Pelesir

Filipina Rasa Eropa

Mungkin saat ini masih jarang orang yang pernah berpikir untuk berlibur ke Filipina, mengingat Filipina tidak sepopuler negara tetangga lainnya seperti Malaysia , Singapura dan Thailand. Padahal negara ini memiliki banyak destinasi menarik. Mulai dari gereja tua dengan asitektur vintage –nya hingga tempat ngopi yang keren bernama ‘o/o Arabica’.

Kita mulai dari salah satu wisata sejarah di Filipina yang ramai dikunjungi wisatawan, yaitu Intramuros.  Kawasan Intramuros juga sering di sebut dengan wisata Kota Tua, kota saksi sejarah.Di sana berdiri gereja San Agustin, gereja tua yang megah dan besar. Bukan itu saja, di wilayah intramuros ini juga bejajar  bangunan bersejarah lainnya.

Seperti yang ada di seberang Gereja San Agustin, ada Museum Casa Manila. Museum ini peninggalan sejarah, dan di dalamnya terdapat benda –benda bersejarah yang asli. Di sini selain indah di dalam, di luar museum pun tak kalah keindahannya. Bahkan menariknya, hampir semua sudut yang ada di kawasan Intramuros sangat instagramable. Hanya saja, jika kita ingin mengelilingi intramuros memerlukan waktu yang cukup lumayan yakni 5 hingga 6 jam

Bangunan lama lain yang unik dan indah , yakni keberadaan University of Santo Tomas. Walau berada di Filipina, arsitektur gedungnya mirip bangunan yang bergaya vintage Eropa. Karenaya, tak heran jika kampus ini juga menjadi salah satu incaran wisatawan, sebab di sini mulai dari pintu masuk hingga di dalam arealnya sangat banyak ditemukan spot-spot yang menarik untuk melakukan pemotretan.

Bicara wisata sejarah ada lagi yang bernama Pinto Art Museum. Karena museum ini tergolong dibangun belum lama , maka sepertinya sejak awal sudah disiapkan sudut-sudut yang sangat instagramable. Selain Pinto satu lagi museum yang menarik, untuk di datangi, yakni Museum Nasional Filipina. Museum dengan eksterior yang megah ini, menyimpan sejarah perjuangan dan tempat dipajangnya produk budaya asli, sebagai benda peninggalan nenek moyang masyarakat Filipina.

Naik Gondola di Mal

Setelah jalan-jalan di berbagai wisata sejarah di Filipina. Rasanya belum komplit jika kita belum mengelilingi Makati City, kota yang keberadaannya disebut-sebut sebagai wilayah penyangga Manila dan merupakan pusat perekonomian Filipina. Di sinilah letaknya  perkantoran serta pusat perbelanjaan. Di Makati City, kita bisa mengunjungi Ayana Triangle Gardens, salah satu taman n terbaik yang terletak di sentral bisnis ini lengkap dengan fasilitas free wifi.

 

Selain itu di Makati juga kita bisa mencoba menyeruput ‘caffe latte’,   di “o/o Arabica” , satu-satunya waralaba dari Jepang yang ada di Filipina. Dengan ruangan sedang dan dekorasi dari kayu ringan, termasuk mesin kopinya yang beraksen kayu khas Arabica. Selanjutnya dilengkapi langit-langit tinggi serta cahaya alami menjadikan resto minimalis ala Jepang menarik. Resto ini tergolong bergengsi dan menjadi referensi untuk pecinta kopi di Filipina. Pilihan tempat berikutnya yang cukup unik adalah ‘Venice Grand Canal Mall’ , di Taguig City. Mal ini menghadirkan nuansa ‘Venice, Italia, Sebab, selain tempat berbelanja dan berbagai resto, ditengahnya ada sungai buatan lengkap dengan Gondola,  yang bisa kita naiki mengeliling mal.

Selanjutnya bicara biaya, untuk pesawat pulang pergi Indonesia – Filipina hampir sama dengan harga tiket Bali- Jakarta. Tentu, bisa lebih murah jika ada promo. Begitu juga untuk biaya makan, tidak berbeda jauh dengan di Indonesia. Salah satu resto fast food  yang terkenal dan perlu di coba adalah ‘Jolibee’, yang bisa ditemui di berbagai tempat. Sementara, untuk urusan tempat menginap, tergantung selera, bagi yang hobi belanja pilih kawasan Makati City, dan mereka yang menyukai wisata historis bisa tinggal di sekitar Ermita atau Malate . (Sri Ardhini)

 

 

To Top