Sosialita

Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App. Sc.: Hasilkan Produk Bali Qefir

Berbekal hasil penelian saat masih bertugas menjadi dosen di Fakultas Peternakan Unud, Dr. Ir. Ketut Suriasih, M.App. Sc. mencoba membuat suatu produk yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat dan kecantikan.

“Kebetulan dulu saya bertugas di bagian yang berhubungan dengan susu. Dan hasil penelitian saya adalah produksi susu. Mulai dari mengambil susu dari ternak sampai mengolahnya menjadi minuman, makanan, seperti yogurt, susu asam (kefir), atau keju. Untuk mengisi waktu pensiun ini, saya mencoba memanfaatkan hasil penelitian saya dengan olahan susu yaitu kefir,” ungkapnya.

Dari penelitiannya itu, Ketut Suriasih tahu betul manfaat kefir sangat banyak untuk kesehatan. Di antaranya, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah obesitas, serta mencegah atau mengurangi diare. Jika dibandingkan dengan susu asam lain seperti yogurt atau sebuah merek susu prebiotik, kefir ini mengandung mikroba yang menguntungkan jauh lebih banyak. Kalau yogurt hanya mengandung dua mikroba yakni Lactobacilus bulgaricus (Lb) dan Streptococcus thermophilus (St), sementara kefir mengandung Lactobcillus kefiranofacien, Lactobcillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, Lactobcillus casei, dllSebagai produk probiotik, kefir mempunyai kandungan nutrisi yang sangat potensial, seperti senyawa peptida bioaktif, exopolisakarida dan bakteriosin, vitamin, enzim, asam laktat, asam asetat, asam lemak, karbohidrat, mineral dan mengandung mikroba probiotik BAL.

Kefir merupakan minuman dengan rasa sedikit asam yang menyegarkan, hasil fermentasi susu, mengandung senyawa karbon CO2, sehingga menimbulkan rasa bersoda, dengan aroma dan rasa tape “ragi” dan konsistensi seperti krim. Raginya ini berfungsi untuk mengubah asam yang dibentuk oleh mikroba bakteri tadi menjadi alkohol sedikit yang hanya 0,05%. Dengan kandungan alkohol 0,05% sudah membuat kefir itu menjadi minuman yang membuat rasa hangat dan bertenaga. “Jadi orang minum kefir untuk menjaga dan meningkatkan stamina tubuh,” jelas istri dari Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, MP ini.

Ada testimoni dari seorang sopir yang setelah rutin minum kefir, badannya tetap segar setelah melakukan perjalan Bali-Banyuwangi. Tidak capek lagi seperti dulu.

Suplementasi kefir  dikatakan memiliki potensi  menurunkan kadar gula di dalam darah. Penurunan kadar gula darah ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa senyawa bioaktif yang terkandung di dalam  kefir di antaranya, eksopilisakarida, antioksidan, peptide dan sifat memicu peningkatan imunitas. “Selain bisa untuk menstabilkan gula darah bagi penderita diabetes, kefir  juga bisa memberikan rasa kenyang lebih lama,” jelasnya.

Karena kefir bersifat asam, bagi penderita maag, bisa menambahkan madu. “Jadi minum kefir selama seminggu diisi madu dulu, sesudah itu akan biasa, malahan menjadi obat maag,” ujar Ketut Suriasih.

Ia juga memproduksi kefir dengan pilihan varian rasa stroberi bagi mereka yang tidak suka asam. “Masa fermentasinya diperpendek sehingga tidak terlalu asam. Asam dalam kefir inilah yang justru berperan banyak membunuh maupun menghambat pertumbuhan bakteri patogen,” jelasnya.  Sementara untuk vegan, Ketut Suriasih memproduksi koko kefir yang merupakan fermentasi dari air kelapa murni. —ten

Paling Populer

To Top