Bumi Gora

Temu Kangen dan Aksi Sosial saat Lebaran

Reuni kelas mewarnai reuni perak Alumni SMAN 1 Bima. Tampak Irji’i (mengangkat tangan belakang) bersama rekan-rekannya kelas 1-1 setelah 27 tahun berpisah

Momen Lebaran Idul Firtri biasanya dimanfaatkan juga dengan kegiatan silaturahmi yang terbingkai dalam reuni dan juga Halal Bi Halal. Selain bersilaturahmi saling mengunjungi antar keluarga, sahabat dan para tetangga, juga menjadi waktu yang paling pas untuk berkumpul dengan kawan-kawan seangkatan dalam reuni-reuni yang digelar di sekolah-sekolah.

Reuni antar kawan sekolah ini biasanya menjadi salah satu momen yang paling ditunggu mengingat waktu perpisahan yang panjang sejak mereka meninggalkan kampung halaman untuk melanjutkan studi ke luar daerah. Waktu perpisahan itu diperpanjang lagi dengan sebagian melanjutkan kehidupannya dengan bekerja di luar daerah yang menyebabkan mereka jarang bisa pulang kampung (mudik) untuk berkumpul keluarga dan para sahabat.

Maka momentum lebaran adalah waktu yang paling pas untuk temu kangen dengan kawan seangkatan. Apalagi, belakangan ini komunitas-komunitas yang terbentuk dari alumni-alumni SMP dan SMA bahkan dalam komunitas yang lebih akrab lagi yakni alumni per angkatan sekolah. Fenomena ini terjadi di mana-mana, termasuk pula di Bima Nusa Tenggara Barat.

Pada momentum Idul Fitri 1439 H tahun 2018 ini, sejumlah alumni sekolah baik SMP maupun SMA di Bima menggelar temu kangen yang menghadirkan suasana yang begitu ‘heboh’. Kaget dan tidak percaya mewarnai pertemuan tersebut. Salah satunya reuni alumni angkatan 1993 SMA Negeri 1 Bima yang digelar di aula SMA Negeri 1 Bima beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri lalu. Ratusan orang hadir dalam pertemuan bertajuk reuni perak setelah 25 tahun mereka berpisah itu. Uniknya, selaku Ketua Panitia Reuni Perak ini, Irji’i Jayadi, Irji’i tidak membatasi komunitasnya sebatas mereka yang lulus bersama di SMA Negeri 1 Bima di tahun 1993, melain ada dari SMA lainnya yang pernah bersekolah kelas 1 ataupun kelas 2 di SMAN 1 Bima yang bersama-sama dengan angkatan ini (namun pindah sekolah karena berbagai alasan) pun turut menjadi bagian dari komunitas dan reuni ini.

Dalam reuni ini, selain mereka membawa ‘bendera’ masing kelas dan jurusan, mereka juga berkumpul dengan kawan-kawan sekelas ketika mereka mulai masuk SMA ini. Itulah sebabnya momen ini menjadi kehebohan tersendiri ketika mereka kemudian bertemu kembali, seperti yang dialami angkatan 1993 SMAN 1 Bima kelas 1-1. Praktis 27 tahun mereka tidak bertemu dan saat itu bertemu dalam suasana yang mengharukan sekaligus membahagiakan. Selaku ketua pantia acara ini, Irji’i berinisiatif ‘mengenalkan’ kembali rekan-rekannya yang terlihat saling pangling satu sama lain. Dan momen yang paling menggembirakan adalah ketika mereka yang telah berseragam kaos alumni itu tiba-tiba histeris saling berpelukan. Suasana khas temu kangen ini pun begitu bermakna dalam acara yang juga menghadirkan para guru dan wali kelas yang sudah pensiun juga tampak sudah sepuh. Momen lain yang khas dalam tiap tenunkangen rejni seperti ini adalah komunikasi yang terjalin saling bertanya beberapa hal seperti; tinggal di mana, kerja di mana, punya anak berapa dan lainnya. Tidak lupa selalu disambung dengan berbagi nomor kontak bahkan tidak jarang ada yang membuat grup media sosial untuk berkomunikasi lebih intensif dengan sesama rekannya ini. Reuni memang mampu menghadirkan silaturahmi yang lekat dalam nuansa persaudaraan.

Tidak hanya SMAN 1 Bima saja yang menggelar reuni tahun ini melainkan juga ada alumni SMPN 1 Bolo angkatan 1989 juga sempat bertemu melaksanakan temu kangennya di sekolah tersbut. Ada pula alumni lainnya bahkan tahun angkatan 1980an menghelat kegiatannya di SKB Bolo dan juga beberapa komunitas angkatan sekolah lainnya di Bima.

Yang lebih unik lagi adalah pertemuan tidak resmi dari alumni angkatan 1993 SMA Sila di Kecamatan Bolo. Komunitas ini menjadi berbeda dengan komunitas lainnya, karena mereka tidak mengkotakkan diri pada hanya alumni SMAN Sila saja, melainkan seluruh alumni SMA tahun 1993 di Kecamatan Bolo, baik itu dari SMAN Sila, SMA PGRI Bolo, SMA Muhamadiyah Bolo dan SMA lainnya pun bisa bergabung di alunmi yang yang dibentuk dengan nama Forum Komunikasi (Forkom) Alumni 1993 ini. “Forum ini adalah forum kita bersama tempat kita berkumpul sesama alumni SMA tahun 1993, tidak hanya yang berasal dari SMAN 1 Sila melainkan juga dari rekan-rekan kita yang lainnya dari SMA Muhamadiyah, SMA PGRI dan lainnya,” ujar Jaidin, sekretaris forum ini. Heryanto, ketua forum ini juga mengungkapkan bahwa forum ini dibentuk sebagai wadah silaturahmi dan tempat berbagi kepada sesama bagi angkatan ini. Selain bertemu untuk bersilaturahmi, forum ini juga kerap menggalang sumbangan khususnya kepada anggota alumninya untuk membantu mereka yang membutuhkan bantuan seperti mereka yang sakit parah dan lainnya di Kecamatan Bolo. Aksi sosial ini dilakukan oleh forum ini untuk membuat komunitas mereka menjadi lebih memiliki arti. Forum Komunikasi Alumni 1993, hadir tidak hanya semata untuk tujuan temu kangen, melainkan berusaha untuk selalu bisa melanjutkan aksi sosial yang selama ini mereka lakukan

Lekatnya silaturahmi memang terlihat dari komunitas Forkom ini. Pada momentun lebaran kali ini, mereka memang tidak menggelar reuni dengan acara resmi melainkan selama usai Idul Fitri lalu mereka intens bertemu beberapa kali untuk lepas kangen. Bahkan setiap ada kesempatan adalah momen silaturahmi bagi para alumni angkatan ini yang tahun ini kebetulan banyak dari mereka yang tinggal di luar Bima yang pulang kampung ke Sila. Termasuk pula pertemuan di acara pernikahan yang mereka hadiri bersama.

Puncak dari pertemuan silaturahmi mereka ini terjadi dengan sederhana di sebuah lokasi yang mereka sebut sebagai kebun. Mengisahkan ‘kenakalan-kenakalan’ masa sekolah menjadi bagian dari pertemuan silaturahmi ini. Forkom ini tidak menggelar acara sekali reuni lalu bubar, melainkan tengah merintis untuk sebuah komunitas yabg lebih dari hanya sekedar tenu kangen saja, lebih kepada bagaimana agar silaturahmi mereka bisa terjalin lebih luas dan lebih bermakna lagi.Kini, mereka bersepakat untuk mempersiapkan sebuah acara temu kangen yang lebih terorganisir pada tahun 2020 mendatang. (Naniek I. Taufan).

 

To Top