Kata Hati

Ketahanan Keluarga sebagai Pilar

Kisah satu keluarga yang memilih jalan melakukan tindakan terorisme membuat masyarakat miris. Kita tahu rasa cinta kepada anggota keluarga sebenarnya dapat diwujudkan dalam beragam cara dan bentuk. Setiap keluarga tentu punya caranya yang unik mulai dari cara pandang hingga nilai- nilai yang dianut. Cara-cara mencintai yang unik tersebut bisa muncul karena pengalaman yang dialami oleh setiap keluarga. Mungkin karena pengalaman yang menyenangkan ataupun tidak. Bagaimana dengan keluarga kita?

Keluarga merupakan organisasi terkecil dalam tatanan masyarakat. Keluarga juga menjadi lingkaran terdekat individu untuk bertumbuh dan berkembang dalam pembentukan karakter, nilai, dan perilaku. Penjelasan tersebut tentunya memberikan gambaran bahwa keluarga memiliki arti penting bagi keberlangsungan masa depan individu yang ada di dalamnya dan lingkungan sekitarnya.

Dalam perjalanannya, masing-masing keluarga akan menghadapi prosesnya, seperti fase bahagia hingga menghadapi persoalan yang mudah atau sulit. Ketika dihadapkan dengan situasi yang sulit inilah, ketahanan keluarga sangat diperlukan. Ketahanan keluarga dalam kajian psikologi dijelaskan sebagai karakteristik, kemampuan dan kekuatan keluarga ketika menghadapi situasi sulit ataupun krisis dan pelbagai permasalahan dalam kehidupan. Ketahanan keluarga yang baik mengarah pada keberhasilan keluarga menghadapi permasalahan dengan cara-cara yang positif dan adaptif.

Ketika ditanya siapa saja yang berperan? Jawabannya adalah semua anggota keluarga. Masing-masing individu dalam keluarga memiliki perannya yang terbagi menjadi peran ayah-ibu atau orangtua, anak (kakak-adik). Ketahanan dalam keluarga terbentuk ketika setiap anggota mampu menjalankan peran dan fungsinya dalam keluarga secara optimal dan harmonis. Dalam hal ini tentunya orangtua sebagai figur orang dewasa memiliki andil dan tanggung jawab dalam arah nilai-nilai yang ditanamkan pada anak-anaknya.

Apa saja yang dapat kita lakukan untuk membentuk dan memperkuat ketahanan dalam keluarga? Pertama, meningkatkan fungsi agama dan spiritualitas. Fungsi ini merupakan hal yang diperlukan keluarga dalam menghadapi hambatan dan permasalahan kehidupan. Beribadah dan pendekatan spiritual akan membantu individu untuk menciptakan emosi yang lebih positif dan meningkatkan kekuatan. Ketahanan agama dan spritualitas juga menjadikan individu lebih puas dan bersyukur akan kehidupannya.

Kedua, fungsi kesehatan. Menjaga kualitas kesehatan perlu dilakukan baik secara fisik maupun psikologis atau mental. Dapat dijelaskan fungsi psikologis mencakup pengelolaan pikiran, emosi dan stres, strategi positif dan adaptif dalam mengahadapi permasalahan, konsep diri, motivasi, dan aspek psikologis lainnya. Fungsi kesehatan fisik yang baik akan berperan terhadap kesehatan psikologis anggota keluarga, begitu pula sebaliknya.

Ketiga, fungsi ekonomi dan sosial. Fungsi ekonomi yang cukup juga diperlukan dalam membangun ketahanan keluarga dalam artian keluarga mampu memenuhi kebutuhan hidupnya (sandang, pangan, papan). Selain itu fungsi sosial yaitu kemampuan keluarga dalam menjalani kehidupan sosial. Salah satunya dengan menyadari dan mengakui adanya keberagaman dan beradaptasi dengan lingkungan. Perkembangan fungsi sosial yang baik akan membantu pembentukan sikap toleransi dengan baik juga.

Ketahanan keluarga adalah kekuatan yang bersifat dinamis atau sesuatu yang dapat dilatih, dibentuk, dan dipupuk. Maka dari itu keluarga yang mampu menciptakan ketahanannya secara tidak langsung akan membangun pilar keluarga dan lingkungan lebih luas yang kokoh. Pengekspresian wujud kasih sayang pada keluarga pun akan lebih positif bagi banyak orang.

 

Made Padma Dewi Bajirani

Psikolog

To Top