan juga kegiatan konservasi berupa Restocking ikan, penurunan patung penari ke dasar laut, pelepasan tukik, penanaman pohon dan pelepasan burung”, jelasnya. Selain itu kegiatan baru yang akan digelar pada event Lovina Festival adalah Lovina Colour Run, Lovina Fun Bike, Zumba Competition, dan Yoga Massal. Masing-masing kegiatan tersebut akan melibatkan ratusan orang peserta.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Nyoman Sutrisna memaparkan selain kegiatan baru, beberapa kegiatan rutin yang biasa digelar dalam ajang Lovina Festival juga tetap dilaksanakan. Kegiatan tersebut antara lain lomba sampi gerumbungan, parade megangsing, lomba mekorot, dan kunjungan wisata ke desa tujuan. “Adapun desa tujuan nanti kita pilih desa Menyali kecamatan Sawan. Nanti kita akan ajak peserta reuni yacht untuk berkunjung ke desa Menyali dan city tour untuk berkeliling di kota Singaraja. Tujuannya untuk mengenalkan potensi pariwisata kita,” jelas Kadis yang juga kelian Desa adat Pakraman Buleleng tersebut.

Pada pembukaan Lovina Festival nanti, Sutrisna mengungkapkan akan sangat meriah, bahkan lebih meriah dari tahun tahun sebelumnya. Tari rejang renteng massal yang akan melibatkan sekitar 800 orang penari ditampilkan pada saat pembukaan, dilanjutkan dengan Fire Dance dan penyalaan obor di pantai Lovina. “Untuk stage kita akan buat di dua titik, masing-masing di Patung Dolpin dan di Desa Kaliasem sekitar Spice Dive. Pembukaan nanti difokuskan di stage 1, di kawasan Patung Dolphin”, terang Sutrisna.

Mantan Kadis Perikanan dan Kelautan ini juga menjelaskan tema yang diangkat pada ajang Lovina Festival kali ini yaitu “The Beauty Never Ends”, yang artinya keindahan tiada akhir. Selain untuk meningkatkan kualitas promosi pariwisata di Kabupaten Buleleng, dengan ajang Lovina Festival ini diharapkan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan baik asing maupun domestik ke Buleleng, dan adanya multiplayer effect atas pelaksanaan kegiatan ini, serta dalam jangka panjang berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Buleleng. Untuk itu, pihak Pemerintah Daerah sudah membangun kerja sama dengan pihak swasta dan stake holders lainnya untuk menyukseskan ajang promosi pariwisata tahunan ini. “Tanpa adanya dukungan pihak ketiga, pengusaha swasta, dan stake holders lainnya tentu kegiatan besar ini tidak akan berhasil”, pungkasnya. (Wiwin Meliana)

To Top