Bunda & Ananda

Kompres Air Hangat atau Dingin?

dr. A.A. Ngr. Gd. Dharmayuda, M.Kes.

Anak paling rentan mengalami demam. Selain memberikan obat penurun demam, para orangtua juga yang melakukan pengompresan. Ada dua versi yang selama ini masih menjadi tanda tanya, yang benar itu mengompres memakai air hangat atau justru air dingin? Terkait hal ini, berikut penjelasan dr. A.A. Ngr. Gd. Dharmayuda, M.Kes.

Demam adalah peninggian suhu tubuh dari variasi suhu normal sehari-hari yang berhubungan dengan peningkatan titik patokan suhu di hipotalamus. Suhu tubuh normal berkisar antara 36,5-37,2°C. Derajat suhu yang dapat dikatakan demam adalah rectal temperature ≥38,0°C (dari anus) atau oral temperature ≥37,5°C (dai mulut) atau axillary temperature ≥37,2°C (dari ketiak).

Ia menegaskan, demam sangat berguna sebagai pertanda adanya suatu proses inflamasi (peradangan), biasanya tingginya demam mencerminkan tingkatan dari proses inflamasinya. “Dengan peningkatan suhu tubuh juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri maupun virus,” jelasnya.

Demam terjadi oleh karena perubahan pengaturan homeostatik suhu normal pada hipotalamus yang dapat disebabkan antara lain oleh infeksi, vaksin, agen biologis, jejas jaringan, keganasan (leukemia, limfoma, hepatoma, penyakit metastasis), obat-obatan, gangguan imunologik-reumatologik (lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid), penyakit radang (penyakit radang usus), penyakit granulomatosis (sarkoidosis), ganggguan endokrin (tirotoksikosis, feokromositoma), ganggguan metabolik (gout, uremia), dan wujud-wujud yang belum diketahui atau kurang dimengerti.

Pada kebanyakan anak demam disebabkan oleh agen mikrobiologi yang dapat dikenali dan demam hilang sesudah masa yang pendek. Demam pada anak dapat digolongkan sebagai (1) demam yang singkat dengan tanda-tanda yang khas terhadap suatu penyakit sehingga diagnosis dapat ditegakkan melalui riwayat klinis dan pemeriksaan fisik, dengan atau tanpa uji laboratorium; (2) demam tanpa tanda-tanda yang khas terhadap suatu penyakit, sehingga riwayat dan pemeriksaan fisik tidak memberi kesan diagnosis tetapi uji laboratorium dapat menegakkan etiologi; dan (3) demam yang tidak diketahui sebabnya.

Perubahan suhu tubuh yang ekstrim dapat membahayakan bagi tubuh. Oleh karena itu, perawatan harus berusaha untuk dapat memelihara suhu tubuh agar tetap normal. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk memelihara suhu tubuh di antaranya adalah melalui kompres.

Kompres adalah metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan atau alat yang dapat menimbulkan hangat atau dingin pada bagian tubuh yang memerlukan. Terapi adalah suatu proses usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sakit dengan cara menggunakan alat-alat psikologis yang bertujuan menghilangkan, mengubah atau menurunkan gejala-gejala yang ada untuk mencapai kesembuhan.

Terdapat 2 jenis kompres, yaitu kompres hangat dan kompres dingin. Pada keaadan demam, kompres yang direkomendasikan adalah kompres hangat. Teori terdahulu pengompresan dilakukan dengan air dingin maupun alkohol. “Kompres dengan alkohol memiliki prinsip penguapan yaitu dengan menguapkan panas pada tubuh. Memang mampu menurunkan demam namun kurang efektif. Risiko untuk naiknya demam masih mungkin terjadi dan juga bersifat iritatif terhadap kulit.

“Dengan menggunakan kompres dingin, memang mampu menurunkan demam ibarat mematikan api dengan air. Memang terjadi penurunan demam, namun sifatnya sesaat dan memberikan risiko kedinginan pada pasien/klien. Pengompresan yang paling efektif adalah dengan air hangat, selain mudah didapatkan kompres hangat diberikan pada area tubuh lokal, terutama pada area tubuh yang luas, dapat meningkatkan curah jantung dan ventilasi paru. Hasilnya justru tubuh akan berkeringat setelah dikompres hangat. Keringat yang keluar juga bermanfaat untuk mendinginkan tubuh yang sedang panas,” papar Kepala Puskesmas 1 Densel ini.

Saat ini juga beredar jenis kompres dari produk tertentu dengan menggunakan plester. Jenis kompres ini memberikan efek dingin sehingga membuat anak lebih nyaman. Ini berbeda dengan kompres dingin.

 

KOMPRES PADA CIDERA

Demikian halnya ketika terjadi benturan pada kaki, lengan, kepala atau bagian tubuh lain. Tindakan pertama yang disarankan dilakukan juga mengompresnya. Dengan air dingin atau air hangat?

Pada kasus trauma atau cidera pada bagian tubuh kita, dijelaskan dr. A.A. Ngr. Gd. Dharmayuda, langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan kompres juga. Sebagai contoh, seorang atlet olaraga bela diri mengalami benturan di kaki saat pertandingan yang menyebabkan pergelangan kakinya nyeri dan bengkak.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan kompres dingin (air es atau semprotan pendingin). Efek dari air dingin adalah sebagai vasokonstriktor yang akan menyebabkan pembuluh darah di daerah cidera tersebut menyempit dan menurunkan kekakuan dari pembuluh darah kapilernya sehingga meredakan perdarahan yang terjadi.

Selanjutnya, kompres dingin akan membuat otot-otot di daerah cidera mengalami relaksasi. Efek anestesi lokal (efek mati rasa) dari air dingin akan membantu mengurangi rasa nyeri yang timbul dari cidera tersebut.

Namun, pada kasus luka terbuka, ia mengingatkan, kompres dingin tidak boleh dilakukan karena bisa menyebabkan air masuk ke sistem sirkulasi darah yang terbuka yang selanjutnya bisa menimbulkan risiko infeksi pada luka tersebut. “Kemudian setelah 24 jam, baru bisa dilakukan dengan kompres air hangat dengan tujuan agar membantu menyerap kembali perdarahan yang terjadi. Sehingga, bengkak akan berkurang dan nyeri yang muncul akan hilang,” ujar Sekretaris IDI Cabang Denpasar ini. (Inten Indrawati)

To Top