Bumi Gora

TGB-Amin Sampaikan Salam Perpisahan

DR. TGH M. Zainul Majdi bersama Ir. Badrul Munir (kanan) dan Muhammad Amin.

Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 2008, secara mengejutkan seorang anak muda Nusa Tenggara Barat, tiba-tiba hadir dan muncul mewarnai peta politik di Bumi Gora. Usianya kala itu baru menginjak 36 tahun.

Muda dan berbakat, begitulah gambaran sosok anak muda bernama M. Zainul Majdi yang kala itu adalah anggota DPR RI. Ia melesat jauh memenangkan Pilkada Nusa Tenggara Barat dengan meraih suara terbanyak dari 3 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat lainnya yang bertarung dalam Pilkada NTB 2008. Ketiga pasangan tersebut adalah Lalu Serinata-M Husni Djibril, Zaini Arony- Nurdin Ranggabarani, dan Nanang Samodra-M Jabir, yang nota bene mereka adalah para politisi kawakan daerah ini.

Kehadiran Zainul Majdi memang cukup mengubah arah perpolitikan NTB. Kharisma dan ketokohan cucu dari ulama penting Lombok, Zainuddin Abdul Majid yang telah dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional tahun 2017 ini, terus terpusat pada dirinya. Langkah-langkah besar diambil Majdi dalam memimpin Nusa Tenggara Barat selama lima tahun ia didampingi oleh Wakil Gubernur NTB, Ir. Badrul Munir. Berbagai prestasi diraih di bawah kepemimpinannya hingga akhirnya ia kembali memenangkan Pilkada berikutnya tahun 2013. Ia unggul dan sekali lagi memimpin Nusa Tenggara Barat didampingi Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin hingga tahun 2018.

Senin 17 September 2018 lalu, DR. TGH. M. Zainul Majdi merampungkan pengabdiannya kepada NTB genap sepuluh tahun sudah. Sepanjang perjalanan tersebut selain sarat kebahagiaan juga banyak suka duka dan tantangan yang harus dilaluinya selama berkhidmat bagi NTB. Semua itu berhasil dilewati dengan baik.

Pada hari terakhirnya menjabat sebagai Gubernur NTB ini, Majdi dan Amin keluar dari Kantor Gubernur NTB didampingi istri masing-masing, diantar ASN Pemprov NTB dan diiringi oleh ribuan anak sekolah yang sengaja diturunkan untuk menyertai prosesi pelepasannya menuju Islamic Center Mataram yang juga padat oleh para siswa dan warga lainnya. Di Islamic Center tempat digelarnya pelepasan gubernur dan wakil gubernur NTB bertajuk, “Terima Kasih TGB – Amin” inilah, Tua Guru Bajang menyampaikan salam perpisahannya.

“Selama 10 tahun tentu banyak sekali cobaan dan tantangan yang kita hadapi. Tetapi Alhamdulillah, semuanya bisa kita lewati dengan baik. Dan Insya Alloh, dengan hidayah-Nya, dengan doa-doa dan ikhtiar kita semua, kita akan tetap bersama-sama untuk terus memajukan Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Selain itu ia juga menyampaikan terima kasih dan meminta maaf (bahkan hingga tiga kali mengulangnya) baik secara pribadi maupun sebagai gubernur, jika selama memimpin ada yang kurang berkenan.

Selain dengan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si, ia juga didampingi oleh Wakil Gubernur NTB sebelumnya, Ir. H.  Badrul Munir. Majdi lalu merangkul dua wakilnya tersebut dalam suasana meriah oleh tepuk tangan para undangan.

Ada yang berbeda dari tampilan sambutan Tuan Guru Bajang kali ini. Jika sebelumnya ia selalu berpidato dengan dengan nada dan intonasi serta diksi yang relatif biasa namun penuh makna, maka kali ini masih sarat makna dan ia terlihat lebih bersemangat khususnya pesan-pesan untuk para siswa yang hadir memenuhi Islamic Center. Bagi Tuan Guru Bajang, para siswa ini adalah generasi muda harapan masa depan NTB ke depan.

Ia minta agar anak-anak dan pemuda di NTB untuk tidak patah sangat dalam memberikan pengabdian terbaik bagi NTB. “Masa depan NTB ada di tangan anak-anakku dan pemuda NTB. Mari tetap semangat tunjukkan kebaikan bagi kemajuan NTB ke depan,” katanya berkali-kali menitip daerah ini kepada anak-anak muda yang hadir.

Sepanjang pidato perpisahannya itu, Majdi juga berulangkali menyampaikan sebuah kalimat yang sepertinya “menyiratkan” sesuatu. Penekanannya pada hal ini terasa seperti mengungkapkan bahwa dirinya hari ini sama seperti ia 10 tahun yang lalu, tidak ada yang berubah kecuali usia. “Saya masih seperti yang dulu. Zainul Majdi sepuluh tahun yang lalu sama dengan Zainul Majdi hari ini. Saya masih sama seperti yang dulu. Tidak pernah berubah,” ungkapnya serius. (Naniek I Taufan)

 

To Top