Edukasi

Undiksha Resmi Terima Izin Prodi Kedokteran

Penyerahan SK prodi Kedokteran kepada Rektor Undiksha

Buleleng telah menggeliat di berbagai sektor. Di bidang pendidikan Buleleng patut berbangga. Bagaimana tidak, impian besar dan usaha keras seluruh stakeholder serta pemangku kebijakan di Kabupaten Buleleng untuk mewujudkan Program Studi (Prodi) Pendidikan Kedokteran akhirnya berbuah manis.

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai universitas negeri terbesar di Buleleng resmi menerima ijin penyelenggaraan Prodi Pendidikan Kedokteran. Izin tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) izin penyelenggaraan Prodi Kedokteran yang diserahkan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D.,Ak di Auditorium Undiksha Singaraja, Rabu (8/8).

Penyerahan SK juga serangkain kuliah umum yang diberikan oleh Menristekdikti kepada ribuan mahasiswa dengan tema Peran Pendidikan Tinggi di Era Revolusi Industri 4.0. Ditemui usia memberikan kuliah umum, Mohammad Nasir menjelaskan pemberiaan izin penyelenggaraan Prodi Kedokteran di Undiksha ini karena wilayah Bali sangat luas. Sehingga masyarakat Bali Utara yang jumlahnya sangat banyak tidak perlu datang ke Bali selatan hanya untuk menempuh pendidikan Dokter.  “Rasanya tidak cukup hanya di selatan saja. Kita juga harus kembangkan di Bali Utara,” jelasnya.

Ia juga menambahkan tujuan utama dari pemberian izin ini adalah pemerataan kesehatan di Indonesia. Dengan adanya Prodi Kedokteran di Undiksha masyarakat di Bali Utara tidak harus datang ke Bali Selatan untuk menempuh pendidikan dokter. Oleh karena itu, kualitas dan pengembangan harus terus dilakukan. Karena baru, Undiksha perlu bimbingan dari universitas lain yang sudah memiliki Prodi Kedokteran. “Undiksha perlu bekerjasama dan juga mendapatkan bimbingan dari universitas besar lain dari Bali maupun luar Bali,” imbuh Mohammad Nasir.

Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan rasa bahagianya terutama kepada masyarakat Buleleng terhadap turunnya izin penyelenggaran Prodi Kedokteran ini. Hal ini dianggap sangat penting karena Indonesia wilayah timur masih kekurangan dokter. Bagaimana Undiksha melalui Prodi Kedokteran bisa jadi motor penggerak dokter di Indonesia timur. “Mudah-mudahan Undiksha benar-benar bisa menjadi motor penggerak dokter di wilayah Indonesia timur,” ungkapnya.

Mantan Ketua Komisi III DPRD Bali ini mengatakan sebagai kepala daerah mendukung terus apapun keperluan-keperluan dari Undiksha untuk kemajuannya. Karena bagaimana pun juga dengan adanya Prodi Kedokteran ini, research and development nya bisa jalan dan diaplikasikan di Kabupaten Buleleng. Hasil-hasil yang berkualitas dan tenaga kesehatan juga bisa diserap di Kabupaten Buleleng. Rumah Sakit di Buleleng juga bisa menjadi rujukan daerah lain serta Buleleng akan ramai. “Prodi Kedokteran ini tentu sangat membanggakan dan juga bermanfaat bagi Kabupaten Buleleng. Saya akan terus mendukung kemajuan dari Undiksha ini,” ujar Agus Suradnyana.

Sementara itu, menurut Nyoman Jampel, perjuangan memperoleh izin ini sangat panjang. Persiapan Prodi Kedokteran dimulai pada tahun 2005. Pada tahun 2005 dan selanjutnya, Undiksha telah merekrut dokter sebagai tenaga pengajar. Pada tahun 2010 kembali bergerak namun terkendala moratorium. Sehingga pada tahun 2015 pergerakan ini sangat masif dengan fasilitasi dari Pemkab Buleleng. “Proposal telah kita sempurnakan sehingga kita dianggap layak. Untuk mendapatkan izin Kedokteran ini tidak sama dengan prodi-prodi yang lain sehingga pada hari ini kita menerima SK izin penyelenggaraan,” pungkasnya.

Ke depan, Jampel berharap Undiksha mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas di berbagai bidang. “Apalagi prodi Kedokteran ini, kami akan benar-benar menjaring calon-calon mahasiswa yang memiliki passing grade yang berkualitas,” tutupnya. (Wiwin Meliana)

 

Paling Populer

To Top