Surabaya

Selalu Tingkatkan Kualitas Produk

“Harta yang terindah adalah keluarga”. Itulah  kata-kata bijak yang selalu diingat Nisma Kumalasari, perempuan lajang  kelahiran Surabaya 23 Mei 1984. Waktu bersama keluarga  adalah golden time. Ia selalu terkenang momen langka bersama almarhum orangtuanya, utamanya saat membantu papa dan mamanya membuat kue lebaran.

Nisma awalnya diremehkan bahkan dilecehkan oleh teman-temanya. Karena selain berpenampilan tomboy, dia awalnya memang tidak bisa memasak dan jauh dari aktivitas dapur.

“Sebelumnya saya ogah-ogahan membantu mereka membuat kue, tapi mereka tetap meyakinkan saya untuk belajar memasak dan membuat kue,“ kata pemilik usaha Eco Cookies ini.

Pada 2009 berbekal nasihat dan ilmu membuat kue dari mamanya tersebut, putri pasangan Gatot Susanto dan Ismianingsih ini memulai usaha pembuatan kue dan nasi kotak. Berbagai kue basah dihasilkannya seperti risoles, macaroni schotel, cake, lemper, sus, dan aneka kue modern lainnya, juga kue kering seperti castengel, nastar, dan lidah kucing.

Sebelum menekuni bisnis pembuatan kue, anak kedua dari dua bersaudara ini juga pernah juga berjualan bakso dan mie ayam serta menjalankan usaha rental game online. “Saya juga pernah bekerja sebagai tenaga call centre di Telkomsel, saat itulah saya nyambi jualan kue kering. Dan alhamdulilah laku keras,” ujar alumni Fakultas Informatika STIKOM Surabaya ini.

Produk kue kering buatan Nisma dipasarkan secara online di jejaring media sosial seperti. Ia  mengemas dalam ukuran 500 gram dan mematok harga Rp 75.000 untuk castengel, Rp 65.000 untuk nastar, dan Rp 50.000 untuk lidah kucing. Setiap bulan Ramadhan dia mampu meraup omzet sebesar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

“Dalam waktu dekat saya akan meluncurkan varian baru yaitu castengel hitam manis dan nastar onde-onde,” jelas warga Simo Hilir Barat ini. Perempuan berhijab ini selalu meningkatkan kualitas produknya mulai dari pemilihan bahan premium, dan menjauhi penggunaan bahan kimia berbahaya. Hal ini dilakukan untuk menghadapi ketatnya persaingan bisnis kue.

Berbagai  kegiatan pameran diikuti untuk lebih memperkenalkan produk kue kering yang dihasilkannya antara lain roadshow di kecamatan Sukomanunggal dan Mlaku–Mlaku Nang Tunjungan.

Untuk memperluas jaringan dan menambah pengetahuan, gadis yang hobi membaca ini bergabung dengan program Pejuang Muda yang diselenggarakan oleh Pemerintah Surabaya setiap hari Sabtu di Kapas Krampung Plaza. “Impian saya adalah mengembangkan usaha saya dari UKM jadi industri, supaya bisa menyerap lebih banyak menyerap tenaga kerja,”  tegasnya. (Nanang/Bisnis Surabaya)

 

To Top