Sudut Pandang

Latih Anak Bersosialisasi

Dewa Ayu Novia Saraswati bersama buah hatinya

Perkembangan dunia teknologi dan informasi sudah sangat pesat mau tidak mau sebagai orangtua juga harus mengikuti perkembangan ini agar tidak tertinggal dengan perkembangan zaman. Demikian diungkapkan  I Dewa Ayu Novia Saraswati, S.H.

Menurutnya perempuan usia 38 tahun ini, perkembangan ini juga membawa dampak terhadap dunia anak dan cara orangtua mengasuh anak di dalam dunia teknologi informasi ini. “Di satu sisi bisa saja teknologi membawa dampak kurang baik terhadap dunia anak-anak tetapi di sisi lain dapat membawa manfaat. Jadi kami mesti pandai-pandai menyiasati hal ini,” tutur ibunda dari Putu Prasista Ardyaswari Mahavira dan Made Prabandari Divya Mahacita ini.

Ia menyebutkan, ada beberapa hal yang ia lakukan untuk anak-anaknya,  mulai dari membatasi menggunakan gadget.  “Kami tidak melarang tetapi membatasinya. Kalau melarang sama sekali malahan membuat anak tidak mengikuti perkembangan di dunia luar atau ketinggalan dengan teman-teman sebayanya,” ujar istri dr. Made Agus Hendrayana ini.  Namun, dibatasi hanya 1 jam sehari itupun kalau sudah selesai belajar dan persiapan sekolah untuk esok harinya.

Novia menilai, di dalam gadget ada  permainan-permainan yang juga bersifat mendidik atau memberi edukasi, seperti game bahasa Inggris, game mewarnai, atau lagu-lagu anak-anak. Ada juga video di youtube yang bersifat edukasi seperti tutorial belajar Bahasa Inggris, tutorial membuat prakarya dll, jadi mesti dipilih yang berguna bagi anak-anak Saat anak-anaknya  bermain gadget, browsing internet atau nonton youtube, ia selalu mendampingi dan mengawasi apa yang anak-anaknya lakukan. “Jangan sampai mereka melihat hal-hal yang masih bukan untuk konsumsi di usia mereka atau ha-hal yang bersifat negatif, makanya kami selalu mendampingi,” tuturnya.

Menurutnya, dengan membatasi dalam membeli atau menggunakan quota data internet untuk anak-anak, sehingga ada yang membatasi penggunaan internet agar mereka tidak full  menggunakan internet semau mereka.

Ia juga kerap membelikan mainan yang bersifat meningkatkan kreativitas dan perkembangan motorik anak. “Bila anak-anak menginginkan dibelikan mainan, kami  upayakan membelikan mainan yang bersifat melatih kreativitasnya, seperti peralatan membuat slime, puzzle, masak-masakan, playdooh dll sehingga mereka terlatih untuk berkresi dengan ide-ide mereka sendiri,” ujar karyawati swasta ini.

Novia juga mendorong anak untuk bermain di luar rumah bersama anak-anak tetangga saat waktunya bermain. Hal ini, untuk melatih jiwa sosialisasi mereka. Kadang kala anak-anak tetangga sebaya mereka diundang ke rumah untuk bermain sesuka mereka. Walaupun rumah jadi berantakan akibat karena mereka bermain tetapi membuat anak-anak bermain dengan gembira sambil melatih sosialisasi mereka dengan lingkungan.

Ia juga punya kiat dengan mengajak anak-anak lebih sering ke toko buku di saat-saat hari libur. Ini akan membuat mereka lebih tertarik dengan buku dibandingkan dengan gadget. (Wirati Astiti)

To Top