Surabaya

Tidak Selamanya Hitam Itu Kelam

Bawang hitam yang juga sering disebut dengan ‘magic black garlic’ adalah bawang putih yang diproses secara alami pada suhu dan juga kelembaban tertentu. Sehingga akan tercipta formulasi kimia yang menghasilkan jenis bawang hitam dengan kandungan di dalamnya yang dijadikan sebagai farmakologis untuk kesehatan dan vitalitas tubuh.

Dengan kata lain, black garlic ini merupakan bawang putih yang difermentasikan dalam waktu yang cukup lama sehingga daging buahnya menjadi hitam. Berbeda dengan bawang putih biasanya, bawang putih hitam ini memiliki tekstur yang lembut, kenyal, gurih, serta rasanya yang agak manis.

Walaupun bukan termasuk obat dokter, namun bila dikonsumsi secara rutin dapat menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit, karena bawang putih hitam dapat mengencerkan darah, berfungsi anti oksidan, dan  membuang logam berat dalam tubuh.

Mengembangkan produk bawang putih hitam inilah usaha yang ditekuni oleh  Dian Rini Utami Ningsih, alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga. Ia ingin menepis anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa mengonsumsi bawang putih itu menyengsarakan karena menimbulkan bau di mulut.

Sebelum menekuni bisnis bawang putih hitam ini, dia pernah menjalankan usaha butik, pemasok barang di beberapa hotel sampai menjadi sekretaris direksi di PT Kertarajasa.

Istri Dinar ini  melakukan riset berbulan bulan untuk bisa menghasilkan produk hitam berkhasiat tersebut. Untuk menghasilkan 100 gram dia mengabiskan bahan dasar bawang putih sebanyak 500 gram. Saat ini dia kemampuan produksinya baru 10 kg perbulan  namun diproyeksikan ke depan mampu mencapai 50 kg per bulan.

Orang pertama yang mengonsumsi produk tersebut adalah ibunya sendiri yang sedang menderita sakit jantung dan temanya yang dirawat di rumah sakit karena sakit lambung.

“Alhamdulilah ibu saya sejak mengonsumsi bawang hitam, mampu mengurangi konsumsi obat sampai 40 %, dan teman saya juga sembuh setelah 3 bulan rutin mengkonsumsi,” kata Dian Rini Utami Ningsih, owner Hit Men  Bawang Putih Hitam.

 Mulai Februari 2018, ibu dua anak ini memasarkan obat yang merupakan resep turun temurun raja- raja Korea ini  seharga Rp 50.000 dengan kemasan 100 gram di Car Free Day Taman Bungkul. Ia juga memasarkannya  secara online di media sosial.

Selain itu dia juga rajin mengikut berbagai pameran seperti di Kodam, Petro Agri Food, dan kegiatan bazaar ramadhan yang diselenggerakan Pemerintah Surabaya di berbagai kecamatan.

Hal yang sangat menyenangkan selama menjalankan bisnis ini adalah saat dagangannya laris dan menerima order, sedangkan hal yang menyedihkan adalah saat  dia ditipu oleh event organizer pameran.(Nanang Sutrisno/Bisnis Surabaya)

 

To Top