Kata Hati

Mental Block Penyandang Difabel

AA Ayu Putri Girindrawardani

Masalah difabel di Bali, persoalannya mereka  kurang perhatian sehingga tidak percaya diri. Mereka lahir dengan kondisi keterbatasan yang membuat mereka harus menerima.   Yang membuat mereka tidak maju adalah mental blocking sehingga mereka minder dan tidak percaya diri.

Kalau saja  halangan  itu sudah  pecah atau hilang, mereka bisa melakukan  hampir apa saja.   Jadi  hal utama yang harus dilakukan adalah menghilangkan mental blocking tersebut.

Saya melihat, kalau urusan diskriminasi penyandang difabel tidak terlalu menjadi masalah. Namun, dari mereka sendiri memang ada rasa tidak percaya diri.  Mereka terbatas melakukan aktivitas,  termasuk edukasi karena mental mereka sendiri yang masih ada ganjalan dari dalam.

Saya sendiri mencoba menawarkan solusi dengan melatih mereka  berolahraga (sport) untuk menjadikan mereka lebih percaya diri, mandiri, disiplin,  dan berjiwa sportif. Buktinya, banyak yang sukses dan berhasil menjadi atlet yang meraih banyak prestasi di dalam dan di luar negeri.  Yang dulunya mereka tidak  pernah ke luar rumah.  Sekarang bisa mengendarai sepeda motor, walaupun motor yang dimodifikasi. Mereka semangat dengan tampil cantik. Sekarang mereka berprestasi.  Mereka mulai dikenal masyarakat dan  mulai dihormati. Kepercayaan diri mereka mulai tumbuh secara normal. Apalagi, mereka mendapat pekerjaan. Mereka  menjadi mandiri. Otomatis kepercayaan dirinya makin tinggi. Mereka akhirnya menyadari dan  bisa melihat, orang yang normal saja banyak yang tidak bekerja.

Kalau saja, ada 10  orang yang tertarik melakukan pembinaan kepada mereka, tentu akan lebih banyak kaum difabel yang terbantu. Memang intinya  program diprioritaskan  untuk melepas mental blocking.  Apapun cara pembinaannya  tujuannya, agar mereka merasa dihargai. Yang saya lakukan cara   dengan melatih mereka olahraga.  Mungkin  pemerintah atau orang lain  mempunyai  cara lain yang lebih baik dari apa yang sudah saya lakukan agar mereka merasa  dihargai dan diakui itu sudah membebaskan mereka dari halangan untuk sama dengan orang lain.

AA  Ayu Putri Girindrawardani

(Interest for  social life)

To Top