Woman on Top

Disiplin Modal Utama

Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.

Pendidikan merupakan mata uang yang berlaku di negara manapun. Inilah ungkapan yang tepat untuk mendeskripsikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Setiap orang berhak mendapat pendidikan akan tetapi tidak setiap orang memiliki kesempatan sukses dalam bidang pendidikan.

Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A., akademisi Undiksha yang saat ini mengajar di Jurusan S1 Pendidikan Bahasa Inggris salah satu contoh orang yang meraih kesuksesan di bidang pendidikan. Anak dari seorang loper koran ini berhasil menamatkan studi hingga S3 di universitas luar negeri. Tentu hal ini diraih dari kerja keras dan tekad bulat untuk mengubah nasib dan mengangkat derajat keluarga.

Bagi perempuan yang akrab disapa Ratmi ini kesuksesan hanya menghampiri orang-orang yang memiliki kedisiplinan, tanggung jawab dan kerja keras dalam mengerjakan sesuatu. Disiplin merupakan modal utama yang ia tanamkan sejak kecil hingga saat ini untuk meraih apa yang saat ini sudah ia dapatkan. Bahkan dengan kedisiplinan mengantarkan dirinya meraih berbagai prestasi akademik sejak duduk di bangku SMP. “Saya selalu meraih peringkat di setiap jenjang pendidikan bahkan mendapat beasiswa ikatan dinas di zaman kepemimpinan presiden Soeharto dan juga sempat mengikuti pertukuran mahasiswa ke luar negeri,” jelasnya.

Ratmi menegaskan sikap disiplin dan tanggung jawab memang sangat penting sebagai faktor penentu kesuksesan seseorang dalam pendidikan, tetapi tanpa dukungan dana seseorang tidak akan dapat mengenyam pendidikan tinggi. Semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi juga dana yang diperlukan. “Dana menjadi syarat utama di manapun sekolah,” ungkapnya.

Tetapi, Ratmi mengatakan ketidaktersedian dana bukan berarti menyurutkan semangatnya dalam meraih kesuksesan. Bahkan tidak adanya dana dari orangtua membuat perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama Undiksha meraih berbagai beasiswa untuk studinya. Dirinya mengatakan sejak S1 dirinya telah mendapatkan beasiswa. Bahkan dirinya harus menjadi mahasiswa terbaik atau ranking tertinggi di kelas untuk mendapatkan beasiswa ikatan dinas. “Namanya ikatan dinas jadi saya harus siap ditempatkan di mana saja oleh pemerintah,” tambahnya. Untuk studi S2 dirinya juga memperoleh beasiswa dari equity merit scholarship scheme dari AIDAB pemerintah Australi dan beasiswa S3 dari pemerintah Indonesia. (Wiwin Meliana)

 

 

To Top