Bumi Gora

BIJAKSANA MENJADI IBU ZAMAN NOW

Berkembangnya teknologi yang demikian pesat dewasa ini telah membuka ruang yang luas untuk bereksplorasi dan berekspresi. Informasi yang mengalir deras dari dunia maya ini tidak pelak mempengaruhi banyak sekali perkembangan anak-anak zaman sekarang. Karena tidak dapat dimungkiri  anak-anaklah yang lebih banyak menggunakan teknologi informasi yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja, sehingga pengaruhnya bisa secara langsung berdampak pada anak.

Bagi orangtua yang sibuk bekerja dan tidak bisa setiap saat menemani anak-anak mereka kala mengakses kecanggihan teknologi lewat dunia maya ini, tentu menjadi kegelisahan tersendiri. Kekhawatiran pengaruh buruk media maya yang bisa berpengaruh buruk pada anak juga banyak menjadi perhatian. Namun tidak sedikit kecanggihan teknologi ini justru mengantar anak-anak untuk meraih prestasi karena mampu memaksimalkan potensi diri dan bakat yang dimilikinya dengan belajar melalui media maya yang menawarkan segala tutorial dengan detil. Anak-anak kreatif zaman sekarang kerap menganggap tidak ada yang tidak bisa dipelajari lewat dunia maya.

Mereka bisa belajar banyak hal dari tawaran teknologi yang semakin maju ini. Mulai dari hal yang besar hingga hal remeh nyaris semua ada tutorialnya di dunia maya. Anak-anak yang rajin belajar dari dunia maya ini, bahkan bisa mengerjakan sesuatu hanya dengan mempelajarinya lalu mempraktikkannya. Tihang misalnya, Siswa kelas satu SMU 2 Mataram ini, bahkan bisa merakit sendiri komputer dengan spesikasi gaming. Ia datang sendiri ke toko untuk membeli alat-alat komputer, berdiskusi tentang spesifikasi masing-masing alat tersebut dengan penjual komputer lalu ia menentukan pilihannya. Kemudian tanpa bantuan siapa pun, sambil sesekali melihat tutorial di internet ia merakit sendiri komputer tersebut mulai dari awal hingga komputer itu bisa dipakai. Ketika ditanya di mana ia belajar merakit komputer, jawabannya sederhana, “belajar dari internet,” kata Tihang yang kini tengah tertarik mempelajari alat musik lewat dunia maya ini. Setelah berhasil merakit dan menyalakan komputer tersebut, wajah Tihang tampak sumringah dan bahagia. Baginya, berhasil melakukan sesuatu sendiri itu merupakan tantangan dan kebahagiaan tersendiri. Hanya kebahagiaan yang bisa ia jelaskan tentang apa yang dirasakannya saat berhasil melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan siapa pun.

Hal yang sama juga terjadi pada Kelnov yang juga merakit komputer hasil belajar dari dunia maya. Menurut ibundanya, Baiq Nelly K, Kelnov memang terlihat tertarik pada IT. Selain merakit komputer, ia juga belajar gitar melalui dunia maya ini. Sebagai orang tua, Nelly diam-diam bangga akan kemampuan anaknya tersebut meski sesekali sempat khawatir akan pengaruh negatif dunia maya. Namun dengan perhatian dan kehangatan dalam keluarganya Nelly bisa yakin ia mampu mengawasi dan membimbing anaknya untuk memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif dengan mendekatkan anak-anaknya pada agama. Selain itu untuk memaksimalkan potensi dan bakat Kelnov dalam bidang IT, Nelly memberi dukungan sepenuhnya ketika anaknya itu membutuhkan fasilitas guna memaksimalkan bakat tersebut. “Sebagai orangtua saya memberi dukungan semangat dan fasilitas semaksimal mungkin terhadap yang dibutuhkannya, “ kata Nelly yang kini memimpin Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan SDM Kota Mataram ini.

Masa berganti zaman terus berjalan. Para orangtua hari ini tentu harus menyesuaikan untuk bisa menjadi orang tua zaman now. Kebijaksanaan sangat dibutuhkan dalam menyikapi kemajuan teknologi dewasa ini. Menurut  Armita Budiyanti, ASN yang bekerja di bagian Humas Kota Mataram, sesungguhnya   tidak   ada   cara   yang   baku   untuk menjadi   ortu   yang   bijak   di   zaman   now.   Karena   ketika   anak   berkembang, tantangan akan berubah, dan pemikiran juga akan berkembang. “Namun pendekatan terhadap anak harus konsisten, tegas namun penuh cinta. Idealnya, melalui pengalaman-pengalamannya, orang tua dapat membantu anak belajar membangun kepercayaan diri dan mengatasi tantangan,” ujar Tita, begitu panggilan akrabnya.

Sebagai ibu ia mencatat beberapa hal penting dalam menyikapi hal tersebut. Pertama adalah bahwa teknologi memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan anak-anak   sekarang, mulai   dari   tidur,   belajar   hingga   kehidupan   sosial. Teknologi   sebagai   alat   bisa  menjadi   bagian   yang sangat memperkaya kehidupan   anak-anak.   Orangtua   harus   terus   mendampingi   anak-anak dalam memanfaatkan gadget dan media sosial. Mengatur waktu kapan gadget dapat digunakan, sesuaikan dengan usia anak juga perlu diperhatikan oleh orangtua sehingga anak-anak tahu apa yang mereka bisa dan tidak bisa lakukan.

Selanjutnya adalah di setiap tingkat usia dan keterampilan, anak-anak mendapat manfaat ketika   orangtua   membantu   mereka   fokus   untuk   meningkatkan kemampuan   mereka.   Dengan   kata   lain,   anak-anak   harus   memahami bahwa   pemberdayaan   intelektual   mereka   dapat   ditingkatkan   dengan usaha.  Anak-anak  yang  mengadopsi  mindset  ini   akan  termotivasi  oleh pekerjaan   yang   sulit,   dan   terinspirasi   oleh   pencapaian   teman-teman mereka yang lebih berbakat.

“Contoh sederhana yang saya lakukan terhadap anak-anak saya adalah memberi   dukungan   kepada   mereka   dengan   arahan   dan   pembinaan terhadap bakat dan minat mereka. Memberikan motivasi kepada mereka untuk   berani   berkompetisi   dan   unjuk   kemampuan.   Bila   mereka mengalami kegagalan, saya berusaha untuk tidak menyalahkan mereka. Dengan   mengatakan   kepada   mereka   bahwa   kegagalan   merupakan kesuksesan   yang   tertunda,   saya   rasa   anak   akan   termotivasi   untuk memperoleh pencapaian yang lebih baik,” katanya.

Selain itu menjadi orangtua   adalah   pekerjaan   yang  tidak mudah.  Orangtua harus mampu bernegosiasi soal manajemen dengan anak dengan cara yang baik. Bagi sebagian keluarga   saat  ini, negosiasi  terbesar  tentang   manajemen waktu adalah soal waktu bermain dan menikmati hiburan, seperti menonton televisi. Beberapa tanggung jawab keluarga yang diberikan pada anak dapat membantu anak-anak untuk menyisihkan waktu guna menjaga  jarak   dengan   dunia   maya.  Tita kerap membiarkan kedua anaknya  Dandy Alviyando (18) dan Kevin Leonidas (10) melihat   bahwa ia menghargai   waktu   luangnya    untuk   bersenang-senang.

Terhadap hobi dan bakat anak-anaknya, Tita membimbing mereka untuk memaksimalkannya sehingga tidak jarang buah hatinya beroleh kemenangan dalam sebuah kompetisi baik itu keilmuan mau dalam menyalurkan hobinya.

Ia juga mencoba memahami   bahwa waktu  anak bersama  teman  adalah   hal  yang  juga penting. Namun tanggung jawab dalam keluarga harus juga dilakukan. Begitu juga tanggung jawab pada pendidikan. Tetapi lebih dari itu, orangtua juga harus melakukan apa yang diajarkannya pada anak.

“Pada   akhirnya, orangtua juga harus   mempraktikkan   apa   yang   diajarkannya.   Karena anak-anak kita mendengarkan apa yang kita katakan dan melihat apa yang kita lakukan,” ujar Tita.

Nelly dan Tita menyadari benar bijaksana menjadi ibu zaman now akan membantu anak-anak zaman now memaksimalkan bakat yang dimilikinya meski mereka belajar dari dunia maya. Pengawasan dan kepedulian orangtua terutama ibu akan membimbing anak-anak untuk memanfaatkan dunia maya dengan tepat. (Naniek I. Taufan)

To Top