Pelesir

Wisata Malam di Pantai Losari

Wisata pantai biasanya dinikmati pagi hingga sore hari. Tetapi, di Makassar, Sulawesi Selatan, warga memilih wisata ke Pantai Losari di malam hari.

“Siang hari panas sekali. Kami lebih suka datang di malam hari. Suasana lebih semarak. Mau duduk santai atau sambil menikmati makanan jadi lebih asyik,” ujar Ariawan yang datang ke pantai bersama teman-temannya.

Pantai yang berada di sisi Barat kota Makassar ini memang menjadi pilihan warga maupun wisatawan untuk menyaksikan sang mentari tenggelam di ufuk Barat.

Saat malam hari, lampu-lampu menyala menjadikan suasana terang benderang. Patung Pinisi menjadi landmark yang menyambut pengunjung. Dua patung Adipura yang pernah diraih Kota Makassar juga menjadi “gapura” selamat datang di Pantai Losari.

Ikon yang paling diburu tentu saja tulisan PANTAI LOSARI. Jika datang sendiri, bisa memilih foto di tengah, di pinggir, sesuai keinginan. Kalau beramai-ramai, bisa foto dengan menempatkan diri di salah satu huruf.

Selain berfoto, di Pantai Losari juga terlihat anak-anak bermain baling-baling dengan lampu warna-warni.

Mau yang ekstrem? Ada yang menawarkan foto bersama ular piton. Dua orang pembawa ular berada di areal pantai sembari menawarkan untuk foto bersama.

Tak jauh dari spot foto ini, ada replika perahu pinisi yang ditambatkan di dermaga. Ini makin memperkuat kesan Kota Makassar merupakan kota pelabuhan yang memiliki kapal istimewa.

Bagi penyuka olahraga futsal, ada lapangan yang tersedia di tepi pantai. Di malam hari, lapangan ini nampak seperti lapangan futsal terapung.

“Berkunjung ke Pantai Losari tak lengkap kalau belum menikmati pisang epe. Ini adalah satu penganan khas Makassar berupa pisang mentah yang dibakar, kemudian dibuat pipih, dan dicampur dengan air gula merah,” imbuh Ariawan. (Ngurah Budi)

 

 

 

To Top