Inspirasi

Miss Grand Indonesia 2018 Semangati Penderita Kanker

Wajah Nadia Purwoko, Miss Grand Indonesia 2018, sontak penuh haru begitu bertemu dengan anak-anak ceria di Rumah Harapan Valencia Care Foundation di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Wajah anak-anak yang menyambut kedatangannya dan Miss Grand Internasional 2017 Maria Jose Lora dari Peru serta rombongan, begitu sumringah dan penuh semangat. Padahal Nadia tahu bahwa bocah-bocah ini adalah penyandang penyakit ‘berat’ seperti kanker, jantung, dll.

Nadia yang Sabtu (21/7) pekan lalu dinobatkan sebagai Miss Grand Indonesia, pun lantas menyapa anak-anak ini dengan penuh senyum. Tidak hanya itu, dia pun menyempatkan diri bercengkerama dengan mereka. Gadis kelahiran Januari 1992 ini mengaku sangat antusias dan gembira bisa bertemu dengan anak-anak ini. Dia ingin mendukung mereka juga para orangtuanya secara langsung.

“Saya sangat terharu dengan kondisi mereka dan senang bisa membuat mereka bahagia,” ungkap Nadia sembari menyebut aksi sosial adalah salah satu program yang dijalaninya sepanjang mengemban Miss Grand Indonesia.

Melihat anak-anak tersebut, Nadia pun lantas teringat dengan salah satu keluarganya yang anaknya juga menderita kanker. Karenanya dia sangat tahu bagaimana perjuangan anak-anak ini juga keluarganya demi meraih kesembuhan. Keprihatinan yang dirasakan keluarga, juga bisa dirasakan oleh Nadia. “Aku juga memiliki keluarga yang mengalami seperti ini, anaknya terkena kanker. Masih keluarga dekat aku, dari keluarga pihak mama. Aku berharap orangtua agar bersabar dan selalu berdoa bagi kesembuhan anaknya,” ujar anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Nadia juga berharap agar masyarakat juga peduli kepada anak-anak penderita kanker dan penyakit berbahaya lainnya. Untuk  penderita maupun para orangtua, alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini mengatakan, ‘you are not alone’. “Aku berharap orangtua kuat, sabar, dan terus berdoa serta tidak putus harapan dengan cobaan yang ada,” ucap gadis asal Bengkulu ini.

Kunjungan Nadia ini boleh dibilang sebagai kunjungan perdananya seusai meraih gelar Miss Grand Indonesia 2018 pada Sabtu (21/7) malam lalu di Jakarta Convention Center. Setelah meraih gelar bergengsi ini, Nadia harus mempersiapkan diri menghadapi ajang Miss Grand Internasional yang akan berlangsung di Myanmar, Oktober mendatang. Boleh dibilang, waktu persiapannya tidak terlalu banyak yakni hanya sekitar 2,5 bulan.

“Banyak yang harus disiapkan ya seperti fisik, mental, public speaking, dll. Jadwal untuk persiapan padat sekali. Saya akan berusaha sebaik mungkin,” kata Nadia yang sebelum mengikuti ajang Miss Grand Indonesia berkiprah sebagai lawyer di sebuah firma hukum.

Dunia modeling, bukan hal yang baru bagi Nadia yang sejak kecil sudah menyukai fashion. Nadia yang menghabiskan masa kanak-kanaknya di kampung halaman, mulai aktif mengikuti kompetisi modeling sejak remaja. Sejumlah penghargaan diterimanya di antaranya tahun 2010 lalu, ia berhasil memenangi kontes ‘Abang-None’ Jakarta Selatan 2010 dan Harapan II None Jakarta 2010.

Menurut Nadia, kebanyakan kiprahnya adalah di dunia modeling dan baru kali ini mengikuti beauty peagent. Karena itu untuk ajang beauty peagent internasional dia harus mempersiapkan diri secara intens.  Terlebih lagi prestasi Indonesia di ajang Miss Grand Internasional tergolong bagus.

Tahun 2016 misalnya, Miss Grand Indonesia Ariska Putri Pertiwi berhasil menyabet gelar Miss Grand Internasional. Tahun lalu, meski tidak berhasil meraih gelar tersebut, namun peserta Indonesia tidak pulang ‘kosong’. Dea Goesti Rizkita berhasil menyambet dua penghargaan khusus salah satunya adalah ‘Best National Costume’, serta mencapai 10 besar.

Dengan prestasi Indonesia yang lumayan bersinar di kancah Miss Grand Internasional itu, merupakan tantangan tersendiri bagi Nadia yang diharapkan bisa mencapai hasil yang baik di Myanmar pada Oktober mendatang. “Insya Allah optimis,” tegas Nadia seraya berjanji  akan berupaya maksimal dalam ajang tersebut. (Diana Runtu)

To Top