Kolom

Kondom Robek

Tanya:

“Dok, langsung saja, aku sering dengar kalau kondom juga bisa robek saat digunakan, sehingga dibilang tidak efektif lagi buat mencegah kehamilan atau menghindari penularan penyakit kelamin. Itu bagaimana Dok?” (Mila, Tabanan, 23)

Jawaban:

Di samping buat mencegah kehamilan, kondom juga ditujukan buat mencegah infeksi menular seksual. Secara medis dan epidemiologis sudah terbukti bahwa akan terjadi penurunan risiko penularan infeksi menular seksual pada para pengguna kondom. Dari banyak studi juga diketahui bahwa kondom efektif mencegah HIV.

Berdasarkan studi pada orang-orang yang menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi, dari 100 orang hanya sekitar 1 orang yang akhirnya mengalami kehamilan pada pasangan dari kelompok laki-laki pengguna kondom. Artinya ada kegagalan sekitar satu persen. Lalu apa penyebab kegagalan kondom? Di samping angka penggunaan kondom pada masyarakat Indonesia masih rendah, penyebab kegagalan proteksinya diyakini hanyalah karena satu alasan: kesalahan penggunaan kondom.

Pengetahuan  masyarakat tentang kondom masih sangat rendah sehingga orang masih belum menggunakannya secara tepat. Kegagalan kondom lebih sering disebabkan pemakainya tidak menggunakannya dengan benar, dan bukan karena mutu kondom itu sendiri. Juga karena lekatnya cap buruk yang dilabelkan masyarakat terhadap kondom menjadikan akses untuk membeli dan kecermatan penggunaannya menjadi tidak maksimal. Masih banyak orang yang malu untuk membeli kondom padahal memerlukannya.

Demikian pula masih banyak yang tidak memperhatikan cara penggunaan yang baik, tidak memperhatikan masa kadaluwarsa kondom, masih banyak yang menyimpan di dompet atau di tempat yang panas dan terlampau lembab, dan masih banyak yang keliru dalam memasangnya selama hubungan seksual.

Bila digunakan secara benar dan konsisten, kondom mempunyai peranan penting dalam kesehatan umum masyarakat, khususnya sebagai salah satu pilihan kontrasepsi dan pencegahan infeksi menular seksual, termasuk juga HIV. Penggunaan kondom yang baik akan mengurangi risiko terinfeksi penyakit seksual, bagi mereka yang tidak mampu berpuasa seks.

Kondom yang robek atau bocor adalah salah satu hal yang paling ingin dihindari dalam praktik penggunaan kondom, karena saat kondom itu robek maka fungsinya sebagai alat kontrasepsi dan mencegah infeksi menular seksual menjadi gagal. Apa saja yang paling sering menjadi penyebab kegagalan penggunaan kondom? Yang paling sering dan mungkin adalah:

  1. Penyimpanan kondom yang tidak baik. Sering kali disimpan di dompet yang ketat dan panas sehingga bahan lateks bisa mengalami kerusakan, atau malah di tempat yang terlalu lembab dan berjamur.
  2. Pemakaian kondom yang sudah kadaluw Tentu saja jika digunakan akan menghilangkan daya proteksinya karena kondom berbahan lateks menjadi kehilangan kelenturan, kehilangan cairan pelumas sehingga mudah robek.
  3. Pemakaian kondom dalam keadaan mabuk. Ini tentu saja membuat penggunanya tidak bisa menggunakan secara tepat, atau terlepas saat menggunakannya.
  4. Kondom tersebut robek ketika dibuka dari bungkusan. Bisa jadi karena tidak cermat saat membuka, atau karena terkena kuku sehingga mengakibatkan robek.

Yang unik dari kondom adalah dalam fungsinya, yang tidak bisa dimiliki oleh alat kontrasepsi lain. Kondom memiliki fungsi ganda yaitu untuk mencegah penularan infeksi menular seksual juga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi. Hingga saat ini kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit seksual. Suntik KB, pil KB, spiral atau IUD hingga susuk KB tidaklah mampu mencegah infeksi menular seksual. Bahkan vasektomi atau pemotongan saluran sperma pada laki-laki pun tidak mampu mencegah infeksi menular seksual.

 

To Top