Buleleng

Ketut Ngurah Ery Suanda: Kreasi Kacamata Kayu Bekas

 Hobi yang sebelumnya dianggap sepele dan membuang-buang waktu ternyata bisa menjadi inspirasi bisnis bagi orang-orang yang inovatif dan mau berusaha karena peluang untuk sukses bisa datang dari mana saja. Hal itu juga dirasakan oleh Ketut Ngurah Ery Suanda. Hobinya bermain skateboard mengantarkan pria yang akrab disapa Ery ini kepada bisnis yang menggiurkan. Bukan karena dirinya menjadi skater hebat melainkan karena ide cemerlangnya memanfaatkan papan skate bekas menjadi barang bernilai jual tinggi.

Ery mengatakan menjadi seorang skater membuat ia memiliki banyak teman sesama skater baik dari Buleleng maupun luar Buleleng. Melihat penghobi olahraga skate yang lumayan banyak, muncul dibenak Ery untuk mengolah kembali papan skate bekas. Dirinya mengatakan sangat disayangkan jika papan skate yang dibeli mahal dan hanya dipakai paling singkat setahun itu terbuang sia-sia. Dengan inovasi dan sentuhan seni, papan-papan bekas dan tidak layak pakai itu disulap menjadi bingkai atau gagang kacamata limited edition yang bernilai jual tinggi.

Sebenarnya, pria kelahiran 26 Desember 1988 ini tidak memiliki ketrampilan dalam membuat kerajinan kacamata, hanya saja melihat peluang bisnis yang menjanjikan ini dirinya belajar secara otodidak dan tidak pernah berhenti berkreasi. “Saya melihat ini bisnis yang sangat menjanjikan, kalau bisnis buat clothingan mungkin semua orang juga bisa. Saya ingin membuat sesuatu yang berbeda, unik dan tidak semua orang bisa melakukannya,”ungkapnya.

Ia menambahkan untuk memproduksi kerajinan kacamata custem dari papan skateboard bekas yang ia dapatkan dari beberapa teman skeater dengan sistem barter. Pemiliki papan bekas dapat menukar papannya dengan berbagai kerajinan yang dihasilakn dari papan bekas tersebut seperti kacamata, hiasan dan asesoris.  Pemilihan papan skateboard sebagai bahan utama kerajinan kacamata kayu ini karena tekstur kayu yang digunakan untuk skeatboard memiliki desain yang unik dan tekstur lentur sehingga kacamata kayu ini tidak mudah patah. Masing-masing papan skate memiliki motif berbeda sehingga setiap produksi kacamata memiliki desain yang berbeda.

Dikatakan, untuk satu papan skeatboard dapat menghasilkan lima gagang kacamata. Setelah di potong sesuai ukuran potongan papan skateboard ditempel dengan kertas pola kacamata. Setelah terbentuk pola kacamata, dilanjutkan ke tahap penghalusan, pengecatan dengan cat bening kemudian dijemur untuk mendapatkan bentuk kacamata yang sempurna. “Karena sudah memiliki motif sendiri, maka untuk finishingnya Cuma perlu ditambahkan cat bening saja,” ungkapnya. Setelah itu tahap selanjutnya adalah memasang lensa kaca dan tangkai gagang. Untuk satu gagang kacamata Ngurah Ery membutuhkan waktu hingga lima hari, mengingat bahan baku yang digunakan adalah kayu membutuhkan ketelitian dan keahlian khusus dalam prosesnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. “Kacamata ini saya desain untuk asesoris maupun kacamata untuk minus maupun plus, hanya saja untuk pemasangan lensa bisa dilakukan di optik,” ungkapnya.

Usahanya sebagai perajin kacamata kayu ini sudah ia tekuni dari dua tahun lalu. Namun meski demikian pemasaran yang lakukan hanya melalui media sosial seperti Instagram, membuat produk kacamata ini sudah terjual tidak hanya di Bali namun juga  ke pasar Nasional seperti Lombok, Sumatra, Jakarta bahkan hingga ke Luar Negeri seperti Jerman dan Australia.

Satu kacamata dijual mulai Rp 650.000 hingga Rp 1.000.000 per pcsnya. Meskipun tergolong mahal, namun Ery menjamin harga berbicara kualitas. Bahkan tidak hanya unik karena terbuat dari papan skate bekas, produk kerajinannya juga tampak istimewa dengan mengombinasikan ukiran khas Desa Beratan, Buleleng. Desa Beratan sendiri merupakan salah satu penghasil kerajinan perak yang memiliki keunikan tersendiri. Dengan kombinasi kerajinan perak dan kacamata kayu, Ery berharap dapat membangkitkan kembali dan mengenalkan kerajinan khas Buleleng tersebut secara luas. “perpaduan antara kaca kayu  dengan motif yang unik dengan ukiran perak ini akan menghasilkan produk yang benar-benar unik dan limited edition. Harapannya banyak orang yang tahu bahwa desa Beratan merupakan potensi Buleleng dalam hal kerajinan perak,” pungkasnya. Wiwin Meliana

 

To Top