Edukasi

Transplantasi Karang

Terumbu karang merupakan salah satu sumberdaya alam kelautan yang dimiliki Kabupaten Buleleng, dimana sumberdaya alam ini mempunyai peran penting baik ditinjau dari aspek konservasi, produksi maupun pariwisata dan rekreasi. Selain itu, terumbu karang juga memiliki peran penting untuk keberlangsungan sektor perikanan. Selain itu, terumbu karang juga merupakan aset penting untuk keberlangsungan sektor perikanan.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta, M.Si., Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA Undiksha Singaraja disela-sela kegiatan seminar memperingati hari bumi, di Gedung seminar FMIPA, Rabu (18/04). Bagus Jelantik mengungkapkan, terumbu karang di Buleleng banyak mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan upaya konservasi untuk mengembalikan habitatnya.  “Selain menjadi habitat untuk ikan, terumbu karang juga menjadi penyelamat pantai dari abrasi sehingga jika terumbu karang rusak maka semua akan hancur,” jelasnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian konservasi terumbu karang adalah pantai Penimbangan. Bagus Jelantik menambahkan, Pantai Penimbangan menjadi lokasi yang dipilih penyu untuk bertelur. Menurutnya, penyu tidak akan sembarangan memilih tempat untuk bertelur sehingga secara ekologis pantai Penimbangan kondisinya masih sangat baik. “Pantai Penimbangan sebagai tempat strategis untuk penyu bertelur sehingga dapat dikatakan masih sangat baik dari segi ekologis lingkungan maupun gangguan manusianya,” ungkap dosen Jurusan Perikanan dan Kelautan Undiksha tersebut.

Kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran terumbu karang membuat Bagus Jelantik mengajak kalangan akademisi terutama mahasiswa jurusan Perikanan dan Kelautan melakukan langkah nyata dengan pengabdian masyarakat. Dengan memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada masyarakat yang masih awam akan manfaat terumbu karang sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya. “Edukasi dilakukan dengan menyasar kelompok-kelompok nelayan maupun masyarakat secara umum ini dirasa sangat efektif untuk mengurangi prilaku masyarakat yang cenderung untuk merusak terumbung karang,” paparnya.

Secara praktis, pihaknya juga melakukan konservasi secara langsung dengan pembuatan terumbu karang buatan. Melalui kelompok nelayan Taruna Samudra desa Anturan, pihak melakukan pembinaan-pembinaan untuk melakukan transplantasi karang. “Kami sudah lakukan pelatihan dan sudah dipraktekkan bagaimana  membibitkan dan memperbanyak karang sehingga mampu mengembalikan karang yang telah rusak,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya secara rutin melakukan kegiatan beach clean untuk membersihkan sampah-sampah pantai agar tidak mencemari laut. Salah satu faktor  yang sangat merusak terumbu karang dengan masuknya sampah dari daratan kelaut baik plastic maupun organic yang akan menutupi hamparan terumbu karang. “Pembersihan pantai juga sangat penting untuk menjaga keberlangsungan terumbu karang, di samping pembersihan pada daerah aliran sungai dari hulu ke hilir,” imbuhnya. Bahkan beberapa rumah buatan untuk ikan telah diterjun dibeberapa laut Buleleng dengan harapan rumah buatan tersebut dapat dijadikan habitat ikan dan ditumbuhi oleh terumbu karang. (Wiwin Meliana)

 

To Top