Sudut Pandang

Waspadai Microsleep saat Berkendara

dr. Desak Ketut Indrasari Utami, Sp.S.

Bagi yang berkendara jarak jauh, berhati-hatilah. Jika Anda lelah sebaiknya beristirahat sejenak.  Sebelum perjalanan pastikan Anda dapat tidur malam dengan kualitas cukup baik. Jangan sampai terkena microsleep. Apa itu microsleep?

Menurut dr. Desak Ketut Indrasari Utami, Sp.S.,  microsleep atau tidur sesaat atau orang Bali biasa menyebutnya nyeriyet, bisa saja terjadi bagi Anda yang sedang kelelahan atau kurang tidur.  “Kondisi microsleep adalah kondisi tertidur sesaat yang tidak direncanakan. Ada saat tertentu di mana areal otak mengalami  hilang kewaspadaan beberapa saat yang memicu  microsleep,” ujarnya.

Salah satu dampak dari kekurangan waktu tidur adalah rasa lelah atau mengantuk di luar waktu istirahat. Saat hal ini terjadi, otak masih merasakan kelelahan namun tetap bertahan agar kita tetap terjaga. Akibatnya kita dapat mengalami microsleep atau tertidur secara tiba-tiba namun hanya dalam waktu yang sangat singkat.

Ia mengatakan, kondisi microsleep bisa terjadi  saat berkendara sepeda motor, mobil, kereta api, pesawat, saat mendengarkan kuliah, atau sedang melakukan pekerjaan yang monoton. Biasanya, supir-supir yang sibuk mengantar barang atau penumpang, rawan terkena microsleep karena kurang istirahat. “Jika microsleep terjadi  karena  kelelahan atau kurang tidur, hal ini tentu normal. Namun, jika bukan karena kelelahan atau kurang tidur dan kejadian microsleep terjadi berulang-ulang, tentu perlu diwaspadai. Biasaya ada penyakit yang mengikutinya,” ujar dosen FK Unud/RS Sanglah ini.

Dalam keadaan normal, otak dapat menangkap dan memproses berbagai stimulus, sedangkan jika mengalami kelelahan terjadi penurunan konsentrasi sehingga fungsi ini menjadi lebih terbatas terhadap stimulus yang lebih kuat. Itulah sebabnya pekerjaan yang monoton akan lebih mungkin menimbulkan rasa kantuk terutama saat kekurangan waktu tidur.

Hal ini tentu saja akan sangat berbahaya saat kita kehilangan kesadaran saat sedang mengendarai kendaraan karena tidak dapat mengontrol arah dan laju kendaraan. Pada kenyataanya, tertidur saat sedang berkendara adalah penyebab umum kecelakaan lalu lintas.

Perempuan yang sedang menempuh pendidikan S-3 di FK UGM Yogyakarta Bagian Sleep Disorder ini menyarankan,  untuk mencegah microsleep, saat akan berkendara jarak jauh, usahakan kondisi fit. Artinya, kondisi tubuh  optimal secara fisik dan cukup tidur malamnya, sesuai kecukupan tubuh kita.

Dari penelitian menyebutkan,  lampu blue light sangat bagus ditempatkan di dashboard mobil, dan akan menyala saat malam hari. Cahaya lampu ini  akan menekan hormon melatonin, hormon yang merangsang tidur. Selain itu, carilah jalan yang terang.  Seperti contoh rumah sakit   selalu memancarkan sinar cahaya lampu sangat terang, agar petugasnya bisa terjaga.

Ia menyarankan, kalau lelah saat berkendara, sebaiknya istirahatkan badan. Lakukan gerakan fisik meregangkan badan atau menghidupkan musik yang keras. Di daerah perempatan Renon, ada jalan yang bergerigi, tujuannya agar pengendara bisa terjaga jika mengantuk. (Wirati Astiti)

To Top