Edukasi

KPPPA Ajak Pengusaha Bali Percepat Pencapaian Three Ends

Kondisi terkait perempuan dan anak sangat serius, bahkan menjadi perhatian dunia dan  pembahasan di berbagai sidang internasional. Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI menggelar Forum Three Ends bagi Kalangan Dunia Usaha di Provinsi Bali, Rabu (8/8) di Aston Kuta Hotel & Residence.

Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas PPPA Provinsi Bali Putu Praharsini, S.H., Ketua Dewan Kehormatan Iwapi Pusat Asri Mulyanita, kalangan pengusaha dan Forum Puspa Bali itu, Asisten Deputi Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha KPPPA RI, Sri Prihantini Lestari Wijayanti, S.H., M. H., mengatakan pemerintah tidak bisa dapat bekerja sendiri, karenanya diperlukan dukungan dunia usaha melalui CSR.

Sri Prihantini menyampaikan perihal ‘Pedoman Pemanfaatan Program CSR untuk Perempuan dan Anak’. Menurutnya dunia usaha akan berinteraksi dan membawa dampak pada kehidupan anak secara langsung dan tidak langsung. Anak merupakan stakeholder utama dunia usaha sebagai konsumen, anggota keluarga dari karyawan, pekerja muda, pekerja masa depan, pemimpin usaha serta warga dalam masyarakat dan di lingkungan dimana kegiatan bisnis dilakukan.

Ia juga memaparkan 10 Prinsip Bisnis yang mengintegrasikan hak–hak anak dalam Workplace. 1). Dunia usaha harus memenuhi tanggung jawabnya untuk menghormati hak anak dan berkomitmen mendukung hak anak. 2). Dunia usaha berkontribusi terhadap penghapusan pekerja anak di segala kegiatan usaha dan hubungan bisnisnya. 3). Dunia usaha harus menyediakan pekerjaan yang layak bagi pekerja yang berperan sebagai orangtua atau pengasuh. 4). Dunia usaha harus memastikan perlindungan bagi anak di semua aktivitas dan fasilitas bisnis. 5). Dunia usaha harus memastikan produk dan jasanya aman dan berusaha memajukan hak anak. 6).Dunia usaha harus menggunakan pemasaran dan pengiklanan yang menghormati dan mendukung hak anak. 7). Dunia usaha harus menghormati dan mendukung hak anak dalam kaitannya dengan lingkungan dan penggunaan lahan.

8). Dunia usaha harus menghormati dan mendukung hak anak dalam pengaturan keamanan. 9). Dunia usaha harus membantu dan melindungi anak dari dampak keadaan darurat. 10).Dunia usaha harus memperkuat upaya masyarakat dan pemerintah untuk melindungi dan memenuhi hak anak .

Terkait keberadaan Forum Puspa Bali, diantaranya hadir sebagai wadah bagi  lembaga masyrakat yang peduli perempuan dan anak. Sebagai mitra bagi pemerintah daerah  dalam mendukung program PPPA . Sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat dan sarana bersinergi

 

Akhiri Kesenjangan Ekonomi bagi Perempuan

Sementara itu Dinas PPPA Bali, berharap peserta, utamanya kalangan pengusaha memahami kebijakan dan program strategi tentang pemberdayaan perempuan dan pelindung anak dalam pencapaian ‘Three Ends’. Memahami prinsip kerja sinergi dengan memunculkan gagasan dalam upaya mempercepat pencapaian Three Ends .

Praharsini memberikan paparan tentang pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, kondisi, upaya , potensi dan peluang kerjasama. Dikatakannya, Three Ends dicanangkan untuk merespons makin meluasnya peristiwa kekerasan yang dialami perempuan dan anak , perdagangan perempuan dan anak serta dapat berpartisipasi membangun kehidupan dan kesejahteraan. Bahwa, fakta menunjukkan banyak perempuan hidup dibawah garis kemiskinan dan diantara mereka ada yang berperan sebagai kepala keluarga.

Iwapi Pusat, organisasi yang berperan aktif memotivasi para wanita di Indonesia agar mandiri secara ekonomi ini, juga hadir mengusung tema ‘Panglima’  (Program Pemberdayaan Pengembangan dan Pendampingan Perempuan Pengusaha). Asri Mulyanita mengatakan mulai dari visi, misi dan tujuan organisasi. Begitu juga peningkatan kapasitas hingga dengan siapa saja Iwapi selama ini melakukan kemitraan .

Tujuan Panglima, lanjut Asri Mulyanita memberdayakan dan mengembangkan potensi perempuan di bidang ekonomi dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, produktivitas dan daya saing usaha perempuan bagi calon perempuan pengusaha. Berikutnya, mengembangkan usaha perempuan yang telah menjadi pengusaha untuk naik kelas melalui sinergitas pendampingan.

Iwapi Bali yang diwakili Sekum Iwapi, Ni Wayan Agek  Parwati Asih, S.Pd., M.Pd., berbicara tentang kondisi, tantangan dan peluang bagi kalangan dunia usaha di Provini Bali. Dikatakannya, Iwapi Bali goes to digital ; yakni meningkatkan potensi usaha melalui digital marketing. Disamping itu  perempuan pengusaha perlu memantapkan pengetahuan,  sikap dan prilaku (bussines attitude), meningkatkan keterampilan (skill); membuka dan memanfaatkan peluang usaha, serta memperluas jaringan (bussines network). Iwapi mendukung dan mensukseskan program KPPA Three Ends point ke tiga yaitu ‘Akhiri Kesenjangan Ekonomi Bagi Perempuan’ (Sri Ardhini)

Paling Populer

To Top