Kata Hati

Fasilitas Sarana dan Prasarana Tunanetra Perlu Ditambah

Ida Ayu Pradnyani dan anak asuhnya

Diknas Provinsi dan Kabupaten/Kota sudah sangat peduli dengan pendidikan mulai SDLB-SMALB Tunanetra, tapi perguruan tinggi masih kurang perhatian. Disamping itu harus membayar kuliah sendiri.  Syukur-syukur ada Bidik Misi itupun syaratnya disamakan dengan normal.

Akses jalan umum  sudah memang disediakan  trotoar dengan garis kuning tengah  tapi penggunaaannya kurang maksimal dan kurang nyaman karena trotoar dibuat bergelombang, banyak rusak bolong dan membahayakan. Belum lagi dihadang pedagang kaki lima.

Menurut saya, keamanan untuk anak disabilitas tunanetra cukup baik, seperti penyeberangan lampur merah  ada suara pemberitahuan, tapi sayang  sering mati. Depan kampus Unud sudah dipasang huruf Braille tapi  ATM, lift, escalator di mall belum  bersahabat.

Pemkot Denpasar sudah sangat perduli melibatkan anak-anak  dari Yayasan  Pendidikan Dria Raba untuk isi acara kesenian budaya, bahwa keterbatasan indera penglihatan  tidak menunjukkan bakat dan talenta. Saran saya, mohon  dipelajari lagi akses trotoar yang layak dan aman, seperti di Singapura, Kuala Lumpur atau Australia sangat layak untuk tunanetra bertongkat. Kami berterimakasih kepada IHDN dan ISU Denpasar sangat peduli untuk keinginan anak tunanetra bisa kuliah.  Namun, sayang, Unud jurusan Sastra/Hukum pernah coba daftar langsung ditolak. Mohon kebijakan pemerintah khususnya anak tunanetra yang lanjut kuliah diberikan beasiswa spesial. Disamping itu, mohon dibantu juga penambahan gizi makanan  untuk anak yang menempuh pendidikan SLBN1 karena anak-anak yang tinggal di asrama  sekitar 12 anak. Jadi operasional kami tanpa bantuan dari pihak asing/luar negeri atau pemerintah setempat.  Kami juga mencari sendiri pendapatan dari donator tidak tetap tiap bulannya tapi pengeluaran kami tetap setiap bulannya.

Kami bersyukur sejak ada transportasi Grab mobil/motor anak-anak tunanetra sangat mudah dan terbantu bisa pergi kemana saja tanpa pendamping. Anak-anak hampir semua punya HP yang ponselnya  ada aplikasi transportasi.

 

Ida Ayu Pradnyani

Ketua  Yayasan Pendidikan Dria Raba

 

To Top