Sudut Pandang

Bersihkan Rumah saat Libur Panjang

Jero Puspa dan dr. Kadek Mulyantari, Sp.PA

Libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk hal positif. Salah satunya, seperti yang dilakukan Jero Puspa sekeluarga.  Ia mengajarkan kedua anaknya yang sudah remaja untuk bersih-bersih rumah. Sekalian mengajarkan mencintai kebersihan, saat itu juga ia bisa memupuk kebersamaan dengan anak-anaknya.

“Saya beritahu anak-anak, dulu ibu juga ga bisa  nyapu  yang bersih. Nah sekarang ibu juga mengajarkan kalian,  agar bisa membersihkan rumah dengan baik,” katanya. Walaupun  kedua putranya laki-laki, ia juga mengajarkan mereka mebanten.  Terutama, untuk banten sehari-hari. “Saya tegaskan, anak laki-laki juga harus bisa mebanten,” ucap Jero Puspa.

Setelah bersih rumah, ia mengajak keluarganya untuk rileks sejenak menonton film di bioskop.  “Sudah seharian capek membersihkan rumah, setelah itu saya ajak keluarga menonton film. Kadang bisa sampai tiga kali masuk gedung bioskop, karena film yang ditonton sesuai kesukaaan masing-masing. Atau,  kalau filmnya bagus-bagus, semua ditonton sekalian,” ujarnya.

Saat liburan panjang juga kerap ia manfaatkan untuk jalan-jalan ke Pantai Kuta, bahkan kadang sampai malam.  Menurutnya, karena kedua anaknya sudah remaja, mereka kadang yang menentukan mau kemana.  “Yang seru kalau pergi jalan-jelan ke Bedugul. Bukan hanya dengan anak-anak, tapi dengan keluarga besar, ada keponakan, jadi ramai dan seru,” imbuhnya.

Sementara itu dr. Kadek Mulyantari, Sp.PA,  mengatakan kegiatan utama selama liburan panjang  adalah menjadi ibu rumah tangga yang full timer.  “Sebagai wanita bekerja,  rutinitas sehari-hari umumnya akan  berubah 180 derajat antara hari libur dan hari kerja. Jika di hari kerja,  pekerjaan rumah tangga mungkin menjadi bagian part timer tapi ketika hari libur urusan rumah tangga adalah pekerjaan full timer,” ujarnya.

Sebagai ibu yang masih punya anak batita, waktu liburan banyak ia habiskan untuk mengasuh si kecil. Pengasuh yang rutin mengajak saat hari kerja juga mengambil libur dan pulang kampung. Mau tidak mau semua pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak harus kita ambil alih.

Ia mengatakan, sebagai seorang dokter  yang bekerja di RS dan  menekuni bidang laboratorium dan kedokteran transfusi, satu hal yang juga tidak bisa ditinggalkan saat hari libur adalah siap 24 jam menerima konsultasi melalui telepon terkait pelayanan laboratorium dan bank darah dan sesekali waktu harus datang ke rumah sakit untuk membaca sediaan preparat sehingga hasil laboratorium tetap bisa diberikan ke pasien sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

“Dalam kondisi yang agak memaksa saat suami juga harus melayani pasien di hari libur, terkadang anak-anakpun harus saya boyong ke rumah sakit karena sudah tidak memungkinkan meninggalkan mereka sendiri di rumah,” ujar istri dr. Ketut Widiyasa MPH ini. Namun, ia mengatakan, hal ini tidak perlu dicontoh, karena membawa anak sehat ke rumah sakit sama dengan memaparkan mereka dengan penyakit.

Liburan panjang dan hari raya merupakan momentum yang sangat baik untuk melatih dan belajar membuat sesajen. Selain untuk diri sendiri juga bisa mengenalkan ke anak-anak. Meskipun sebagian masih tetap harus dibeli paling tidak mayoritas adalah made in yourself.

Ia mengatakan, pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak akan pernah tuntas dan habis sampai kapanpun, meskipun sudah setiap hari dikerjakan tetap saja masih ada. “Jadi jika Anda adalah seorang ibu yang bekerja, jangan pernah putus asa apalagi sampai putus pekerjaan hanya karena harus mengurus rumah tangga. Rumah tangga memang yang terpenting, tapi bekerja membantu suami dan memberi contoh buat anak-anak agar mampu bekerja adalah hal yang penting juga,” kata dr. Kadek. (Wirati Astiti)

To Top