Sudut Pandang

Nyelonong ke Kebun Salak

Tjok Istri Muter Kusuma Wartati

Ia pernah beberapa kali merasakan ngantuk yang luar biasa hingga tak tertahankan ketika tengah berkendaraan. Akhirnya tanpa sadar, tiba-tiba sudah tertidur. Berita buruknya, hal ini justru terjadi ketika dirinya tengah mengendarai mobil. Namun, ia sangat bersyukur masih dilindungi oleh Yang Maha Kuasa sehingga terhindar dari kecelakaan. Begitu disampaikan Tjok Istri Muter Kusuma Wartati, saat berbincang mengenai microsleep.

Bu Tjok, begitu panggilannya mengakui terjadinya kecelakaan di jalan raya salah satu, adalah dampak dari rasa lelah akibat kekurangan waktu tidur. Kita sering memaksakan diri untuk merasa kuat dan tetap terjaga padahal otak sesungguhnya sudah lelah. Akibatnya kita dapat mengalami kondisi yang disebut microsleep atau tertidur secara tiba-tiba namun hanya dalam waktu yang sangat singkat.

Dikatakannya, pada suatu kesempatan, saat dirinya menyetir mobil pulang kantor, ia merasa ngantuk sekali. Namun, ia mencoba menghilangkan rasa ngantuknya dengan mengonsumsi permen, minum dan menghidupkan musik. “Ternyata semuanya sia-sia.. Sampai tiba di traffic light di Jalan Ahmad Yani, Denpasar, karena lampu merah, saya berhenti. Nah di sini, saya tidak sadar tiba-tiba tertidur. Akhirnya saya dikagetkan oleh suara klakson yang bertubi-tubi dari belakang. Kondisi ini terjadi hanya dalam hitungan detik, konsentrasi saya begitu saja hilang,” tuturnya.

Peristiwa microsleep juga pernah dialami Bu Tjok saat menyetir sendiri, dari Singaraja menuju Denpasar. Ia dilanda rasa gantuk yang sangt berat. Namun, karena keinginannya segera tiba di rumah, ia mencoba meningkatkan semangatanya dengan mendengar musik. Begitu sampai di daerah Luwus , tiba-tiba mobil yang dikendarainya sudah nyelonong ke pagar kebun salak penduduk.

“Itulah efek dari saya mengabaikan rasa lelah dan ngantuk kemudian memaksakan diri tetap terjaga. Risikonya kejadian menyosor kebun orang pun terjadi. Saya benar-benar kembali tidak sadar kalau bakal tertidur sejenak dan tidak tahu apa yang terjadi,” cetus Bu Tjok sembari menambahkan kalau putrinya juga pernah mengalami microsleep usai melakukan jaga malam di rumah sakit dan esok paginya harus kuliah. Rupanya saat bertugas malam, putrinya harus melayani pasien yang cukup banyak, sehingga tidak sempat istirahat dan semalaman tidak tidur.

“Esoknya, saat pulang kuliah dia naik sepeda motor, karena semalam kurang tidur .di jalan ia merasa ngantuk berat. Tanpa dia sadari motornya sudah nyelonong menabrak baliho. Semuanya tidak terduga dan terjadi diluar kontrolnya. Kewaspadaannya saat itu bukan hanya berkurang tapi malah hilang,” lanjut Bu Tjok.

Dengan pengalamannya sendiri dan peristiwa yang dialami putrinya, ia semakin menyadiri kalau kita harus paham bahwa kemampuan otak  ada batasnya. Rasa lelah yang luar biasa ditambah kurang istirahat akan memicu sebagian sel-sel otak untuk berhenti bekerja. Selanjutnya Bu Tjok mengatakan tidak ingin peristiwa yang membahayakan tersebut terulang kembali, Ia pun melakukan, diantaranya jika gejala microsleep datang , harus beristirahat.

Begitu juga kalau ia tengah menyetir kemudian merasa lelah dan ngantuk, Bu Tjok   tidak lagi memaksakan diri untuk terjaga dengan doping apapun. Ia akan memilih menepi untuk beristirahat sejenak. Apalagi ketika bepergian jarak jauh. Baginya, tidak masalah jika harus beristirahat beberapa kali, demi keamanan dan keselamatan. “Intinya jika ingin menghindari microsleep kita harus mencukupi kebutuhan waktu tidur setiap harinya. Kita juga harus ingat bahwa microsleep itu juga menjadi salah satu penyebab kecelakaan,” tandasnya.
Bu Tjok juga mengatakan  akan lebih baik jika bepergian jauh tidak sendiri, namun mengajak teman. Teman yang diajak ini juga diingatkan untuk tidak tidur, sehingga ada yang diajak berbincang. Disamping itu ada yang menegur ketika terlihat ada gejala microsleep, dan jalannya mobil mulai melenceng.  (Sri Ardhini)

To Top