Bugar

Penuhi “Tangki Cinta”

Tahukah Anda apa sebenarnya yang paling dibutuhkan seorang anak? Saya sering mengajukan pertanyaan ini kepada peserta seminar parenting. Jawabannya cukup beragam.  Demikian diungkapkan Evi Wirayanti, S.Psi., Psikolog, C.Ht.

Menurut  Pendiri Yayasan Kalyanamitta Bali da Pendiri sekolah PAUD Vidya Karuna ini, yang paling dibutuhkan anak, ada yang menjawab kasih sayang, makanan, dan kebutuhan pokok untuk bisa bertahan hidup, perhatian, waktu yang berkualitas, mainan dan hadiah, fasilitas yang nyaman bagi anak dll. “Semua jawaban itu tidak ada yang salah. Orangtua menjawab tentu berdasarkan dari pengalaman hidupnya sebagaia ank maupun sebagai orangtua.  Namun, ada jawaban yang paling tepat. Jawabannya rasa aman,” kata Evi Wirayanti.

Konsultan dan hipnoterapis ini menegaskan, rasa aman yang dimaksud, bukannya  si anak harus dijaga 24 jam oleh babysitter atau kamera CCTV , namun, rasa aman karena anak merasa dicintai orangtuanya.  “Anak yang merasa dicintaii orangtuanya akan terlihat jelas, biasanya meerka adaalah anak yang ceria, percaya diri, patuh pada orangtua, berani eksplorasi dunia sekitarnya, rasa ingin tahu yang tinggi, dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Bagaimana bila anak merasa tidak aman? Jawabannya adalah muncul rasa cemas. Indikasi kecemasan ada banyak dan  mudah terlihat, biasanya munmcul perilaku suka marah, emosi labil dan mudah meledak, suka memukul, suka melawan, perilaku agresif secara tindakan maupun ucapan, rewel, cengeng, mogok dl..

Menurutnya, yang menyebabkan anak merasa tidak aman karena tangki cintanya kosong.  “Saya yakin anda pasti pernah melihat tangki air terisi penuh, kemudian digunakan mandi, memasak, menyiram, apa yang terjadi? Air di dalam tangki akan berkurang, hingga ketika air sudah mencapai di satu batas akhir, otomatis mesin penarik air akan menyala dan menarik air untuk mengisi  tangki air kembali dan seketika mesin itu bekerja biasanya mengeluarkan suara yang cukup keras. Demikian juga tangki cinta anak,” jelas perempuan yang akrab disapa Evi ini.

Sifat tangki cinta sangat unik. Pertama tangki cinta anak harus disii setiap hari oleh orangtuanya. Kedua, tangku cinta ini bisa bocor ketika anak ditegur, diejek teman, dan penyimpangan perilaku adalah indikasi isi tangki sudah mencapai batas kritis minimal. Ketika, tangki cinta bisa diisi penuh dan meluap keluar. “Jadi ketika anak Anda mulai berulah, adalah indikasi tangki cintanya mulai di ambang kritis minimal. Seringkali orangtua kurang memehami anak, ketika anak mulai rewel dan berulah, reaksi pertama orangtua adalah memarahi anak,” kata Evi.

Ini bagaikan lingkaran penderitaan. Ketika anak merasa ditolak dan mereka akan berulah untuk mendapatkan perhatian, orangtua merasa terganggu, dan yang diperoleh anak adalah kemarahan oangtua dan orangtua juga menolak memberikan perhatian dan cinta. Anak merasa semakin ditolak dan semakin berulah dan orangtua semakin marah dan semakin menolak memberi perhatian pada anak. Biasanya, ketika orangtua sudah tidak tahan, mereka akan menemui guru, psikolog, terapi anak, untuk menyelesaikan perilaku anakya yang sudah tidak bisa mereka atasi.

Ia mengatakan, ada cara mudah untuk mengubah perilaku menyimpang anak, yaitu dengan mengisi penuh tangki cintanya setiap hari. “Hal lain perlu Anda ketahui tentang bahasa cinta anak Anda,” imbuhnya.

Di Buku Lima Bahasa Kasih karya Garry Chapman seorang anak menerima cinta melalui 5 cara:

  1. Waktu yang berkualitas. Waktu berkualitas artinya waktu dimana kita benar-benar ada dan memperhatikan anak dengan sepenuh hati. Luangkan 15 menit saja dalam satu hari  untuk menemani anak Anda.  Anda tidak mengerjakan  hal lain, Anda tidak memikirkan hal lain, Anda benar-benar ada untuk buah hati Anda. Lakukan hal ini secara rutin, dan amati perubahan pada buah hati Anda.

2.Kata-kata positif atau pujian dan dukungan. Jika hasil kerja Anda dipuji dengan tulus oleh orang lain, bagaimana perasaan Anda? Tentu merasa senang. Demikian juga anak-anak. Mereka memerlukan pujian yang tulus dan dukungan dari orangtua mereka. Pujian yang tulus dan spesifik membuat anak cenderung mengulangi perilaku positif yang dipuji tersebut. Misalnya, Wah hebat, hari ini Budi makan dengan rapi dan bersih. Atau Papa tahu kamu sudah berusaha menegrjakan tugas ini, kamu luar biasa, Nak.

  1. Sentuhan fisik. Anak sangat membutuhkan sentuhan fisik baik itu berupa elusan di kepala, ciuman sayang, belaian sayang, pelukan erat.

Seorang terapis keluarga Virginia Satir mengatakan, setiap hari kita membutuhkan 4 pelukan untuk bertahan hidup, 8 pelukan untuk hidup sehat, dan 12 pelukan untuk bertumbuh, awet muda, dan baagia.

  1. Pelayanan. Yang dimaksud pelayanan adalah kita membantu anak melakukan sesuatu. Bukan berarti kita menjadi pelayan yang harus menegrjakan semuanya untuk anak. Kita membantu anak melakukan sesuatu yang belum bisa dilakukannya secara mandiri. Misalnya, saat anak belajar kita membuatkan minuman segar untuknya, Pelayanan ini tentu dalam batas kewajaran dan bukan untuk membuat anak manja atau malas melakukan segala sesuatu secara mandiri.
  2. Pemberian hadiah. Pemberian hadiah bukan berarti memberikan hadiah yang mahal, membelikan mainan atau apapun yang diminta anak. Pemberian hadiah bisa berupa membuatkan makanan kesukaan anak, memberikan benda-benda kecil dan sederhana dan diberikan secara tulus.

Kita semua memiliki kelima bahasa cinta ini, namun, perbedaannya adalah mana yang dominan pada diri kita. Untuk mengenali bahasa cinta anak yang paling dominan adalah dengan memperhatikan apa yang anak ucapkan saat ia mengungkapkan perasaan sayang ke orang disekelilingnya. Perhatikan apa yang paling sering dikeluhkan anak.  Ketika anda mengenali bahasa cinta anak Anda, akan semakin mudah anda memenuhi tangki cintanya dan membuat ia merasa dicintai orangtuanya. Orang dewasa mampu mengisi tangki cintanya sendiri dengan banyak tehnik, sedangkan anak-anak belum mampu mengisi tangki cinta anak setiap hari. (Wirati Astiti)

Paling Populer

To Top