Advertorial

Program Studi Ilmu Komunikasi Undiknas Hadirkan Empat Dubes dan Konjen Eropa

 Seminar Internasional mengusung tema: “Indonesia Economic Diplomacy: Economic Coopertion Towards Visegrad Countries (V4)” berhasil dipersembahkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Nasional  (Undiknas), Denpasar pada Rabu (16/5), di Auditorium GSD Dwi Tunggal Undiknas, Denpasar.

Acara yang dihadiri oleh Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Dr. Kasan Muhri, Duta Besar Hongaria untuk Indonesia Mrs. Judith Pach, Duta besar Polandia untuk Indonesia Mrs. Beata Stocyńska, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Leonard F, Hutabarat, Ph.D., Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia Bapak Fithra Faisal, Honorary Consul Republik Slovakia Mr. Jurgen Schereiber, Representative Kedutaan Besar Republik Ceko Mr. Radormir Karlik, Kepala Kadin Prov. Bali AA Ngurah Alit Wiraputra, tamu undangan dari Bank Indonesia, Kementerian Pariwisata RI , Universitas di Bali dan luar Bali, praktisi serta mahasiswa ini, sekaligus membuktikan bahwa Undiknas sebagai kampus terbaik di Bali, NTB, dan NTT.

Dr. AA Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum dan sejak 30 April silam juga bertanggung jawab terhadap Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undiknas ini mengatakan, Seminar Internasional ini dibuka langsung oleh Direktur Analisis Kebijakan dan Pengembangan untuk AS dan Eropa Kemlu RI Leonard F, Hutabarat, Ph.D., ini terjalin atas kerjasama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dan program studi IlmuKomunikasi Undiknas Denpasar, dengan menghadrikan dua Dubes dan dua Konjen yakni Dubes Polandia Beata Stezyriska, Dubes Hongaria Judith Pach, Konjen Slovakia Jurgen Schereiber  dan Konjen Ceko Radormir Karlik.

Dalam senimar internasional tersebut, para Dubes dan Konjen ini memaparkan dan menjelaskan potensi unggulan negara dan peluang kerjasama ekonomi dengan Indonesia. Dubes Hongaria, misalnya terbuka untuk kerjasama ekonomi dengan RI, termasuk makin naiknya wisatawan Hongaria ke Bali. Begitu pula Dubes Polandia menawarkan kerjasama dalam bidang pendidikan sebab memiliki kampus berkualitas, selain sektor energi. Selanjutnya Dubes Slovakia memberikan penawaran kerjasama bidang pariwisata, Ekonomi dan Pendidikan serta Konjen Ceko yang mempromosikan potensi kerjasama wisata dan pendidikan.

Rupanya keempat Dubes serta Konjen Negara Sahabat sepakat menjajaki kerjasama pendidikan dengan Indonesia khususnya Undiknas Denpasar dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mereka juga menyiapkan  beasiswa bagi pertukaran dosen karena Undiknas dikenal sebagai kampus yang sangat berkualitas.

Sementara Rektor Undiknas Denpasar Prof. Gede Sri Darma, DBA menyambut tawaran kerjasama tersebut, sebab Undiknas berkomitmen menjadi kampus terbaik di tingkat Internasional, dalam penelitian dan kerjasama lainnya. Hal ini juga sebagai salah satu bukti bahwa Undiknas ingin terus meningkatkan kualitas lulusannya demi memenangkan persaingan di era global ini.

Berikutnya Direktur Analisis Kebijakandan Pembangunan untuk AS dan Eropa, Kemenlu RI Leonard F. Hutabarat mengatakan, seminar ini harus dilanjutkan dengan action karena Presiden Joko Widodo telah memberikan kemudahan bagi investasi asing serta peluang ekspor. Kerjasama ekonomi adalah pilar penting dalam meningkatkan ekspor Indonesia. Sedangkan Indonesia memiliki penduduk terbesar kelima di dunia, adalah pasar potensial bagi produk negara lain. Ini juga untuk membuka peluang masuknya wisatawan asal Eropa Tengah ke Indonesia.

 

Siap Kembangkan  Fisip Undiknas

Dikatakan Sri Rahayu Gorda yang kini sebagai  Dekan FH juga Fisip Undiknas ini, kerja besar pertama selaku dekan 2 Fakultas telah sukses dilaksanakan Seminar Internasional, dimana Program Studi Ilmu Komunikasi Undiknas  bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI melaksanakan Seminar  Internasional dengan topik “Indonesian Economic Diplomacy : Economic Cooperation Towards Visegrad Countries (V4)”.

Kerja sama yang dilaksanakan itu, lanjutnya sebagai bentuk implementasi penandatanganan MoU antara Ilmu Komunikasi Undiknas dengan Kemlu RI. Ini adalah seminar yang ketiga kalinya. Sebelumnya telah pula dilaksanakan  seminar nasional, kuliah umum serta seminar internasional. Bahkan, kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi  lainnya yakni ‘Penulisan Jurnal’ untuk Jurnal Ilmu Komunikasi  yang  beberapa penulisnya dari pejabat Kemlu RI.

Sri Rahayu Gorda juga menyampaikan, bahwa Rektor Undiknas, sangat konsen dan sangat ingin meningkatkan kerjasama dengan empat negara Eropa Tengah  tersebut dalam bidang Pendidikan Tinggi. Mengingat kerjasama adalah kunci bagi sebuah kampus bisa survival. Begitu juga kerjasama Ekonomi RI dengan Negara Eropa sangat penting menuju digital ekonomi.

Sementara ditanya terkait tugasnya mengemban 2 Fakultas sekaligus, Sri Rahayu Gorda mengatakan meski ini merupakan tanggung jawab berat yang diberikan oleh Rektor Undiknas, namun menjadi tantangan untuk bisa mengembangkan keduanya. Untuk ini katanya, ia akan menjalankannya semangat Kerja Cerdas, Kerja Ceria, Kerja Cantik , dan Kerja Tuntas. “Astungkara ISHWW selalu memberikan bimbingan di setiap langkah saya dalam menjalankan semua tugas,” katanya. – ard

 

 

To Top