Connect with us

Griya

Ini Alasan Pilih AC LG Dual Cool

Published

on

Pangsa pasar AC Inverter di Indonesia dikuasai LG dengan market share 72,5%. Hal ini tak membuat LG berpuas diri. Pabrikan asal Korea Selatan ini terus berinovasi untuk mengukuhkan dominasinya.

Salah satu upaya yang dilakukan LG adalah memperkenalkan jajaran terbaru dari AC Inverter LG Dual Cool Series. Inovasi berbasis inverter dengan kepintaran di dalamnya yang tersedia luas hingga kapasitas rendah menunjukkan produk terbaru ini sebagai solusi AC inverter bagi masyarakat Indonesia.

Satrio Mulyo Product Marketing Residential AC LG Electronics Indonesia menjelaskan LG Dual Cool Inverter Series lebih hemat, lebih nyaman, dan lebih pintar yang membuatnya sesuai dengan gaya hidup modern.

“Lebih hemat karena LG menerapkan kompresor khusus bertajuk LG Dual Inverter Compressor. Dengan jangkauan operasi 10Hz hingga 120 Hz membuatnya lebih hemat listrik. Lebih nyaman karena tidak ada suara bising yang dihasilkan dari perputaran mesin. Lebih pintar karena memiliki fitur SmartThinQ yang hadir untuk model Deluxe dan Smart. Ini merupakan jawaban LG bagi gaya hidup modern dengan mobilitas tinggi,” jelasnya di Denpasar, Senin (21/5).

Advertisement

Satrio menambahkan dengan teknologi SmartThinQ, konsumen bisa mengatur kendali AC yang ada di rumah dari jarak jauh. Kendali mengaktifkan, mematikan, kecepatan putar kipas, dan pengaturan suhu dapat dilakukan dari smartphone. Syaratnya, unduh dulu aplikasi SmartThinQ di smartphone dan rumah terkoneksi dengan wifi router.

BACA  Konsep Rumah Keluarga

Sugito Puspo Aji, Branch Manager LG Electronics Indonesia wilayah Bali mengatakan lini terbaru LG Dual Cool Series menyasar segmen rumah tangga.

“Tahun 2018 ini kami ada kenaikan target. Kami yakin produk baru ini bisa diterima konsumen Bali yang menduduki peringkat keempat secara nasional penjualan AC LG,” ujarnya.

Ia menambahkan produk LG Dual Cool Series dijual mulai harga Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Pilihannya mulai dari 1/2 PK, 1 PK, 1 1/2 PK hingga 2 PK. (Ngurah Budi)

Advertisement

Griya

Rumput Mutiara Pilihan Juara

Published

on

Menanam rumput merupakan salah satu cara mempercantik halaman. Rumput mutiara pun bisa jadi pilihan juara.

BACA  Spa Berkonsep Industrial
Continue Reading

Griya

Tren Unik Rumah Knock down

Published

on

Rumah knock down kini menjadi tren baru yang unik bagi banyak orang. Rumah yang dapat dibongkar-pasang dan bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain ini, pengerjaannya pun relatif singkat. Dengan beragam gaya dan model, rumah kayu ini semakin dicari dan diminati.

Penanggung jawab Website dan Penanggung jawab Lapangan Studio Optimizer Angelina Hadriani mengatakan, di era moderen ini banyak sekali orang yang membutuhkan rumah tempo dulu yang unik dan asri. “Rumah kayu sangat cocok di era sekarang karena cuaca alam yang sangat panas dan dingin. Rumah kayu mempunyai kelebihan bisa menetralisir cuaca di luar. Misalnya ketika cuaca panas,  tidak terlalu kepanasan, dan ketika cuaca dingin tidak terlalu dingin. Kini banyak sekali orang yang sudah jenuh dengan rumah permanen,” ungkap Angel-sapaan akrabnya.

Studionya yang berkantor pusat di Indramayu, Jawa Barat dan memiliki kantor perwakilan di Sukawati, Gianyar-Bali ini dibeberkannya sudah mengerjakan proyek rumah knock dwon di berbagai tempat, seperti Villa Istana Bunga Bandung, The Ranch Puncak Bogor, beberapa Rumah Joglo di Jawa Tengah, Pesantren di Hambalang Sentul Bogor, Penakaran ikan di Kediri, beberapa rumah modern di Bekasi dan Jakarta, dan saat ini sedang membuat penginapan di Anyer Banten, dan rumah sederhana di Buleleng, Bali.

BACA  Rumput Penutup Tanah

Dijelaskan Angel, ada berbagai pilihan bahan yang tentunya tetap menjaga kualitas dengan harga bervariasi sesuai kebutuhan dan keinginan pasar. “Untuk model rumah knock down, agar calon pembeli lebih yakin dan tidak hanya melihat gambar/foto, bisa langsung ke rumah contoh yang kami miliki atau rumah yang sudah pernah kami buat. Misalnya di Taman Istana Bunga Bandung atau di Sukawati Bali,” ucapnya.

Advertisement

Proses pengerjaan rumah dikatakannya bisa dikondisikan sesuai kenginan pembeli. Untuk pemasangan rumah saja di lokasi memerlukan waktu kurang lebih 4 minggu. Namun, jika pembeli ingin memantau dari proses pembuatannya, prosesnya pembuatan rumah kayu knock down  bisa dibuat langsung di lokasi mulai dari pemotongan, penghalusan, hingga merangkai rumah, yang membutuhkan waktu kurang lebih 6 minggu.

Untuk maintenance rumah kayu knock down ini cukup mudah, hanya dicat saja dengan cat minyak untuk menghindari dimakan rayap, dilakukan 3 tahun sekali. Rumah kayu knock down bisa bertahan hingga 15 tahun, dan setelahnya itu masuk masa renovasi.

Untuk ilustrasi, Angel memberikan contoh salah satu model rumah kayu knock down yang disebutnya rumah singgah karena sering dijadikan penginapan dekat pantai. Rumah ini memiliki ukuran 5×5 m2, bahan yang digunakan adalah kayu Akasia (kayu Kalimantan). Di dalamnya terdiri dari 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur bersih, teras kecil depan/belakang, sudah termasuk instalasi listrik. “Harga yang kami tawarkan Rp 65 juta. Dan tambahan biaya pengiriman untuk sampai ke lokasi biasanya 3-4jt. Total untuk harga rumah tersebut Rp 70 juta sudah bersih dan terima kunci. Harga murah dan standar tetapi kualitas bagus dan layak digunakan. Model dan ukuran bisa di ubah sesuai dengan keinginan,” jelasnya. (Inten Indrawati)

BACA  Konsumen Produk Elektronik lebih Suka Pembayaran Nontunai

Advertisement
Continue Reading

Griya

Patung Paras Cetakan

Published

on

Di Bali khususnya, keberadaan patung sangat mudah dijumpai. Mulai dari rumah tempat tinggal, perkantoran, fasilitas umum, hingga tempat suci. Wujud seni rupa tiga dimensi ini kerap menjadi “pemanis” suasana interior maupun eksterior. Bahkan, tak jarang pula beberapa patung khususnya yang ditempatkan di areal tempat suci, diyakini bernilai magis. Namun, Tokoh tak akan jauh membahas hal itu.

Patung bisa dibuat dari bermacam material, salah satunya dari serbuk paras atau yang biasa mereka sebut paras buatan (cetakan). Inilah yang dilakoni Putu Anya (26) bersama kakak, adik sepupu, dan kerabatnya yang lain. Di bawah bendera “Anya Sari Ukir” yang berlokasi di Banjar Ulapan Dua, Jalan Raya Blahkiuh, Putu Anya memahat/mengukir balok-balok paras itu menjadi beberapa bentuk patung yang indah nan menawan.

Ada patung rangda, celuluk, macan, raksasa, rama shinta, dll. Harga satu patung tergantung ukuran dan kerumitan proses kerjanya. Putu Anya menunjuk satu pasang patung rangda setinggi 200 cm x 65 cm yang dijualnya Rp 16 juta. “Pengerjaan satu patung ini menghabiskan waktu sekitar 20 hari. Ini orderan orang. Finishingnya tergantung permintaan. Ada yang minta dicoating, ada juga yang sengaja minta tak difinishing,” jelasnya.

BACA  Konsumen Produk Elektronik lebih Suka Pembayaran Nontunai

Paras buatan (cetakan) ini dituturkan Putu Anya, merupakan campuran dari serbuk paras, semen, mild, air ditambah lem perkat, yang kemudian dicetak menjadi bongkahan-bongkahan balok yang siap diukir. “Setelah dicetak, didiamkan dulu 3 hari, baru paras balok itu bisa dipahat,” imbuhnya sembari mengukir sebuah pesanan patung bersama adik sepupunya Made Anggi (18).

Advertisement

Proses pembuatan patung itu mulai dari paras balok, yakni membuat sket, membentuk bakal (bentuk global), baru kemudian dipahat/diukir. Peminat patung paras cetakan ini dikatakannya didominasi penduduk lokal, tak hanya wilayah terdekat, namun sampai daerah Negara dan Buleleng. Mereka sengaja memesan patung ke tempat ini dikarenakan harganya lebih murah. (Inten Indrawati)

Continue Reading

Tren