Dara

Karang Taruna Komala Dharma Bakti Aktifkan 2 UEP

Adalah Pradnya Nanda Candra Padmi, saat ini masih tercatat sebagai Ketua  Karang Taruna Komala Dharma Bakti. Ia menjalankan tugasnya bersama seluruh pengurus serta melakukan sinergi dengan Pemerintah, khususnya Kelurahan Padangsambian, dalam mewadahi aspirasi kalangan muda.

Nanda begitu panggilannya, mengatakan Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan di Indonesia, sebagai wadah pengembangan generasi muda nonpartisan. Organisasi ini tumbuh atas kesadaran serta rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat, utamanya generasi muda di wilayah desa atau kelurahan yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial.

Dikatakannya, penduduk di wilayah Padangsambian sebagian besar bermata pencaharian sebagai penjual banten dan penyedia kebutuhan sandang dan pangan. Penduduknya yang heterogen, menjadikan kehidupan semakin kompleks. “Kondisi ini juga mudah memunculkan berbagai kesenjangan sosial akibat tuntutan ekonomi, di samping padatnya permukiman akibat banyaknya pendatang,” terangnya.

Namun, kata Nanda masih kurangnya pemahaman dan kesadaran warga terhadap lingkungan, hingga terjadi pencemaran terutama sampah rumah tangga. Di sinilah Karang Taruna Komala Darma Bhakti harus bergerak. Sebenarnya organisasi sosial ini terbentuk sejak 1986 , namun pada tahun 2015 kembali disegarkan atas partisipasi dan peran aktif Seka Teruna.Dan ketika itulah, Nanda terpilih melalui voting.

Bicara pengalaman, Nanda mengatakan sebenarnya semua yang dilaluinya selama ini punya cerita tersendiri. “Sebab dilihat dari pengalaman yang kami lalui bersama 3 tahun hingga  akan berakhir pada (16/8) nanti. Senangnya kami mengenal satu sama lain dari segala penjuru lingkungan di kelurahan. Sedihnya, setiap kegiatan ada saja kendala kehadiran. Seringkali kami susah mengatur waktu, karena ada yang masih sekolah dan bekerja. Kangennya juga ada ketika kami berbeda pendapat dan begadang bersama untuk persiapan lomba,” tuturnya sembari mengatakan untuk tahun ini mereka berhasil menempati posisi ketiga se-Bali.

Kegiatan Karang Taruna Komala Dharma Bakti, kata Nanda berkonsentrasi dan bergerak dalam pengentasan kesenjangan sosial di masyarakat. Dengan anggota  35 orang, usia 13 sampai 45 tahun, mampu memunculkan ide-ide baru dan menciptakan terobosan di tengah permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Berbagai program sudah dilakukan di antaranya berperan aktif dalam berbagai kegiatan seperti gotong-royong, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan generasi muda, pembinaan mental, hingga program kali bersih yang ada di seputaran Padangsambian.

 

Bangun Usaha Ekonomi Produktif

 Ketika bicara kendala utama, Nanda menyebut soal pendanaan. Namun, katanya hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk berkarya dengan membangun usaha ekonomi produktif  (UEP). “Kami memiliki 2 UEP, yang diaktifkan sejak Januari 2017. Yang pertama,  ‘bank sampah’, yang dikelola langsung oleh pengurus Karang Taruna bekerjasama dengan masyarakat setempat. Masyarakat kami ajak untuk belajar mencintai lingkungan, dengan memilah untuk bisa dilakukan swakelola daur ulang,” ujarnya.

Selain itu UEP ‘bank sampah’, mengajak masyarakat untuk menabung. Bagaimana limbah dan sampah yang ada di lingkungan sekitar berkurang sekaligus menuai rupiah.  Sedangkan UEP kedua, berupa usaha produk sandal,   yang digarap dengan memanfaatkan daur ulang disatukan dengan bahan sandal untuk memperoleh perpaduan yang menarik.

Selain mampu menciptakan terobosan dalam bidang penanganan masalah sosial, Karang Taruna Komala Dharma Bakti juga mampu dan sempat meraih prestasi. Tercatat berhasil meraih juara 2 Lomba Paduan Suara Karang Taruna tingkat Kota Denpasar  2016; Juara 1 Lomba Paduan Suara Karang Taruna Tingkat Kota Denpasar  2017  serta terpilih sebagai Juara 1’ Karang Taruna Berprestasi Kota Denpasar  Tahun 2017.

Selain itu, dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah, pada tahun 2016 Karang Taruna Komala Dharma Bakti berhasil menyelenggarakan “Karang Taruna Festival” tanpa menggunakan dana pemerintah tetapi membangun jejaring dengan pihak-pihak sponsor yang mendukung.

“Kami juga menciptakan sistem kerja yang berbasis kesadaran masyarakat serta menjalin kerjasama dengan jejaring sosial karang taruna dengan skup yang lebih luas dengan moto Sewaka Dharma,” lanjut Nanda.

“Kami Karang Taruna Komala Dharma Bakti Kelurahan Padangsambian, berkomitmen membantu ,melayani kebutuhan masyarakat khususnya pemuda dalam hal pengentasan masalah kesenjangan sosial di wilayah Padangsambian. Selanjutnya berkomitmen menjadi organisasi sosial kepemudaan yang akan terus berkarya sehingga terwujud SDM yang unggul kreatif dan religius,” tandasnya.  (Sri Ardhini)

 

To Top