Sekitar Kita

WHDI Provinsi Bali Ngayah di Pura Batukaru

Puncak pujawali di Pura Luhur Batukaru, Tabanan dilaksanakan tiap Kamis Umanis Dungulan. Untuk tahun ini piodalan yang dipuput oleh Mangku Gde Jero Kebayan atau Ida Kebayan ini jatuh pada Kamis  (31/5).

Mekel Istri, yang bertanggung jawab di tempat majejahitan menuturkan Ida Bhatare nyejer sampai dengan mesineb pada Minggu (3/6). Sejak Rabu (16/5),  banjar adat yang ada di sekitar Pura Luhur Batukaru mulai datang ke Pura untuk ngayah. Semua keperluan upacara harus dibuat di Pura.

Minggu (20/5) , WHDI Provinsi Bali, dibawah pimpinan Ny. Bintang Puspayoga dengan sebagian pengurus dan anggota WHDI lainnya ngayah nyalcal dan majejahitan. Pada kesempatan itu juga hadir WHDI Tabanan.

Usai ngayah rombongan WHDI Provinsi Bali melakukan persembahyangan bersama di pelinggih utama. Selanjutnya, WHDI Bali  sebelum meninggalkan Pura Batukaru  juga sempat menyerahkan dana punia.

Mekel Istri juga sempat mengingatkan agar pemedek tidak mengajak anak kecil yang belum ketus gigi atau gigi yang belum tanggal. Ia juga menginformasikan bagi pemedek yang datang pertama kali, sebaiknya persembahyangan dimulai dari Jero Taksu Pembuka Lawang. Kemudian ke Pura Beji, melakukan penyucian diri dengan berkumur, cuci muka dan cuci kaki serta melaksanakan persembahyangan di pelinggih Pura Pancuran atau Pura Beji,  setelah itu barulah menuju Pelinggih Utama kemudian berakhir di Dalem Kahyangan.  (Sri Ardhini)

 

 

 

 

To Top