Connect with us

Dara

XL Future Leaders Ajak Generasi Muda Berpolitik

Published

on

Komitmen jangka panjang PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) untuk terus menyiapkan generasi muda di Indonesia sebagai calon pemimpin yang mampu bersaing secara global di masa mendatang dan masuk dalam dunia kreatif berbasis digital masih tetap kuat. Melalui program sosial berkelanjutan di bidang pendidikan, XL Future Leaders ( XLFL ) Global Thinking kini memasuki tahun ke-7. XL Axiata kembali membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengikuti program XLFL yang dibuka mulai 1 April hingga 31 Juli 2018.

Caretaker Vice Presiden XL Axiata East Region, Mochamad Imam Mualim mengatakan, tahun 2018 ini akan menjadi tahun ketujuh bagi Program XLFL Global Thinking. “Kembali kami membuka kesempatan bagi para mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan berbagai manfaat melalui program yang sangat bagus ini. Kami percaya, apa yang kami berikan melalui program ini akan sangat mendukung para siswa untuk mempersiapkan diri mereka masuk dalam dunia global dan digital. Saat ini sudah ada 6 angkatan yang terbentuk dengan 4 angkatan di antaranya telah menyelesaikan program yang kami berikan. Total, program ini telah berhasil diselesaikan oleh 550 peserta sejak dimulainya program ini,” ujarnya.

Imam Mualim menambahkan, tahun ini sosialisasi berbeda dari XLFL yang sebelumnya. “Tahun ini kami menyelenggarakan sosialisasi berupa diskusi publik yang membahas tentang isu yang terkait di tiap daerah yaitu Bandung, Makassar, Medan, Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta. Diskusi publik yang di Surabaya ini mengambil tema “Youth In Politics” yang diadakan di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Kampus B Universitas Airlangga (Unair), Pertimbangan memilih tema diskusi publik ini,karena kami ingin mengajarkan dan melatih para siswa untuk lebih peka terhadap kondisi dan permasalahan yang ada di daerah mereka masing-masing,” tegasnya.

BACA  Dorong Kreativitas Anak Muda di Masa Pandemi, AXIS Lakukan Ini

Selain diskusi publik, XLFL juga mengadakan sosialisasi program di 26 universitas yang tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. Program sosialisasi XLFL ini akan berlangsung pada April hingga Juli 2018. Pada sosialisasi ini, XL Axiata akan menjelaskan mengenai program XLFL angkatan ke-7 kepada para mahasiswa serta akan ada talkshow interaktif dan sharing session.

Advertisement

Untuk bisa mengikuti program berdurasi 2 tahun ini, syarat yang harus dipenuhi antara lain adalah berstatus sebagai mahasiswa aktif, berusia maksimal 21 tahun, pada saat mendaftar sedang menempuh tahun pertama atau kedua program S-1, terbuka untuk semua jurusan, serta memiliki IPK minimal 2,8. Program XLFL ini terbuka untuk seluruh mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk program XLFL tahun ini, jumlah peserta yang diterima berjumlah minimal 150 orang terpilih melalui serangkaian seleksi ketat yang diadakan oleh XL Axiata. Tidak ada kuota khusus untuk masing-masing daerah pada saat seleksi peserta dilakukan.

Para mahasiswa yang tertarik untuk mengikuti program XL Future Leaders dapat mengikuti seleksi dengan melakukan registrasi secara online via website join.xlfutureleaders.com yang dapat dilakukan mulai 1 April hingga 31 Juli 2018. Bagi peserta yang lulus registrasi online akan diumumkan pada bulan Agustus. Peserta yang lulus registrasi online akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu Tes Tertulis yang diadakan secara online pada bulan Agustus.

Tahap selanjutnya yang harus diikuti oleh calon peserta program XLFL adalah FGD dan Interview, yang akan diadakan pada bulan Agustus hingga September. Pengumuman peserta yang lulus tahap ini, dan sekaligus menjadi peserta XLFL angkatan ke-7, akan diumumkan pada bulanOktober 2018. Pengumuman kelulusan dari setiap tahap seleksi akan disampaikan melalui official website dan media social XLFL.

BACA  Putu Arlik Purwaniti: Selalu Ingin Mencoba

Program XLFL Global Thinking akan mengajarkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan generasi muda untuk mampu berkiprah di tingkat global, termasuk mampu bersaing dalammemperebutkan posisi-posisi strategis di berbagai perusahaan multinasional dunia di masa mendatang.

Proses pendidikan dan bimbingan peserta XLFL angkatan ke-7 akan mengacu pada kurikulum yang dirancang oleh XL Axiata, Pada kurikulum ini, peserta akan mendapatkan materi yang menekankan 3 kompetensi, yaitu komunikasi efektif, jiwa kewirausahaan dan inovasi, serta pengelolaan perubahan. Selain itu XLFL juga memiliki program soft skill berbasis video yaitu e-learn. E-learn dapat diakses oleh seluruh masyakarakat dengan membuka website E-learn di elearn.id

Advertisement

Kaum Muda Tak Perlu Alergi Politik

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengajak kaum muda untuk tidak alergi politik. Menurutnya, selama ini politik menjadi pelarian mereka yang gagal masuk pegawai negeri sipil (PNS), dokter, bisnis dan lainnya sehingga masuk partai politik (parpol) sebagai pelarian dan berujung rusaknya tatanan politik. Whisnu menyatakan hal itu saat menjadi pemateri  pada acara Youth Town Hall yang digelar PT XL Axiata, di Gedung C Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Kampus B Universitas Airlangga (Unair), Senin (14/5/2018).

“Mahasiswa, pelajar, kaum muda jangan apatis bicara politik. Dari politik bisa raih kekuasaan. Tak ada jalan lain untuk meraih kekuasaan selain lewat politik. Di bumi tercinta ini yang masuk politik banyak yang gagal dibidang lain, sebagai usahawan, sebagai dokter,” ujarnya.

BACA  Jerry S.: Pilih Lirik Kocak

Pria yang menerjuni politik praktis sejak berstatus mahasiswa ini mengingatkan bahwa jika semakin sedikit orang baik dan berkompeten terjun ke politik sejak awal, maka semakin sedikit pula pemikir baik bangsa ini.

‌Kepada mahasiswa, Whisnu mengingatkan para tokoh-tokoh muda pra kemerdekaan  yang menjadi politisi.  Soekarno, Moh Yamin, Bung Tomo dan lainya yang ketika itu muda, masuk golongan pemudaMelalui jalan politik, mereka tertempa menjadi pemimpin handal, menjadi negarawan, dan kemudian memimpin perjuangan serta menyatukan bangsa. Mereka memimpin perjuangan dan memerdekakan Republik Indonesia.

Advertisement

“Karena itu anak muda jangan apatis politik. Jangan anggap politik itu kotor, politik itu ilmu, politik itu suci. Yang kotor itu orangnya, yang jahat manusianya. Apabila kaum muda ingin mengubah sistem, maka harus masuk ke dalam. Apabila ingin mengubah dari luar diperlukan ekstra power”, imbuh Whisnu

Sementara itu, Ketua Pusat Informasi dan Humas sekaligus pakar politik Unair Suko Widodo mengatakan minimnya ketertarikan kaum muda pada politik bukan saja terjadi di Indonesia. “Di Malaysia contohnya, yang tua kembali terpilih. Mahathir Muhammad masih turun tangan,” kata Suko. Karena itu, Suko melihat perlunya anak muda untuk menjadikan dunia politik praktis sebagai salah satu pilihan dalam berjuang.

Selain itu dalam acara ini hadir juga sebagai pembicara, yaitu Agus Imam Sonhaji, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Surabaya, Firzan Syahroni, Redaktur Politik Jawa Pos Koran dan sosok pemuda yang mau bangkit untuk dunia politik dengan mendirikan Indonesia Berbicara yaitu Kevin Tan. (Ngurah Budi)

 

 

Advertisement

Dara

“Saat Bersama” Intan Laksmi Ungkapkan Anugerah Terindah

Published

on

Intan Laksmi

Denpasar (cybertokoh.com) –

Bali tak pernah berhenti mengorbitkan bakat-bakat baru, di tengah perkembangan pesat industri musik di tanah air. Intan Laksmi, seorang solois berbakat yang baru beranjak remaja, meluncurkan “Saat Bersama”. Sebelumnya, Intan telah merilis single bertajuk “Meraih Mimpi”.

Lagu “Saat Bersama” diciptakan dua musisi Bali, Wira Krisna dan Tika Pagraky. Single ini dirilis secara resmi berbarengan dengan pengenalan video klipnya, Sabtu (6/11) di kanal Youtube Intan Laksmi

Lagu bergenre pop modern ini mengangkat tema yang tak jauh-jauh dari dunia remaja. “Kisah seorang remaja putri yang mengungkapkan anugerah terindah kebahagiaan saat bersama sahabat di kala suka dan duka. Intinya pesan kepada teman-teman agar tetap setia, saling percaya dan takkan berpisah selamanya,” ungkap Intan yang lahir 19 Februari 2008 ini.

Advertisement

Intan yang memiliki nama lengkap Kadek Intan Dwi Laksmiantari sangat beruntung karena untuk rekaman kali ini masih didukung banyak naman-nama hebat di bidangnya. Selain pencipta lagu dari orang yang sudah punya nama dan diakui karya di kancah musik Bali, aransemen musiknya digarap oleh Sila, sekaligus owner dari Silahomestudio. Video Klip digarap Arga Agustianto sekaligus owner Cato Production, dan figuran didukung oleh teman-teman Intan di sekolah. Manajemen artis ditangani De Ama, presenter yang juga penyanyi lagu pop Bali.

BACA  Yoriko Angeline: Jadi Cewek Harus Pintar

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses single kedua ini. Terima kasih kepada Papa dan Mama yang telah mendukung sampai saat ini. Terima kasih kepada Kak De Ama selaku manajer yang sudah menyiapkan konsep semuanya dari awal,” ujar Intan.

Untuk memudahkan penikmat musik menikmati “Saat Bersama”, lagu ini akan tersedia di berbagai platform musik digital seperti Sportify, Joox, Itunes dan lainnya. Selain itu video klipnya juga bisa disimak melalui kanal Youtube Intan Laksmi.

Sebelum merilis “Saat Bersama”, Intan sempat tergabung dalam Bali Kumara Generasi ke-4 (BK4) dengan satu lagu berjudul “Nguni Gelatik” (2018). Tahun 2019 lalu, ia melepas single ke-2 berjudul “Astungkara”. Tahun 2020, ia mengeluarkan single pertama berbahasa Indonesia dengan judul lagu “Meraih Mimpi”. (Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Dara

“Kilangan Tresna” Single Pertama Gek Mirah

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayang, orang yang dicintai? Bagaimana galaunya ketika asmara kita berlalu dan hilang? Coba tanyakan ke Gek Mirah.

Dara bernama lengkap Agung Mirah Prayoga ini baru saja merilis secara resmi rekaman solo pertamanya, “Kilangan Tresna”. Diawali dengan penayangan video lirik di kanal Youtube pekan lalu, dan disusul dengan acara peluncuran sekaligus penayangan perdana video musik, Sabtu (28/11)

Menurut Gek Mirah, penggarapan “Kilangan Tresna” bermula ketika ia kerap membuat cover song untuk konten di media sosial. Satu ketika ia meng-cover lagu “Sedih” milik penyanyi Tika Pagraky.

Advertisement

“Ternyata lagu yang saya cover itu mendapat perhatian dari Mbok Tika yang menanyakan apakah sudah punya lagu sendiri atau belum. Kalau belum, mbok Tika menawarkan untuk membuatkan lagu,” ungkapnya saat ngobrol dengan wartawan, Kamis (26/11).

Gek Mirah yang masih duduk di kelas II SMA ini merasa senang mendapat perhatian seperti itu. Sembari menunggu Tika mempelajari karakter vokal Gek Mirah, obrolan berlanjut hingga Tika kemudian menyodorkan satu lagu ciptaan Wira Krisna, “Kilangan Tresna”.

BACA  Yoriko Angeline: Jadi Cewek Harus Pintar

Merasa cocok dengan lagu garapan vokalis Rocktober itu, Gek Mirah tak mau berlama-lama lagi, langsung mempelajarinya dan berlanjut rekaman di studio Harta Pro di bawah arahan Dek Artha.

Sayangnya proses selanjutnya tertunda selain karena pandemi, kebetulan juga Gek Mirah dikejar proyek lain bersama Alcoust Band yang drummernya I Kadek Bayu Satya Wiguna Prayoga, adik Gek Mirah.

 

Advertisement

“Ya, jadinya “Kilangan Tresna” molor dan molor lagi pembuatan video klipnya. Akhirnya dengan berusaha mencuri-curi waktu di tengah kesibukan saat ini, proses syuting bisa dilakukan,” ujar buah hati pasangan I Made Astra Prayoga-Ida Ayu Ekasriadi ini.

Gek Mirah mulai dikenal di belantika musik pop Bali saat muncul bersama Alcoust Band
beberapa waktu lalu. Siswi SMA 3 Denpasar ini bukanlah orang baru di jalur tarik suara. Ia sudah gemar menyanyi sejak kanak-kanak dan kerap menjajal berbagai panggung kompetisi. “Kami sebagai orangtua memberikan dukungan kepada anak-anak untuk menekuni dunia musik,” ujar Astra Prayoga. (Ngurah Budi)

Continue Reading

Dara

“Karena Cintamu”, Inspirasi dari Inda Prameswari

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Setelah beberapa kali meluncurkan single sebagai penyanyi anak-anak, Inda Prameswari kini muncul lebih dewasa. Satu lagu berbahasa Indonesia, “Karena Cintamu” menandai babak baru perjalanannya di kancah musik.  Lagu sekaligus video klipnya diluncurkan Kamis (24/9).

Pemunculan dara bernama lengkap I Gusti Agung Ayu Dinda Prameswari Sutha ini masih tak lepas dari peran sang ayah, penyanyi pop Bali, Agung Wirasutha. Agung pula yang membuatkan lagu ”Karena Cintamu” secara khusus untuk sang putri.

Lagu “Karena Cintamu” tercipta di tengah perjalanan spiritual yang dilakukannya di tengah pandemi. Tidak heran jika lirik lagu ini  terkesan sarat makna. Meskipun judulnya memakai kata cinta, yang dimaksud di sini lebih dari sekedar cinta kepada kekasih atau pasangan, tetapi cinta secara luas termasuk cinta dari Sang Pencipta.

Advertisement

Untuk penggarapan musik dipercayakan kepada Dek Artha. Sementara video klip digarap oleh Gede Purnama dan juga didukung oleh penari Adi Siput. Untuk masalah penampilan kali ini Inda mengenakan busana, perhiasan dan make up dari Inggi Kendran dengan lokasi penggarapan klip di Black Lava Kintamani, Lake View Bali Hotel Kintamani dan Pantai Nyanyi Tabanan.

BACA  “Karena Cintamu”, Inspirasi dari Inda Prameswari

“Sengaja saya tulis “Karena Cintamu”, biar lebih universal dan mengindari kesan berat apalagi dinyanyikan oleh Inda Prameswari yang masih belia, agara bisa masuk di kalangan remaja, yang sudah mengenal cinta,” jelas Agung Wirasutha. Ia berharap semoga lagu ini mampu menginspirasi dan memotivasi banyak pihak untuk sama-sama berjuang melawan Covid-19.

Mengikuti jejak sang ayah di dunia tarik suara, Indaa Prameswari yang kini berusia 17 tahun sudah mulai rekaman sejak dengan merilis lagu “Anugerah”. Ia juga merilis beberapa single seperti Demen Dadi Milu (2015), Demen Tapi Sing Bani (2017), juga kolaborasi bersama Nissa Putri dan sang ayah, Agung Wirasutha untuk lagu ”Om Nama Siwaya” (2018). (rls/Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Tren