Pelesir

Wisata Alam Bawah Laut Daya Tarik Pulau Pahawang

Bentangan laut biru dengan hiasan pulau-pulau terlihat dari dermaga 4 Ketapang, Kecamatan Punduh, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan. Pulau–pulau berpasir putih itu merupakan kawasan destinasi terpopuler di Bandar Lampung, dikenal dengan kawasan Pulau Pahawang. Kawasan ini menyajikan suasana yang masih alami. Destinasi wisata andalannya wisata alam bawah laut.

Destinasi bahari ini mulai booming di tahun 2013, sejak dikenal dari tahun 2011. Pulau dengan luas 1.004 hektare itu menjadi primadona bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Mereka datang ke kawasan pulau Pahawang untuk menikmati keindahan pemandangan bawah laut dan keanekaragaman biota lautnya.

Kawasan ini mempunyai banyak spot snorkeling yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri, seperti Spot Snorkeling Cukuh Bedil. Di titik ini terdapat sebuah plang bertulisan “Taman Laut Pahawang”. Selain itu, ada juga Spot Snorkeling Gosong Bekri, yang terdapat sebuah candi yang sengaja dibuat masyarakat setempat untuk menarik para pengunjung.

“Semua spot-spot snorkeling di Pulau Pahawang memiliki transplantasi terumbu karang yang masih sangat alami dan indah. Wisatawan yang datang banyak berswafoto di terumbu karang,” kata Adek, tour leader Trivefun.

Menurut mantan pecinta alam ini, beberapa transplantasi terumbu karang sengaja dibuat oleh penduduk setempat untuk menjaga ekosistim karang di laut. Terumbu karang itu juga sangat indah dengan adanya ikan warna-warni seperti ikan Badut dan Anemon Ungu. Mereka berkeliaran bebas dan sesekali bersembunyi di balik karang.

Pulau Pahawang terbagi menjadi dua,  Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Keduanya pun memiliki kondisi yang jauh berbeda. Pahawang Besar merupakan pulau yang telah berpenghuni. Sementara itu di Pahawang Kecil, sebuah yang tidak berpenghuni. Namun, hanya ada satu hunian menyerupai cottage milik warga asing.

Di pulau Pahawang Kecil dilarang untuk dikunjungi wisatawan. Wisatawan yang akan datang harus mendapat izin dari warga asing tersebut.

Ada sebuah jembatan yang oleh masyarakat setempat disebut dengan nama Tanjung Putus. Jembatan ini merupakan penghubung antara Pulau Pahawang Kecil dengan Pulau Tanjung Kecil. Ditempat tersebut dikenal dengan spot diving favorit para penyelam.

Selain destinasi bahari, Pahawang memiliki banyak keindahan. Pemandangan yang indah, bukit pepohonan yang hijau, pasir pantai yang berwarna putih, air laut yang jernih  dan segar sangat tepat sebagai tempat berwisata setelah jenuh dengan aktivitas sehari-hari. “Wisatawan yang datang ke Pulau Pahawang kebanyakan saat weekend. Mereka berkunjung dan menginap di Pulau Pahawang Besar,” imbuh Adek.

Wisatawan menginap di rumah penduduk yang sudah dijadikan home stay. Dengan adanya kunjungan wisatawan ke Pulau Pahawang, secara tidak langsung juga membawa perubahan terhadap perkembangan masyarakatnya. Dulu, sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan. Namun, kini yang tersisa hanya 30 persennya. “Mereka kini kebanyakan berkecimpung dalam dunia pariwisata,” katanya. (Dharmada/Bali Post)

 

Paling Populer

To Top