Sudut Pandang

“Melali sambil Melajah”

dr. Kadek Trisnadewi, M.Biomed (AAM). dan keluarga

Menjelang libur panjang tiba, biasanya rencana sudah dipersiapkan. Referensi diperoleh melalui medsos. Tempat rekreasi dipilih, yang tidak ekstrem cuacanya juga medannya serta memiliki nilai edukasi. Demikian disampaikan dr. Kadek Trisnadewi, M.Biomed (AAM).

Untuk pemesanan hotel dan tiket pesawat dilakukan via internet, agar mendapat harga lebih murah. Selanjutnya ia akan membuat jadwal yang baik, agar  waktunya efektif dan tidak melelahkan terutama bagi orangtua dan anak–anak. “Kami lebih sering memilih bepergian tanpa menggunakan biro perjalanan. Tujuannya agar kami bisa mengatur waktu sendiri dan menikmati destinasi wisata dengan santai,” ujar ibu dari Tasya (16), Via (10) Vara (8) dan Tata (4) ini.
Untuk lokasi wisata, dr. Kadek mengatakan ia akan bertanya pada teman dan kerabat yang pernah mengunjungi tempat tujuannya atau pada teman yang tinggal di lokasi tersebut. “Ini memudahkan kami terkait apa yang perlu dipersiapkan. Atau, masalah apa yang mungkin akan kami hadapi, mengingat kami bepergian membawa orang tua dan anak –anak,” ucap istri dr. I Putu Eka Widyadharma, M.Sc., Sp.S(K) ini.
Dokter Kadek menuturkan saat packing, untuk belajar mandiri,  anak-anaknya dibiarkan menyiapkan sendiri keperluan mereka, meskipun nantinya tetap ia periksa lagi. “Kami pastikan pakaian, obat-obatan emergency, begitu juga  topi, payung lipat, jaket, hingga kacamata hitam. Saat packing juga kesempatan kami mengajarkan anak untuk teliti. Karena mereka dalam suasana hati yang gembira mau liburan, maka mereka menyerap semuanya dengan baik,” jelasnya.
Begitu tiba hari H, dr. Kadek menyatakan kalau ia dan sang suami berusaha mengajak mereka ‘melali sambil melajah’, mulai dari bandara hingga tiba di tempat tujuan. “Kami mengajarkan anak-anak mengamati sekitar, dan mempersilakan mereka bertanya sebanyak-banyaknya supaya mereka bisa belajar langsung dari situasi sebenarnya,” ucap pemilik Indivara Aeshetic Clinic ini
Selanjutnya dr. Kadek menyebutkan destinasi wisata yang akan mereka  kunjungi ada kriterianya, yaitu pertama view-nya bagus; ada wahana permainan; kulinernya enak; ada nilai pendidikan seperti museum dan sentra kerajinan serta ada pertunjukan budaya setempat yang menarik.  “Seperti tahun ini kami sempat berwisata ke Thailand bersama keluarga besar,  para sahabat dan keluarganya, kami berhasil mendapatkan kriteria yang kami harpkan. Khusus saat  keThailand , karena masalah bahasa dan transportasinya, kami menggunakan biro perjalanan terlebih saat itu jumlah anggota rombongannya cukup banyak,” tuturnya.
Namun, dr. Kadek mengisi liburan tidak selalu pergi ketempat wisata. Ada kalanya ia mengajak anak-anaknya mengisi liburan dengan kegiatan positif bersama, seperti belajar memasak di rumah, mengingat keempat anaknya adalah perempuan. ”Kami mulai dari masak kue, karena ini menarik dengan aroma harumnya. Hal ini juga menekan anak trauma dengan bau kurang sedap di awal mereka belajar. Setelah mereka menikmati kegiatan memasak kue dan cemilan lainnya baru kami arahkan belajar masak yang lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, waktu liburan juga bisa mereka habiskan untuk menikmati pantai yang cantik di seputaran Denpasar dan Badung. Atau, menonton pertunjukan kecak di GWK dan Devdan Show. Pilihan lainnya adalah mengunjungi Pesta Kesenian Bali (PKB. “Saya pasti akan menemani anak-anak  menonton berbagai pertunjukan di Art Centre. Dan, terutama adalah menyaksikan  penampilan Gong Kebyar Anak-anak.  Ini untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap budaya Bali yang sangat indah dan tiada duanya,” pungkasnya. (Sri Ardhini)
 

To Top