Surabaya

Asinan Kota Hujan Laris di Kota Pahlawan

Saat mengucap kata asinan maka pikiran kita akan langsung melayang ke Kota Bogor Jawa Barat. Di Kota Hujan tersebut pertama kali makanan yang memiliki perpaduan rasa manis, masam dan pedas ini  dipopulerkan. Asinan di Bogor memiliki dua varian yaitu asinan buah dan asinan sayur, konon setelah menikmati makanan ini mata yang semula mengantuk akan terjaga dan tubuh akan menjadi  lebih lebih bersemangat.

Adalah Siti Munawaroh, perempuan kelahiran Surabaya, 18 Juli 1985 yang mencoba mempopulerkan asinan Bogor ini ke Kota Pahlawan. Ia berkeyakinan lidah warga Jawa Timur ini bisa menerima kehadiran makanan yang mempunyai rasa nano-nano ini.

Asinan buah produksi istri Hengki Candra ini terdiri dari irisan buah kedondong, mangga, salak dan nanas yang dipadu dengan air kuah yang dibumbui dengan cuka, cabe, garam, gula dan lain-lain sehingga menghasilkan perpaduan rasa pas dan menyegarkan.

Tiap hari ia memasarkan asinan buah dalam kemasan tersebut di jejaring sosial. “Tiap kali saya buka order, saya bisa mendapat omzet Rp 500 ribu,” kata Siti.

Kehadiran asinan buatan perempuan manis berhijab ini, menjadi obat tersendiri bagi ibu ibu yang sedang hamil, karena biasanya mereka mengidam makanan yang rasanya masam dan segar. Pernah sekali waktu ada pembeli yang rela membayar ongkos kirim lebih mahal dari harga asinan itu sendiri hanya karena untuk memenuhi keinginan istrinya yang sedang hamil.

Sebelum menjalankan bisnis asinan, alumnus Jurusan Bangunan SMKN 7Surabaya ini  bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik pengelolaan udang di kawasan Margomulyo. Setelah membuka usaha pembuatan makanan asinan dalam kemasan tersebut ,dia mampu menyelesaikan kewajibannya kepada bank. “Sekarang saya sudah bisa membantu suami membayar angsuran mobil dari hasil jualan asinan” jelasnya.

Untuk menambah pengetahuan tentang cara pengemasan dan pemasaran produk serta memperluas jaringan, warga Sambikerep ini bergabung dengan Pejuang Muda yaitu program pelatihan untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diselenggarakan setiap Sabtu di Kapas Krampung Plaza. (Nanang Sutrisno/Bisnis Surabaya)

To Top