Woman on Top

Gusti Ayu Ketut Suryani: Sering Ngayah, Banyak yang Ingin Ikut

Seka Gong Wanita “Mekar Sari”, Br. Pangsan Petang ngayah

Gusti Ayu Ketut Suryani

Seka-seka gong wanita di Bali saat ini makin bermunculan. Salah satunya Seka Gong Wanita Mekar Sari, Br. Pangsan, Petang. Anggota seka gong yang baru terbentuk sejak Februari 2017 ini merupakan krama dan pengiring Pura Penataran Sari.

Kelian Seka Gong Wanita (SGW) Mekar Sari, Br. Pangsan Gusti Ayu Ketut Suryani menuturkan, ide awal pembentukan seka gong wanita ini  dikarenakan adanya fasilitas gong milik pura. “Gong ini due Pura Penataran Sari yang diempon oleh 50 krama dan pengiring. Mumpung ada gong, terbersit keinginan kami untuk membentuk seka gong wanita untuk ngayah-ngayah di pura. Sambil memungut tabungan, saya mengumpulkan krama istri untuk diajak latihan megambel. Sedapatnya saja dulu, yang penting bisa jalan,” kisahnya.

Dari sana berhasil terkumpul krama istri 30 orang. Latihan berjalan seminggu tiga kali tiap pukul 19.00 hingga 21.00. “Tidak ada pelatih khusus. Yang melatih krama yang bisa megambel,” ucapnya.

Setelah berjalan beberapa waktu, ada beberapa hal yang masih mengganjal, yang berpengaruh terhadap keaktifan anggota SGW. Kehadiran saat latihan megambel pun menyusut sampai 15 anggota. “Waktu itu diadakan rapat krama dan pengiring Pura. Dan diputuskan bahwa apapun terkait gong termasukan kerusakan, merupakan tanggung jawab krama. Setelah ada kejelasan, anggota pun kembali bertambah,” kisah Suryani.

Setelah menguasai beberapa gending, untuk pertamakalinya SGW Mekar Sari, Br. Pangsan, ngayah di Pura Penataran Sari, Petang. Sambutan krama dan pengiring terhadap kehadiran SGW ini cukup bagus. Bahkan, ada yang sampai mepunia kepada SGW ini. Tentunya, seka SGW juga tak kalah semangat. Demi kekompakan, para anggota sepakat membuat seragam. “Dana baru ada sedikit, kekurangannya, kami para anggota yang menambahkannya, yang penting seragam. Dulu sebelum punya seragam, agar tidak terlalu memberatkan anggota, tapi tetap terlihat kompak, kami memakai kebaya bebas namun dengan warna yang sama,” tuturnya.

Setahun ini, SGW Mekar Sari, Br. Pangsan sudah ngayah empat kali di Pura Penataran Sari dan tiga kali di Pura Desa. Dari awal terbentuk hingga saat ini, mereka sudah menguasai 6 gending, di antaranya Buaya Mangap, Gajah Nongklang, lelambatan, Gegilak, Rejang, dan Pendet.

Selama mengkoordinir SGW ini, Suryani tak menampik menghadapi kendala susahnya mengumpulkan anggota, karena semua punya kesibukan masing-masing. Selain itu juga, banyak gong yang rusak. Namun, seiring berjalannya waktu, dan setelah dilihat kami sering ngayah, sekarang banyak yang ingin ikut. “Terakhir anggota yang aktif 35 orang. Kemarin ada beberapa yang mengatakan ingin ikut bergabung, setelah saya data, ada sekitar total 40 jadinya,” ungkap Suryani yang dalam SGW tersebut memegang kendang.

Untuk saat ini, ia mengatakan belum ada jadwal latihan karena masih terbentur hari raya. “Setelah ini, saya berencana mau mengumpulkan anggota untuk latian lagi minimal seminggu sekali,” tandasnya. (Inten Indrawati)

To Top