Sosialita

Senam Janger Jelang HUT Emas Perdiknas Siap Melenggang ke Kemenpora

 Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) resmi menerima ‘Sertifikat Hasil Kajian Akademik Senam Janger’, dari Pusat Layanan Publik dan Studi Kesehatan Bidang Olahraga dan Kesehatan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Udayana pada Rabu (6/6), di Ruang Pertemuan dr. AA Made Djelantik FK Unud.

Pada penyerahan hasil kajian oleh Rektor Unud Prof. Dr. dr. AA Raka Sudewi, SpS., (K) tersebut, disampaikan ‘Senam Janger’ telah melalui tahapan kajian akademik dan hasil pemeriksaan, berupa uji laboratorium dan uji lapangan, hasilnya senam ini layak diterapkan. Dalam kesempatan itu pula diperagakan gerakan ‘Senam Janger’ yang dibawakan oleh siswa SMK Teknas dan SMP Nasional Denpasar.

Ketua Perdiknas Denpasar, Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H., M.M. menyatakan bersyukur atas tuntasnya kajian terhadap senam kearifan lokal bernama  ‘Senam Janger’ ini. Dirinya siap melanjutkan pengawalan perjalanan panjang yang masih harus dilalui. Pertama ingin mempatenkan ‘Senam Janger’ dan kemudian melakukan persiapan ‘Senam Janger’ untuk melenggang ke Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI.

Tini Gorda menuturkan, inspirasi ‘Senam Janger, dari Lia, anggota Ikatan Instruktur Senam Bali (IISB) Bali, yang diperkenalkan oleh Selly Rai Mantra  pada  HUT ke- 54 BKOW Bali, saat nonton bareng di Gedung Sewaka Dharma. “Saat itu Lia berbicara tentang ‘Janger’ hanya belum memiliki konsep.   Lia ingin Janger seperti Poco-Poco,” cetus Tini Gorda.

Namun, Tini Gorda menerjemahkannya berbeda. Ia pun sigap dan segera mengajak tim Perdiknas bekerja hingga berhasil di launching –nya ‘Senam Janger ‘pada (1/4). Segera setelah itu, diajukan ke FK Unud. Setelah diterima dalam waktu sebulan, proses berikutnya pun dilaksanakan oleh Tim Layanan Publik Prodi Fisiologi Olahraga FK Unud.

Ada dua tahapan yang dilalui, yakni pertama, uji laboratorium yang mengevaluasi jenis gerakan otot-ototnya, apakah membahayakan atau tidak. Termasuk seberapa mampu menangkap oksigen.Kedua, berupa uji lapangan terhadap beberapa peserta senam sebagai  sample untuk memperagakan senam tersebut. Fungsinya adalah mengukur tingkat kebugarannya. Di sini, ada beberapa gerakan yang diubah dan disempurnakan  agar manfaatnya maksimal.

 

SENAM JANGER UNTUK SEMUA USIA

‘Senam Janger’ ini, kata Tini Gorda merupakan karya inovasi menjelang HUT ke 50 atau HUT Emas Perdiknas pada 17 Pebruari 2019. Sebuah program yang tidak jauh kompetensinya. Bukan hanya itu, ia juga ingin nantinya ‘Senam Janger’ bisa diakui secara nasional, menjadi salah satu olahraga di dalam kurikulum juga   menjadi salah satu ikon Bali. Sebab, “Senam Janger’ juga satu cara mengenalkan budaya dari sisi yang berbeda terutama bagi generasi muda.

“Apalagi ‘Senam Janger’adalah olahraga gembira. Senam dengan gerak dan  senyum, yang dilengkapi harmoni dan dinamisnya musik Janger, sangat terasa ringan dan menyenangkan untuk semua usia. Terutama untuk mengalihkan anak-anak yang hanya berkutat dengan gadget. Karena itu kami ingin mengajukannya ke Kemenpora. Mengingat pula, kajian akademisnya menyatakan ‘Senam Janger’ ini mampu mencapai kebugaran,” papar ketua BKOW Bali ini.

Hasil kajian juga menyatakan dalam ‘Senam Janger’ terdapat gerakan pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan, yang diatur agar tidak membahayakan, dan bisa memberikan manfaat bagi jasmani rohani. “Kalaupun nantinya tidak berlaku nasional minimal di Bali. Ataupun cukup di lingkungan kami Perdiknas. Selama ini  kami juga sudah memiliki Tari Kebesaran, Hymne dan Mars dan akan menjadi makin lengkap dengan adanya ‘Senam Janger Emas’,” tandasnya.

Ni Nyoman Sulasmini, S.Pd., Kepala Sekolah SMK Teknas, menyatakan  “Senam Janger’ ini adalah senam yang bernuansa kearifan lokal. Maka ia juga berharap  senam ini bisa tembus ke Menpora sebagai salah satu senam yang diakui secara nasional. Sebab, disamping ada nuansa budayanya, dari sisi medis pun menyehatkan tubuh. Ke depannya, Perdiknas Denpasar, di bawah kepemimpinan Tini Gorda terus bisa berkarya, menciptakan sesuatu yang baru, yang berguna bagi masyarakat sekaligus turut menyukseskan pembangunan nasional.

Begitu juga di sampaikan Ni Putu Supadmi, S.Pd., Kepala Sekolah SMP Nasional Denpasar. Dengan keluarnya kajian ‘Senam Janger’ dari FK Unud dan siap diajukan Kemenpora ini, sangat tepat sekali jika dimasukan dalam kurikulum, untuk menunjang kurikulum 13 ini. Sebab, “Senam Janger’ merupakan salah satu bentuk olahraga yang dipadukan dengan musik janger sehingga memiliki ciri khas. “Selain itu ‘Senam Janger’ sebagai senam kreasi kearifan lokal juga menjadi salah  satu cara mengenalkan budaya di sisi yang berbeda. Agar generasi muda, khususnya kami di SMP Nasional Denpasar, anak-anak tetap mencintai budaya lokal mereka,” ucapnya.  – ard

 

 

 

 

 

 

 

Paling Populer

To Top