Sosialita

AA Sagung Diva Wastuningtyas: Perias Termuda yang Dibentuk Lingkungan

“Proses tak pernah membohongi hasil”. Demikian halnya dengan predikat “Perias Pengantin Bali Termuda se-Indonesia” yang disandang Sagung Diva Wastuningtyas,  September 2015 lalu, di usianya yang baru 13 tahun. Saat itu, piagam diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP Katalia (Asosiasi Ahli Tata Rias Pengantin Modifikasi dan Modern) Ibu Hj. Kun Mulyono, S.E., M.M.

Tak heran, karena saat itu, Sagung Diva sapaan akrabnya, sudah berhasil mengantongi Sertifikat Uji Kompetensi Modifikasi Rias Pengantin Bali  dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Setelah sebelumnya, tepatnya Mei 2014, ia sudah mengantongi Sertifikat Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Bali Agung dari Lembaga Sertifikasi  Kompetensi (LSK).

Apa yang sudah diraihnya itu, tentu bukan merupakan sesuatu yang instan. Ibaratnya kertas putih yang masih kosong, remaja kelahiran 16 tahun silam ini pun akhirnya dibentuk oleh lingkungan.

“Sejak kecil, dari bangun tidur saya sudah melihat orang merias, pulang sekolah juga melihat orang merias, setiap saat melihat orang merias. Karena, lingkungan saya semua perias. Memang, Ibu terus mengarahkan agar saya memiliki suatu keterampilan,” ujar Sagung Diva.

Ibundanya, Ibu Agung menuturkan, sejak umur 4 tahun, Sagung Diva sudah mulai dengan hobi corat-coretnya. “Mulai dari sering melihat, saat duduk di bangku kelas 5 SD akhirnya Sagung Diva sudah ikut uji kompetensi Tata Rias Pengantin Bali Agung dari Lembaga Sertifikasi Indonesia (LSK) dan tercatat menjadi ‘perias termuda’ di Indonesia,” kisah pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, TUK Agung, dan PKBM Agung ini.

Karena itu pula, Sagung Diva kerap diundang untuk demo merias hingga ke luar negeri, disponsori Viva Cosmetics. Di waktu senggangnya dan saat hari libur sekolah, putri kedua Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M. dan I Gusti Ngurah Agung Ardana dari Puri Agung Tabanan ini juga kerap turun tangan turut mendemontrasikan keterampilannya merias di depan peserta didik kursus tata rias  di LKP Agung.

Demikian halnya ketika LKP agung yang bekerjasama dengan WHDI Provinsi Bali, Kelompok Media Bali Post, dan Viva Cosmetics mengadakan roadshow pelatihan tata rias gratis ke daerah-daerah, Sagung Diva juga ikut demo merias. Hal ini dikatakan Ibu Agung, sekaligus untuk memberi motivasi bagi generasi muda lainnya agar mengisi waktu dan membekali diri mereka dengan keterampilan tata rias atau keterampilan lainnya. “Semakin ke depan, teknologi semakin canggih, persaingan semakin ketat, jika tidak memiliki keterampilan kita akan tergilas. Jadi kuasailah satu keterampilan sampai benar-benar kompeten,” ujar Bu Agung.

Predikat “Perias Termuda” Adalah Bonus

Dengan kompetensi yang ia miliki, tak hanya demo merias, Sagung Diva juga kerap berkesempatan merias ibu-ibu pejabat pusat yang sedang berkunjung ke Bali. Pengalaman yang mungkin tak bisa dirasakan semua remaja seusianya. “Bangga pastinya. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya sampai sejauh ini. Apalagi Ibu terus men-support saya sehingga saya lebih bersemangat. Selain belajar dari Ibu dan mbok-mbok instruktur di LKP Agung, saya juga belajar dari tutorial di youtube,” ungkapnya.

Dengan predikat “perias termuda” itu pula, Sagung Diva bahkan sempat diundang ke Hongkong oleh Konsulat Jenderal RI di Hongkong bersama DPP Katalia serangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI, Agustus 2016. Di Victoria Park, Hongkong, ia tampil demo merias di depan ratusan TKW Indonesia, sekaligus juga ikut menari Legong Keraton bersama Ibu Asiawati Oka (istri Gubernur Bali periode tahun 1988-1998) dan Ibu CIA Pemayun (istri Sekda Bali periode tahun 2008-2018). “Predikat perias termuda ini adalah bonus atas apa yang saya tekuni selama ini. Ada perasaan bangga juga sih, karena dengan skill saya ini saya bisa kenal banyak orang,” ucapnya tersenyum.

Tak puas sampai disitu, Maret 2018 diam-diam Sagung Diva ingin kembali membuktikan kompetensinya dengan mengikuti “Navagreen Make Up Competition” dan akhirnya berhasil menyabet Juara Favorit. Prestasinya ini sontak membuat ibundanya kaget sekaligus bangga karena ia tak tahu-menahu tentang keikutsertaan putrinya dalam kompetisi tersebut. “Saya ingin membuat Ibu bangga dan membuktikan kepada Ibu bahwa saya mampu,” ujar siswi kelas XI SMAN 1 Denpasar, yang memiliki suara merdu dan juga pintar membuat aneka camilan ini.

Hanya satu harapan Ibu Agung, kelak Sagung Diva bisa meneruskan apa yang sudah dirintisnya sejak 39 tahun silam itu. Melestarikan adat dan budaya  Bali dalam bidang Tata Rias dan Busana Adat Bali. Sampai saat ini sudah tercatat di buku induk sebanyak 10.029 peserta didik yang terdaftar mengikuti kursus di LKP Agung, sejak berdiri sampai sekarang.

Karena itu, sebagai wujud komitmennya terhadap pelestarian tata rias dan busana adat Bali, Ibu Agung memberikan diskon 50% untuk Kursus Tata Rias yang meliputi Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin. Info lanjut, silahkan menghubungi Sekretariat LKP Agung. Jalan Anggrek 12 Kreneng-Denpasar, dan Jalan WR Supratman 303A Tohpati- Denpasar. Telepon 0361-231985, 233850, 0811393602.  –inten

Paling Populer

To Top