Woman on Top

Dra. Ni Nengah Sumaratih, M.Pd: Guru Berprestasi Harus Mampu Memotivasi

Guru memiliki tugas utama sebagai seorang pengajar di sekolah. Di samping tugas utama itu, guru juga dituntut membuat publikasi ilmiah sesuai dengan aturan baru yang diberlakukan pemerintah. Karya inovatif yang dibuat sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan kenaikan pangkat. Semakin tinggi golongan atau kepangkatan tenaga pendidik, kewajiban membuat publikasi ilmiah semakin bertambah. Sayangnya, aturan ini membuat  guru meradang, banyak tenaga pendidik di beberapa daerah terganjal naik pangkat karena tidak bisa menulis karya ilmiah.

Tidak demikian yang dirasakan oleh Dra. Ni Nengah Sumaratih, M.Pd., yang merupakan salah seorang guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Singaraja. Baginya seorang yang berprofesi sebagai pendidik tidak hanya bertugas menyiapkan bahan ajar tetapi juga membuat karya-karya inovatif yang bermanfaat untuk dunia pendidikan. “Menulis bukan semata-mata untuk memenuhi administrasi tetapi juga untuk memberi vibrasi positif kepada pembaca, guru lain dan siswa,” ungkapnya.

Bertahun-tahun menjadi seorang guru, rupanya membuat perempuan kelahiran 24 Maret 1964 tersebut telah banyak membuat tulisan-tulisan ilmiah yang mengantarkannya menerima berbagai penghargaan dan prestasi. Salah satunya ia dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Widya Kusuma Provinsi Bali tahun 2015 pada jenjang pendidikan SMA. “Saya dianggap memenuhi kriteria untuk mendapatkan penghargaan tersebut, ya tentu ini hasil dari saya menulis selama ini. Bahkan beberapa kali saya mengikuti program pertukaran ke berbagai Negara,” ungkap perempuan yang lolos pada program Teacher’s Exchange pada tahun 2007 ini.

Menyandang gelar guru berprestasi bukanlah hal yang mudah baginya. Ilmu pengetahuan yang ia dapat serta prestasi yang dimiliki tidak hanya untuk digunakan sendiri, tetapi juga harus mampu memotivasi rekan-rekan sesama guru di sekolahnya untuk ikut berprestasi juga. Perempuan yang akrab disapa Sumaratih ini mengatakan guru berprestasi juga harus mampu membawa siswanya berprestasi pula. “Seorang guru tidak hanya berbuat untuk diri sendiri, yang paling penting seorang guru harus mampu membawa siswa didiknya berprestasi dengan membina siswa untuk mengikuti berbagai perlombaan baik tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Sumaratih juga menegaskan untuk menjadi guru yang profesional ada empat kompetensi dasar yang harus benar-benar dipahami seorang guru. Sebagai seorang model bagi siswa, guru harus memiliki Kompetensi Kepribadian artinya guru memiliki karakter yang baik. selain itu guru juga harus menguasai Kompetensi Sosial, Pedagogik dan Profesional. “Empat kompetensi ini harus melekat dalam diri guru,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

To Top