Edukasi

Lembaga PAUD Rintis Kelas Jauh

Pendidikan merupakan investasi masa depan yang nantinya akan berguna untuk diri sendiri maupun untuk Negara. Dengan menempuh pendidikan anak-anak akan menjadi aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Untuk dapat mencetak anak yang cerdas dibutuhkan kualitas pendidikan baik dari sistem maupun pemerataan pendidikan dari tingkat dasar hingga tingkat pendidikan tinggi.

Hal ini juga menjadi concern oleh Ny. Aries Suradnyana ketika disinggung mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini. Menurutnya, secara kasat mata pendidikan anak usia dini memang tidak ada apa-apanya. Namun, pendidikan anak usia dini akan membentuk karakter anak-anak 20 tahun atau 30 tahun ke depan. “Jika di usia dini kita memberikan pemahaman dan pendidikan yang bagus, ke depannya mereka akan menjadi pemimpin yang bagus. Tentunya juga peran serta orang tua dan lingkungan sangat menentukan,” ujarnya.

Maka dari itu, lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Buleleng kembali membuat inovasi dan terobosan. Dengan topografi Buleleng yang menyebabkan jarak dari satu banjar/dusun ke banjar/dusun di suatu desa sangat jauh, lembaga PAUD di Buleleng mulai merintis adanya kelas jauh atau kelas satelit. Kelas jauh atau kelas satelit ini berarti para guru yang mobile ke banjar-banjar atau dusun-dusun untuk mengajar anak-anak.

Hal tersebut diungkapkan Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Aries Suradnyana saat ditemui usai menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan kepada lembaga PAUD dari seluruh kecamatan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu (2/5).

Aries Suradnyana menjelaskan dengan kelas jauh atau kelas satelit ini, anak-anak dari dusun yang jauh dari pusat desa tidak perlu jauh-jauh datang. Para guru yang akan berkeliling atau mobile untuk mengajar. Kelas jauh juga tidak perlu menambah lembaga PAUD lagi. Hanya memerlukan tambahan kelas di dusun-dusun. Pelayanan lebih menjangkau seluruh dusun dengan pola kelas jauh atau kelas satelit ini. “Jadi guru yang mobiling ke dusun-dusun. Anak-anak tidak perlu ke pusat desa. Sekarang baru dua desa yang menerapkan yaitu Desa Sepang dan Desa Pedawa,” jelasnya.

Mengenai bantuan yang diberikan oleh para perusahaan dalam bentuk CSR, wanita yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng ini mengungkapkan harapannya kepada para perusahaan agar memberikan atensi lebih untuk pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini dibandingkan dengan sektor lainnya. Pemikiran tersebut didasari atas betapa pentingnya pendidikan anak usia dini untuk membangun karakter. “Para perusahaan saya harapkan lebih peduli dengan pendidikan anak usia dini karena disinilah karakter mereka ditempa. Tapi untuk saat ini jumlah yang disalurkan melalui CSR terus meningkat,” ungkap Aries Suradnyana.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan dari TK Wiguna Kumara, Desa Kayuiputih Melaka, Putu Apriantini, S.Pd menyatakan rasa terimakasihnya karena proposal yang dikirim sudah diwujudkan. Ada beberapa bantuan yang dirinya terima yaitu kursi, loker, balok. Jumlah siswa yang dibina sejumlah 32 orang. “Kami menerima bantuan berupa kursi dan loker yang akan kami gunakan sebaik mungkin,” tandasnya.

Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2018, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng bersama Bunda PAUD Kabupaten Buleleng menyerahkan bantuan CSR dari beberapa lembaga/perusahaan dan juga perseorangan kepada 31 lembaga PAUD yang ada di Buleleng. Bantuan CSR yang diberikan total berjumalh Rp 72 Juta dan disalur ke 31 lembaga PAUD berupa APE Balok, Kursi, Meja, Loker, Jungkat-jungkit dan juga ayunan. Turut pula mendampingi Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd.  (Wiwin Meliana)

 

To Top