Kolom

ISTRI TANYA “OBAT KUAT”

Tanya:

“Dok, suami saya berniat membeli obat kuat atas anjuran teman-temannya yang sering memakainya untuk mengatasi masalah seksualnya. Suami saya minta izin ke saya karena dia mulai merasa lelah dan ada gangguan seksual. Bisa dijelaskan Dok, memang obat kuat bisa dicoba?” (Winda,27)

Jawab:

Ini menarik, karena yang bertanya ternyata di pihak istri. Seringkali seorang laki-laki menggunakan “obat kuat” atau bahan tertentu untuk meningkatkan potensi seksualnya sebenarnya karena ingin tahu dan coba-coba. Biasanya memang atas rekomendasi teman dan relasi. Sebagian benar-benar melanjutkannya karena merasakan manfaatnya, sebagian lagi menghentikannya karena ada efek samping atau tidak merasakan efeknya. Uniknya, sebagian masih mengaku menggunakannya dan menyebutkan ke teman-teman yang merekomendasikannya bahwa dia masih menggunakan “obat kuat” padahal sesungguhnya sudah tidak digunakan lagi. Bisa jadi karena rasa malu, tidak enak hati, atau demi gengsi solidaritas semata.

Apakah Anda benar-benar memerlukannya? Bisa jadi iya, bisa juga tidak. Jika hanya sering lelah, sesungguhnya yang dibutuhkan adalah ambil cuti buat rileks, plus minum vitamin. Itu sudah cukup. Istirahat juga bagus buat membuat lebih tenang, karena jangan-jangan penyebab gangguan seksualnya justru karena sedang stres berlebihan. Tetapi jika rupanya Anda mengalami gangguan seksual karena terkena kencing manis, kolesterol tinggi, merokok dan sering minum alkohol, sudah bisa dipastikan Anda justru butuh bantuan dokter yang paham kesehatan seksual untuk diberikan obat. Jadi, jangan sembarang meminum obat kuat buat mendongkrak stamina seksual.

Juga perlu diketahui, jangan-jangan itu semua adalah “efek plasebo”. Ketidakpercayaan diri membuat seseorang tergantung pada orang lain dan bahan tertentu. Mereka yang tergantung dengan pil tidur menjadi benar-benar susah tidur jika tidak meminumnya. Padahal tidak ada masalah. Seorang pasien seringkali merasa sakitnya sudah sembuh dengan hanya baru bertemu muka dengan dokter kepercayaannya. Begitu pula jika Anda diyakini jika dengan meminum “jamu herbal kuat perkasa”, maka dorongan seksual akan meningkat dan sanggup memuaskan pasangan berkali-kali lipat. Padahal sesungguhnya Anda tidak membutuhkannya, tetapi Anda merasakan manfaatnya. Nah, pada kasus ini, sugesti yang berjalan. Ini namanya efek plasebo. Ini akan serupa dengan kejadian serupa lainnya, misalnya sahabat Anda merekomendasikan kepada Anda untuk mencoba mengonsumsi darah kobra, daging ular, tangkur buaya untuk meningkatkan performa seksual Anda.

Harap berhati-hati, ketika yang ditawarkan adalah pil, kapsul atau suntikan yang disebutkan berbahan herbal, sebaiknya pikirkan baik-baik, karena saat ini makin banyak herbal oplosan, disebutkan herbal tetapi kenyataannya dicampurkan dengan bahan obat kimia tanpa dosis yang jelas. Dan ini bisa sangat berbahaya. Bisa dibayangkan jika kapsul herbal yang disebutkan bisa menambah gairah seksual, memperpanjang durasi ereksi dan menunda ejakulasi, ternyata dicampur dengan kandungan obat, misalnya sildenafil sitrat, seorang penderita jantung yang meminum kapsul ini bisa meninggal payah jantung saat hubungan seksual. Ini sudah sering terjadi.

Lalu, bagaimana jika seandainya Andabenar-benar mengalami gangguan seksual? Kenapa Anda tidak memastikannya ke dokter? Jangan-jangan Anda mengalami salah satu dari jenis disfungsi seksual berikut: dorongan seksual menurun, disfungsi ereksi, ejakulasi dini atau disfungsi orgasme. Kalau sudah terjadi salah satunya, obat kuat yang dibeli di jalanan jenis apapun tidak akan menolong. Kalaupun masih ingin mencobanya, tentu saja diskusikan dulu bahan atau obat yang Anda akan konsumsi dengan seizin dokter.

 

To Top